"Iya sayang, sekarang Kakak iparmu sedang ada di rumah ini. Tadi sih pergi ke dapur tapi sampai sekarang belum balik lagi. Oh iya, kita semua belum memberitahumu soal wajah kakakmu kan. Kamu pasti penasaran banget, sebenarnya siapa dan bagaimana Kakak iparmu itu? Iya kan?" tebak Hye Kyo sembari mentoel manja hidung Yerim dan tersenyum kearahnya.
Lantas Yerim yang kesal karena hidungnya di toel pun langsung saja cemberut. Dia menatap tajam Hye Kyo dan melipat kedua tangannya di depan dada. "Ih, Ma. Jangan main sentuh-sentuh hidungku. Hidungku ini unlimited, gak seorangpun boleh menyentuhnya kecuali suami dan anakku ntar. Ngomong-ngomong kakak ipar itu seperti apa sih Ma? kok kalian tega banget nggak ngasih tunjuk aku fotonya."
Disini ekspresi Yerim masih tetap sama. Dia masih juga cemberut dan juga melipat kedua tangannya di depan dada sebelum akhirnya pandangannya teralihkan dengan kehadiran kakaknya dan juga Jisoo dari arah dapur. Disana Taehyung terlihat menyembunyikan Jisoo dibalik badannya sebelum akhirnya menarik Jisoo untuk keluar.
Sewaktu Jisoo keluar, Yerim begitu terkejut disaat mendapati ada seorang wanita yang begitu cantik di hadapannya. Wanita yang berambut panjang bergelombang, bibir tipis dan juga hidung mancungnya berhasil membuat Yerim menganga saat itu.
Dia masih tak percaya jika kakak iparnya akan sangat begitu cantik seperti ini. Perkiraannya awal kakak iparnya akan memiliki wajah yang biasa-biasa saja, bahkan tidak jauh berbeda dengan Tzuyu. Namun, setelah melihatnya langsung, Yerim begitu kagum disaat mendapati kakak iparnya itu jauh lebih cantik daripada Tzuyu.
"Dek, ini istri kakak, Jisoo yang dulu sempat kami katakan padamu." setelahnya Taehyung mengajak Jisoo untuk duduk di sofa kosong di hadapan Yerim dan Hye Kyo.
Saat itu suasana terasa begitu hening. Mereka semua hanya diam dan memperhatikan Yerim dan Jisoo yang saling menatap tanpa sedikitpun ingin berbicara. Mereka saling memandang dengan malu-malu, namun, disaat Taehyung yang dengan sengaja meraih tangan Jisoo dan Yerim, kemudian menyatukannya pun membuat Yerim dan Jisoo terkejut seketika. Mereka langsung salah tingkah disaat mendapati kedua tangan mereka sudah saling bertautan bahkan menggenggam lembut saat ini.
"Kalian kenapa diem-dieman sih, ngobrol dong," ucap Taehyung sembari menggelengkan kepalanya dan menghela nafas berat. Dia merasa lelah dan capek dengan istri dan adiknya yang hanya saling tatap-menatap tanpa sedikitpun ingin bicara.
"Dek, aku Kim Jisoo dan kamu bisa memanggilku Jisoo. Maaf ya dek, kalau keberadaanku ini membuatmu terkejut," ucap Jisoo setelah sekian lamanya terdiam.
Lalu Yerim yang mendengarnya pun langsung tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Nggak papa kok kak, aku yang harusnya minta maaf karena kepulanganku ini sangat mendadak dan membuat kenyamanan Kakak sedikit terganggu. Oh ya Kak, namaku Kim Yerim, dan kakak bisa memanggilku Yerim atau kalau nggak Yeri. Aku masih umur dua puluh empat loh kak, dan jarak umurku dari Kak Taehyung nggak terlalu jauh kan, jadi Kakak nggak usah manggil aku dek, panggil nama aja ya, soalnya kata Mama umur Kakak itu masih dua lima. Jadi umurku yang dua puluh empat harusnya kita bisa berteman kan kak? aku seneng banget setelah mendengar kakak sudah menikah dan begitu terkejut sewaktu aku melihat sendiri ternyata kakak iparku akan secantik kakak. Kak, Kakak itu keturunan bidadari ya? Kok bisa secantik dan semulus itu sih muka kakak? perasaan dulu kak Tzuyu nggak seperti ini deh. Dulu dia memang cantik tapi nggak secantik kakak. Kalau kakak kan udah cantik, anggun terus kalau senyum manis lagi. Beda banget sama kak Tzuyu, dulu kak Tzuyu itu cuek banget orangnya. Dia kelihatan sayang ke Kakak dan manja. Tapi kalau ke aku, mama dan papa, orangnya cuek banget, jarang berbicara apalagi senyum ..
"Huh, aku emosi sendiri saat keinget sama dia. Sama sikap cueknya dan keselnya dia saat aku godain kakak di depannya. Oh iya kak, Kakak sama Kak Taehyung itu tinggal di sini atau di apartemennya kak Taehyung?" Yerim terlihat asik. Dia yang terus-menerus mengajak Jisoo berbicara bahkan terlihat asyik dengannya seperti layaknya teman membuat Taehyung dan Hye Kyo tersenyum bahagia.
Mereka kira di awal Yerim tidak akan suka dengan Jisoo, karena sejak dulu Yerim begitu manja dengan Taehyung seperti layaknya seorang pacar. Gadis itu juga cukup kesal karena semua keluarganya tidak ada yang memberitahunya foto Jisoo. Jadi dengan semua kemungkinan itu perkiraan mereka Yerim tidak akan seakrab ini dengan Jisoo apalagi mereka baru saja bertemu.
Namun, rupanya jiwa ekstrover Yerim sedikit terkuak sekarang. Dia yang terlihat asyik mengobrol dengan Jisoo bahkan mereka yang baru saja bertemu, membuat Taehyung langsung geleng-geleng kepala. Dia tidak percaya jika adiknya biar sampai seperti ini pada orang baru.
"Kakak tinggal di apartemennya kakakmu sekarang. Yer, kamu jangan bahas soal Tzuyu lagi ya, Kakak nggak mau sampai ada satupun pembicaraan yang berhubungan sama dia. Sebenarnya Kakak bukannya kesel ataupun gimana-gimana. Tapi Kakak cuma nggak suka aja kalau diantara kita ada pembahasan soal dia. Ehm oh iya, tadi kakak udah siapin satu hadiah loh buat kamu ..
Setelahnya Jisoo terlihat merogoh saku bajunya dan mengambil sebuah kantong kecil dari dalam sana.
"Nih, sebuah benda sederhana dan kuno buat kamu," setelahnya Jisoo terlihat membuka kantong itu, mengambil sebuah kalung yang tadi dipersiapkannya kemudian menyerahkannya pada Yerim.
Sesaat setelah Yerim menerima kalung pemberian dari Jisoo itu dia begitu terkejut dan tak percaya jika kakak iparnya akan memberikannya sebuah kalung. Kalung itu sama sekali tak terlihat seperti benda kuno. Warnanya yang masih bagus dan bentuknya yang sangat indah membuat Yerim langsung tersenyum saat itu. Dia bahagia karena kakak iparnya akan memberikannya sebuah hadiah padahal sebelumnya mereka belum saling mengenal satu sama lain.
"Makasih kakak, kalungnya indah banget. Aku akan pakai kalung ini sekarang," ucap senang Yerim sembari beranjak memakai kalung itu di lehernya kemudian memandanginya beberapa saat.
Lalu Taehyung dan Hye Kyo yang tak percaya jika Jisoo sudah mempersiapkan sebuah hadiah untuk Yerim langsung saja saling menatap satu sama lain sebelum akhirnya kembali mengalihkan atensinya ke arah Jisoo.
"Sayang, kamu udah nyiapin hadiah untuk adik aku? kapan? perasaan aku nggak ngelihat kamu kemana-mana deh, pesen apapun juga nggak," heran Taehyung. Tentu saja semuanya heran karena selama di apartemen Jisoo tidak pernah pergi kemanapun. Lagi pula dirinya dan Taehyung baru saja tidur di apartemen semalam, jadi tidak ada waktu untuk mereka ataupun Jisoo bisa keluar.
"Itu kalung milikku, sudah tidak apa-apa, aku juga tidak pernah memakainya, jadi daripada terus kusimpan lebih baik kan kukasih ke Yerim saja, bagaimana Yer, kamu suka kalungnya?" tanya Jisoo pada Yerim yang terus menatap kearah kalung pemberian Jisoo tadi dan tersenyum kearahnya.
"Bagus Kak, aku suka, makasih ya. Kalung ini sangat cantik dan aku terharu banget karena Kakak udah ngasih kalung Kakak ke aku. Oh iya Kak, malam ini kakak sama Kak Taehyung tidur di sini ya. Aku pengen banget cerita banyak ke kakak, dan ngasih kakak tunjuk sesuatu. Please ya kak, tidur di sini ya," bujuk Yerim. Gadis itu terus membujuk Jisoo dan Taehyung untuk menyanggupi permintaannya. Dia yang tidak tahu alasan apa Jisoo pindah ke apartemen Taehyung terus saja membujuk Jisoo bahkan merengek pada mereka agar mereka menyanggupi permintaannya.
Lalu setelah mendengar permintaan Yerim, dan bujukannya, Jisoo pun kembali merenung dan memikirkan keputusan apa yang akan diambilnya untuk merespon permintaan Yerim ini. Karena jujur saja ia masih belum merasa nyaman dengan Hye Kyo. Jisoo masih merasa takut, jika dirinya sedang asyik berbicara dengan Yerim, Mamanya itu akan mencari celah untuk dapat menggoda Taehyung lagi. Sebenarnya Jisoo tak terlalu yakin akan hal ini, tetapi rasa takut setelah apa yang dilihatnya sebelumnya masih terus menghantuinya.
"Pasti Jisoo berat untuk kembali tinggal di rumah ini karenaku. Dia pasti masih marah denganku dan nggak mau lagi tinggal bersamaku di rumah ini. Astaga, apa yang harus kulakukan agar dia mau memaafkanku dan mengembalikan hubungan kami seperti dulu? Aku sudah tak memiliki ide lain selain meminta maaf padanya," batin Hye Kyo sembari menatap sedih ke arah Jisoo yang saat itu terus menundukkan wajahnya.
Bersambung ...
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
