Setelah beberapa hari lalu Jennie divonis penjara selama beberapa tahun akibat kasus tabrak lari yang dilakukannya kepada Taehyung, kehidupan Jisoo berubah drastis. Kini, di kantor suaminya, di dalam ruangannya yang penuh ketenangan, Jisoo duduk dengan penuh konsentrasi. Matanya terpaku pada layar laptop yang terletak di depannya, mencermati setiap detail yang terpampang di sana.
Dalam keadaan serius, Jisoo sedang memeriksa dan menyiapkan segala kebutuhan untuk meeting penting besok dengan para klien di luar kantor, tepatnya di sekitar jalan Gaochaon Ming. Ia ingin memastikan bahwa segala persiapan sudah sempurna agar pertemuan tersebut berjalan lancar dan memberikan hasil yang memuaskan.
Tok ...
Tok ...
Tok ...
Saat pandangannya masih terfokus pada layar laptopnya, tiba-tiba pintunya diketuk dari luar.
"Masuk," balasnya.
Pintu itu pun terbuka, derap langkah kaki terdengar keras, seiring bau badan yang sangat familiar bagi Jisoo menginterupsi indera penciumannya, membuatnya segera mengalihkan pandangannya kearah seseorang yang memiliki bau badan tersebut.
Setelah ia mengalihkan pandangannya kearah seseorang itu, Jisoo segera saja tersenyum. Ia bangkit dari duduknya dan menghampiri orang itu. Taehyung.
"Sayang, kok nggak wa aku sih kalo mau kesini?" Jisoo terlihat manja. Setelah tiba tepat di hadapan Taehyung ia segera saja mengalungkan tangannya ke leher Taehyung.
Taehyung yang melihat sikap manja istrinya segera saja tersenyum senang. Ia kecup lembut bibir Jisoo, memainkan anak rambutnya dan kembali mengecup bibirnya. "Emang aku sengaja mau kasih kamu surprise. Gimana, kamu senang kan aku samperin kamu kesini?" goda Taehyung.
Dengan begitu jahilnya, ia kembali mengecup bibir Jisoo, menggigit bibirnya. "Aduh, ish! sakit! kok di gigit sih?!" kesal Jisoo. Ia beranjak memukul pelan kepala Taehyung. Mengerucutkan bibirnya, melipat kedua tangannya di depan dada dengan gemasnya.
Taehyung yang melihat kekesalan Jisoo segera saja terkekeh. Dengan tanpa aba-aba, dia segera saja mengangkat tubuh Jisoo, duduk di meja kerjanya. "Kok di naikin kesini sih?!" Jisoo masih juga kesal, namun Taehyung sama sekali tidak menggubris.
Dia semakin mendekati Jisoo. Membimbing kedua tangan Jisoo untuk mengalung di lehernya. Setelah kedua tangan itu mengalung manja di leher kekarnya, Taehyung segera saja memiringkan kepalanya, mengajak Jisoo berciuman.
Keduanya terhanyut dalam ciuman mesra mereka. Melupakan posisi dan dimana mereka berada sekarang.
Eugh
Setelah cukup lama kedua bibir mereka saling bertautan, keduanya pun melepas pangut4n mereka. Taehyung mengulurkan tangannya, mengusap lembut pipi Jisoo. "Sayang, terimakasih banyak ya sudah melaporkan kasusku itu ke kantor polisi. Atas bantuanmu sekarang Jennie di penjara. Dia sudah tidak dapat mengganggu kehidupan kita lagi. Kita bisa tenang sekarang, Sayang. Tidak ada yang perlu kita takutkan, karena bahaya yang selama ini mengintai kita sudah hilang satu persatu," Taehyung tersenyum. Senyum bahagia, lega atau mungkin juga terharu.
Jisoo yang mendengarnya segera saja menganggukkan kepalanya. Ia mengangkat tangannya, meraih tangan Taehyung yang mengusap pipinya. "Tidak perlu terimakasih, Sayang. Ini sudah menjadi kewajibanku. Kamu itu suamiku, sayang. Sudah menjadi kewajibanku untuk membantumu bila kamu terkena masalah. Lagipula itu kasus tabrak lari, meskipun bukan kamu korbannya dan aku tau itu, pasti aku juga akan tetap melaporkannya ke polisi. Sayang, soal Jennie, bisakah kamu memaafkannya? dia sudah di penjara, dia tidak akan mengganggu kita lagi. Tapi ada baiknya kita memaafkan kesalahannya. Anggap saja dia khilaf, dia melakukannya dengan tanpa berpikir resikonya. Aku marah, kesal saat dia melakukan semua itu padamu dan aku. Tapi sebisa mungkin aku untuk memaafkannya. Aku takkan marah karena dahulu dia adalah sahabatku yang paling baik. Selain itu juga kita cuma manusia biasa, setiap manusia harus bisa saling memaafkan bila pernah melakukan kesalahan. Kamu akan memaafkannya kan, Sayang?" tanya Jisoo lembut. Tangannya yang hangat, suaranya yang terdengar manja, membuat Taehyung merinding.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
