Lalu Jennie dan Sooyoung yang mengetahui hal itu segera saja terkejut. Nafas mereka serasa tercekat, tubuh mereka bergetar menggigil selepas mengetahui di mana mereka berada sekarang.
Memang rasanya tidak masuk akal, namun selepas mereka sampai di perbatasan hutan, Jennie dan Sooyoung melihat jika mereka diturunkan di sana, kemudian dengan kasar orang-orang berpakaian hitam itu menyeret Jennie dan Sooyoung masuk kedalam helikopter hitam yang sudah menunggu mereka di sana.
Saat itu Jennie dan Sooyoung hanya diam dan menurut, helicopters yang mereka naiki terbang tanpa tujuan yang jelas hingga akhirnya sampai di lokasi ini.
Ketika berada di dalam helikopter itu, mereka terhalang melihat keluar karena jendela-jendela tertutup rapat dengan kain, sehingga tidak bisa melihat keadaan di luar. Namun, selepas tiba di tempat ini dan Taehyung yang mengatakan jika tempat ini berada di tengah hutan belantara Jennie dan Sooyoung serasa bingung untuk akan merespon seperti apa.
Jika saja mereka berani melarikan diri, kemungkinan besar mereka akan tersesat di tengah hutan belantara tanpa bisa kembali ke tempat asal. Resiko terbesar adalah mereka akan terperangkap dan menjadi mangsa binatang buas hingga mati tak tersisa.
Lalu Taehyung yang mengetahui ketakutan di wajah Jennie dan Sooyoung segera saja berjalan mendekat ke arah mereka. Taehyung duduk di kursi di hadapan mereka yang tersekat sebuah meja kemudian menatap tajam ke arah mereka.
Saat itu hanya tatapan yang Taehyung lontarkan ke arah mereka, namun beberapa saat kemudian, seorang bawahannya masuk ke dalam ruangan. Pria itu membawa senapan panjang untuk Taehyung, dan setelah menyerahkan senjata tersebut, anak buahnya meninggalkan ruangan.
Sesaat melihat senapan itu tercekat lah Jennie dan Sooyoung, mereka begitu ketakutan. Berbagai pikiran muncul di kepala mereka tentang apa yang akan Taehyung lakukan kepada mereka dengan senapan itu. Apakah Taehyung akan menembak mereka hingga mati atau entah apa yang akan Taehyung lakukan dengan senapan itu.
"Kalian tahu ini benda apa kan? sebuah senapan. Di dalamnya aku sudah menyuruh anak buahku untuk memasukkannya beberapa peluru. Jadi jika ini menembus kepala seseorang pasti kalian tahu kan orang itu akan seperti apa?" Taehyung segera memalingkan pandangannya ke arah Jennie dan Sooyoung, menatap mereka dengan sinis.
"Mati." lanjut Taehyung. Saat itu Taehyung mengatakan kata mati dengan begitu tegas dan tajam seolah menjadikannya ancaman untuk Jennie dan Sooyoung.
"Sebenarnya kalian melakukan ini dengan rangka apa sih, menculik anakku yang berusia 1 tahun itu, hmm?
"Mau sengaja mencari masalah denganku atau cuma sekedar bermain-main, tapi kalau cuma sekedar bermain-main ini sangat tidak lucu loh Jennie. Ini sangat mengerikan kau tahu!" dari yang semula terlihat kalem, suara Taehyung langsung sangat keras dan ngegas seolah menunjukkan betapa murkanya ia dengan semua tindakan Jennie dan Sooyoung yang telah menculik anaknya, Hyun Woo.
Saat itu Jennie dan Sooyoung masih juga terlihat begitu hening, keduanya tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Hingga tiba-tiba, gebrakan tangan Taehyung yang sangat keras di atas meja membuat keduanya tersentak dan berbicara dengan tergagap.
Brakk !!
"Apa sebenarnya maksud kalian melakukan ini, jawab!" tegas Taehyung.
Lalu dengan gemetar Jennie pun menjawab. "P-pak, Taehyung. Saya bisa menjelaskan ini kok, saya nggak serius kok untuk menculik Hyun Woo. Cuma main-main saja, dia sepertinya butuh hiburan. Jadi saya membawanya keluar saja tadi, maaf karena tidak bilang ke bapak dulu."
Semua alasan Jennie berhasil membuat Taehyung bertepuk tangan dan tertawa. Di saat-saat seperti ini masih bisa ternyata Jennie melawak. Semua alasannya sangat tidak masuk akal dan semakin membuat Taehyung penasaran dengan apa yang membuatnya sampai senekat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
