"Ehm, ayo masuk dulu. Ngobrolnya di dalam saja, takutnya kalau di luar didengar oleh tetangga. Nggak enak kalo sampai mereka denger, yaudah yuk masuk." ujar sang Nenek mempersilahkan Min Ho, Taehyung, dan juga Jisoo masuk kedalam rumahnya.
Setibanya di dalam mereka pun langsung duduk di sofa hitam di ruang tamu. Disini Jisoo masih asik memeluk tubuh Suzy, dan menyembunyikan wajahnya di sana. Tangisannya pun masih juga terdengar hingga kini. Hingga beberapa saat lamanya, di ruangan sunyi itu tak ada suara apapun selain tangisan Jisoo. Tangisannya begitu mendominasi, dan mengisi keheningan di ruangan itu.
"Oh ya, tadi pagi ada yang nyariin kamu kan, nak, kerumah? Ehm laki-laki dewasa seumuran suamimu. Dia siapa nak, sepertinya ibu belum pernah melihatnya." pertanyaan Si Nenek berhasil membuat semuanya termasuk Suzy terlonjak kaget seketika. Dengan tatapan tajam Suzy pun langsung mengalihkan atensinya kearah ibunya dan sempat menyikut lengannya beberapa kali.
"Ibu, ish!" sahut marah Suzy.
Lalu Min Ho yang kaget pun langsung saja mengalihkan atensinya kearah Si Nenek dan menatap serius kearahnya. "Siapa yang mendatangi Suzy Bu? mantannya ya?"
Melihat respon Min Ho yang terlihat serius pun membuat Suzy menepuk jidatnya dan menggelengkan kepalanya berulang kali. Ucapan ibunya kali ini sungguh keterlaluan. Entah keceplosan atau memang sengaja? Suzy tidak tau.
Dengan ekspresi bingung seolah sedang memikirkan sesuatu, Nenek akhirnya berbicara, "Nggak tau ibu kalo siapanya. Tapi tadi itu dia sempet ngobrol sama Suzy sampe ketawa-ketawa. Ehm, ibu lupa mantannya siapa, soalnya ibu dah tua. Ehm, oh iya tadi ibu sempet denger dia ada ngenalin diri sebagai ... Park ... Park ... Park siapa ya? ehm, park .. nah iya Park Bogum. Kamu kenal dia, Nak?" tanya Nenek pada Min Ho dengan sorotan serius, namun penuh kebingungan.
Mendengar nama yang disebut oleh ibu mertuanya, Min Ho langsung mendelik kesal. Dengan tatapan penuh selidik, dia langsung mengalihkan perhatiannya kearah Suzy.
"Dia yang datang menemuimu, Dek?" tanya Min Ho. Kali ini, dia tidak menggunakan panggilan sayang untuk Suzy, melainkan 'Dek', sebuah panggilan yang cukup asing bagi Suzy.
Sejak dulu Min Ho tak pernah memanggilnya dengan panggilan itu. Jika hanya sekedar memanggil paling Min Ho akan memanggil Suzy dengan panggilan sayang, atau kalau tidak honey. Itupun jarang sekali. Setidaknya itu terjadi saat Min Ho benar-benar manja terhadap Suzy atau saat dia sedang mabuk.
Haduh, jika kejadian beberapa tahun lalu kembali terjadi, Suzy tidak akan tau apa yang akan terjadi padanya. Karena dulu saja saat Min Ho pulang dalam keadaan mabuk, pria itu langsung mendatangi Suzy, menggendongnya ala bridal style, kemudian mengurungnya di dalam kamar.
Di dalam kamar, Min Ho langsung melepas semua pakaiannya, dan mengajak Suzy melakukan pertempuran panas. Dalam pertempuran itu tentu saja mereka begitu kewalahan, nafas mereka sama-sama memburu, dan keringat mereka sama-sama bercucuran.
Tentu saja Suzy begitu lelah dalam pertempuran itu. Karena bagaimana tidak, jika Min Ho sudah menyerangnya, pasti pria itu tidak hanya bertahan di satu sisi, melainkan dia bisa mengarah ke segala sisi. Sekujur tubuh Suzy langsung merinding saat Min Ho menyusuri tubuhnya dan menjilatinya dengan begitu lahap. Selahap saat dia menjilati sebuah es krim, atau memakan makanan enak lainnya.
"Dek, jawab aku. Benarkah dia yang mendatangimu tadi?" tanya Min Ho sekali lagi.
Melihat Suzy yang terus terdiam membuat Min Ho semakin kesal. Dengan tatapan tajamnya, Min Ho terus memfokuskan perhatiannya pada Suzy dan tidak ingin mengalihkannya.
Lalu Suzy yang kehabisan ide pun langsung saja menganggukkan kepalanya, dan mengalihkan atensinya kearah lain. Dia ingin menghindari tatapan tajam Min Ho yang menurutnya sangat menakutkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
