Tap ..
Tap ..
Tap ..
Hahaha ...
Tawa mereka terdengar menggelegar, seperti melodi kegembiraan yang mengisi udara. Sejak keluar dari kedai jam di mana Jennie dan Nayeon berbelanja, ketiga gadis itu terlihat begitu riang dan penuh tawa, menertawakan seseorang yang tak sengaja tersandung hanya beberapa langkah dari tempat mereka akan turun dari tangga eskalator.
Dalam keceriaan yang memancar, ketiga gadis itu menikmati momen indah liburan mereka. Melangkah turun melalui anak tangga eskalator, mereka bergerak bersama menuju salah satu kedai makanan yang disebutkan oleh Jennie.
Dengan penuh semangat, mereka mencari-cari kedai tersebut hingga pandangan mereka tertuju pada sebuah kedai makanan di ujung jalan. Nama kedai itu sama persis dengan yang disebutkan oleh Jennie. Dengan banner besar yang berkibar di depannya dan beberapa patung penyambut tamu yang ramah, kedai itu berhasil membuat mereka tersenyum dan melangkah maju, menuju ke pintu kedai yang menjanjikan itu. Begitu mereka memasuki kedai tersebut, suasana ramai menyambut mereka. Beberapa pengunjung keluar masuk, dan tak jarang ada yang secara tak sengaja bertabrakan dengan mereka.
Meskipun keramaian di kedai itu membuat mereka sedikit cemberut, namun mereka tetap merasa senang dan bersemangat. Makanan-makanan lezat yang tersaji di sana menghidupkan kembali gairah mereka. Mereka berjalan mendekati etalase kaca yang dipenuhi dengan berbagai macam roti, memandanginya dengan penuh kagum tanpa berkedip.
"Wow, sungguh menggugah selera," seru mereka dengan penuh kekaguman. Roti-roti dengan berbagai bentuk dan rasa terlihat begitu menggiurkan di sana. Ada yang sekecil kuku jari, bahkan ada yang begitu besar, jauh melebihi ukuran kepala manusia. Ragam bentuk dan warna yang ada membuat roti-roti itu terlihat sangat menggoda dan memikat hati.
Dari yang mereka tahu kedai ini tidak hanya menjual bermacam-macam roti melainkan juga ada es krim dan makanan lezat lainnya yang tentu saja berciri khas Korea. Di sini Jennie, Jisoo dan Nayeon langsung memesan apa yang mereka inginkan pada pelayan, mereka ada memesan beberapa makanan dan itu tentu saja sedikit lebih banyak. Di antara beberapa makanan itu ada beberapa makanan yang sangat disukai Jennie, dia yang sebelumnya sangat menjaga pola makan kini tampak sangat tidak menjaganya, dia ada memesan begitu banyak makanan dan itu sangatlah manis dan mengandung banyak gula.
Makanan semacam itu memang sangat menggoda lidah dan menggugah selera, tetapi apakah mereka tidak berpikir bahwa mengonsumsi terlalu banyak makanan seperti itu akan membuat mereka bertambah berat badan, sesuatu yang sebelumnya mereka sangat menjaga?
Setelah selesai memesan, Jennie dan kedua temannya mencari tempat duduk di tengah toko yang masih kosong. Mereka duduk dan melanjutkan perbincangan satu sama lain. Suasana hangat dan ceria tercipta di antara mereka.
"Jen, itu tadi nggak salah lo pesan makanan sebanyak itu? apalagi semuanya manis-manis lagi, lu nggak takut kalau berat badan lu bakal naik lagi? katanya lu lagi diet kan, kok bisa pesan makanan sebanyak itu sih?" tanya Nayeon.
Di sini tak hanya Nayeon melainkan Jisoo juga merasakan hal yang sama. Sebelumnya di perjalanan mereka, Jennie ada mengatakan jika dirinya sedang melakukan diet saat ini. Jennie terlihat sangat menjaga pola makannya dan jarang sekali mengonsumsi makanan berat. Namun, setelah apa yang dikatakannya sebelumnya, mengapa kini Jennie justru memesan begitu banyak makanan, terutama makanan manis?
Keheranan itu terlintas di pikiran Nayeon dan Jisoo saat mereka melihat pesanan makanan yang tiba di meja. Ada pancake dengan taburan gula dan sirup manis, ada juga es krim dengan topping cokelat dan karamel yang menggoda. Jennie dengan senyum lebar mencicipi setiap hidangan dengan penuh kenikmatan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fiksi Penggemar"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
