Keesokan harinya tepatnya setelah sehari Hyun Woo di rawat di rumah sakit karena demam yang di deritanya, ia telah di perbolehkan pulang dan kini tengah dalam perjalanan menuju ke parkiran rumah sakit.
Langkah Jisoo dan Taehyung terlihat ringan, senyuman lega terukir di bibir mereka, mengetahui putra kecil mereka, Hyun Woo telah membaik dan suhu panasnya telah menurun. Sekarang Hyun Woo tengah tertidur pulas dalam gendongan Taehyung dan mereka berjalan pelan melewati lorong-lorong rumah sakit, sambil sesekali bertukar pandang dan tersenyum satu sama lain.
"Alhamdulillah, Hyun Woo sudah sembuh," ucap Jisoo sambil mengusap lembut rambut putranya.
Taehyung mengangguk setuju, "Iya, semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita untuk lebih waspada terhadap kesehatan Hyun Woo."
Mereka tiba di parkiran dan membuka pintu mobil. Taehyung dengan hati-hati meletakkan Hyun Woo di kursi belakang dan mengikatkan sabuk pengaman dengan cermat. Jisoo duduk di sebelahnya sambil menatap pemandangan di luar jendela.
"Kita harus lebih memperhatikan pola makan dan kebersihan Hyun Woo ya, sayang," ucap Jisoo serius.
Taehyung mengangguk setuju, "Iya, kita harus lebih teliti lagi. Kesehatan Hyun Woo adalah prioritas utama kita."
Mereka akan melanjutkan perjalanan pulang ke apartemen sampai akhirnya kedatangan beberapa polisi menghentikan perjalanan mereka. Polisi-polisi itu mengetuk-ngetuk kaca mobil mereka dengan tegas, membuat Taehyung dan Jisoo terkejut.
Dengan hati-hati, Taehyung membuka kaca mobil dan keluar dari mobil. Jisoo mengikutinya, merasa bingung dengan kehadiran polisi di sana. Polisi-polisi itu segera mendekati Jisoo dengan sikap yang tegas, membuatnya merasa cemas.
"Bapak-bapak, ada apa ini?" tanya Jisoo dengan suara gemetar.
Polisi-polisi itu menjelaskan bahwa mereka datang untuk membawa Jisoo dengan paksa atas laporan yang dibuat oleh Jennie. Kemarin malam, setelah membawa jenazah kakaknya pulang ke rumah, Jennie dengan langkah tergesa pergi ke kantor polisi untuk memberikan laporan atas kematian tragis kakaknya yang terjatuh dari rooftop. Dan dalam laporan itu Jennie mengatakan jika Jisoo adalah orang yang bertanggung jawab dalam kasus ini.
Jisoo merasa terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Baginya, Jennie adalah temannya, meski sekarang mereka terlibat dalam suatu percekcokan, ia tetaplah menyayangi Jennie. Dia tidak pernah membayangkan bahwa Jennie akan melakukan sesuatu seperti ini. Menuduhnya telah mendorong kakaknya jatuh dari rooftop dan melaporkannya ke polisi.
Jisoo mencoba membela diri, menjelaskan bahwa dia tidak melakukan apapun yang membuat Joohyun meninggal. Semuanya kecelakaan. Namun, polisi-polisi itu tetap teguh dengan tindakan mereka dan membawa Jisoo pergi.
"Kenapa kalian membawa saya ke sini? Saya tidak melakukan apa-apa! semuanya kecelakaan dan ini bukanlah salah saya!" teriak Jisoo sambil berusaha melepaskan diri dari genggaman polisi.
"Kami memiliki bukti yang cukup untuk menahan Anda, Nyonya Kim. Anda harus mengikuti kami ke kantor polisi untuk dimintai keterangan," kata seorang polisi dengan tegas.
Jisoo merasa putus asa. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dia tahu dia tidak bersalah, tapi bagaimana dia bisa membuktikan itu?
Sementara itu, Taehyung mencoba untuk menenangkan Hyun Woo yang mulai menangis melihat ibunya dibawa pergi oleh polisi. Dia tidak tahu apa yang Jennie lakukan sampai bisa membuat para polisi itu membawa Jisoo seperti ini, tapi dia berjanji dengan sepenuh hatinya bahwa ia akan segera membebaskan Jisoo dan membuktikan jika Jisoo tidak bersalah.
Di kantor polisi, Jisoo duduk di ruang interogasi sambil menunggu petugas polisi datang. Dia merasa gelisah dan cemas. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Beberapa saat kemudian, seorang petugas polisi masuk ke ruangan dan mulai mengajukan pertanyaan kepada Jisoo. Mereka mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada malam kejadian itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
