Episode 73. Ketika Teror Menyapa Rumah Tanggaku

76 4 0
                                        

"Apa? mau jalan-jalan? Nak, ini udah menjelang sore, kamu mau jalan-jalan ke mana? besok aja lah." Suzy nampak tidak setuju dengan permintaan Jisoo untuk pergi liburan bersama Jennie dan juga Nayeon.

Selain karena waktu memang sudah menjelang sore, saat ini Taehyung juga sedang tidak ada di rumah. Suzy merasa tidak tenang jika Jisoo akan pergi liburan bertiga dengan temannya apalagi mereka sama-sama perempuan. Harus ada satu orang laki-laki di antara mereka yang bisa ikut serta dan menjaga mereka selama liburan.

Lagipula ketiga sahabat itu juga baru terlihat akrab setelah bertahun-tahun berpisah. Jadi dengan kondisi itu bagaimana bisa mereka memutuskan untuk liburan bersama? Dan bagaimana mereka bisa mengetahui bahwa persahabatan mereka masih sama seperti dulu? Mereka harus menghadapi tantangan baru dan mengatasi masa lalu yang mungkin masih terpendam. Apakah mereka akan berhasil melewati semua itu dan kembali merasakan kebersamaan yang dulu pernah mereka rasakan?

"Come on, Bun. Aku udah janjian sama Jennie dan kita udah nyusun rencana untuk jalan-jalan. Kita nggak akan pergi jauh kok, cuma di sekitar sini aja. Kita cuma pengen menghabiskan waktu bertiga Bun, udah lama loh kita nggak jalan-jalan seperti dulu. Tolong ya, Bun, izinin kita pergi kali ini. Aku janji kita nggak akan lama dan pasti baik-baik saja. Aku tahu bunda khawatir kalau kita pergi bertiga di sore-sore seperti ini, terutama karena kita semua perempuan. Tapi jangan khawatir, Bun. Kita akan aman dan baik-baik saja. Lagi pula Nayeon juga lagi otw ke sini. Bun, please, izinkan kami pergi," pinta Jisoo dengan raut wajah yang penuh harap.

Di sini Jisoo terus memohon kepada Suzy dan Min Ho, yang terlihat sedang berpikir dan saling pandang untuk memutuskan keputusan apa yang akan mereka berikan untuk menanggapi permintaan Jisoo ini. Sebenarnya mereka percaya pada Jisoo Jika dia dan kedua temannya akan baik-baik saja, namun, ini sudah terlalu sore dan waktu ashar akan segera tiba. Mereka bertanya-tanya, ke mana Jisoo dan teman-temannya akan pergi di waktu yang sesempit ini? Bahaya jika mereka harus pulang di malam hari. Suzy dan Min Ho merasa khawatir dan cemas, tetapi mereka juga tidak ingin mengecewakan Jisoo. Mereka harus memutuskan dengan hati-hati, karena keputusan mereka akan memengaruhi keselamatan semua orang.

"Nak, Bunda sebenarnya tidak melarangmu untuk pergi liburan bersama temanmu, tapi ini sudah sore nak, ayolah, ikuti dan nurut kata-kata Bunda. Besok aja lah kalian liburannya, sekalian ajakin Taehyung juga agar dia bisa selalu menemanimu dan menjaga kalian. Bunda rasanya tidak bisa tenang jika kalian pergi liburan dengan hanya sama-sama perempuan seperti itu. Sudah ya, kamu katakan pada kedua temanmu untuk liburannya besok saja. Bunda nggak menerima bantahan lagi, kamu nurut sama Bunda." ujar Suzy dengan tegas, tanpa ragu sedikit pun.

Sepertinya ucapan Suzy begitu kuat dan tak terbantahkan, membuat Jisoo dengan hati yang berat akhirnya menuruti perintah atau saran dari ibunya. Dengan langkah berat, Jisoo kembali ke depan dan dengan penuh kejujuran menceritakan semuanya kepada Jennie.

"Yah, gak jadi ya Jis, padahal aku udah ngatur rencana loh tadi kita mau pergi liburan ke mana, tapi ya ucapan tante Suzy bener juga sih, ini udah lumayan sore, jadi waktu seperti ini nggak baik untuk kita yang sama-sama perempuan pergi liburan terlalu jauh. Ya udahlah kita liburannya besok aja sekalian nanti di rumah aku mau ngatur tempat dan rencana kita buat pergi ke mana liburan besok. Oh iya, aku bilangin Nayeon dulu ya kalau liburannya diganti besok soalnya dia udah otw ke sini." Jennie tampak kecewa dengan Jisoo yang mengatakan jika liburannya akan diganti esok hari.

Dia yang sebelumnya sudah mengatur segala tempat mana yang akan mereka singgahi sebagai tujuan liburan kini harus terpatahkan dengan keputusan Suzy yang menolak mereka liburan hari ini.

Sebenarnya alasan dari Suzy ada benarnya. Mereka yang sama-sama perempuan dan waktu yang sudah menjelang sore seperti ini tidak baik untuk mereka pergi liburan terlalu jauh.

Namun, tetap saja Jennie merasa kecewa, karena setelah sekian lama dia tidak pergi liburan bersama Jisoo, akhirnya dia bisa pergi liburan lagi bersama sahabatnya itu. Namun, harapannya itu hancur dengan penolakan Suzy dan semua alasan yang ia berikan. Jennie membayangkan betapa bahagianya mereka berdua bersama Nayeon, tertawa riang dalam liburan yang mereka impikan. Tapi, semua itu seakan sirna dengan penolakan itu.

......................................

"Mas, kamu jangan berkilah lagi, Tadi pagi aku dapat pesan dari seseorang dan di sana nunjukin kamu lagi makan dan bermesraan dengan Han So Hee di sebuah restoran mewah. Ayolah mas, katakan aja semuanya, nggak usah bohongin aku lagi. Aku cukup kecewa ya sama kamu, setelah semua janji yang kamu ucapin sama aku, kamu dengan teganya selingkuh sama perempuan itu di belakangku. Kamu sebelumnya sudah berjanji lho sama aku untuk akan menjauhi perempuan itu dan akan berfokus padaku. Tapi ini apa mas? apa?! Kamu tega! Kamu sudah duain aku dan hancurin janji pernikahan kita ..,"

"Jika kamu mengatakan bahwa aku pernah berselingkuh dengan Taehyung sebelumnya, aku memiliki alasan mengapa aku melakukan itu. Saat itu, aku merasa sangat kesepian dan tidak ada orang lain yang bisa aku mintai tolong untuk menemaniku, selain Taehyung. Semua ini terjadi karena kamu terlalu sibuk dan aku merasa terabaikan, itulah mengapa aku memilih jalan itu. Dan kamu mas, kamu dapat berselingkuh dengan dia. Kamu sudah hancurkan kepercayaanku yang sudah memutuskan untuk meninggalkan perselingkuhanku dengan Taehyung dan akan berfokus kepadamu. Kamu sudah menghancurkan semuanya. Mas, kenapa harus dia, kenapa harus perempuan pembawa sial itu? Kamu lupa ya kalau apa yang sudah dia lakukan kepada Taehyung di masa lalu, sudah hampir merenggut nyawanya dan juga kebahagiaannya ...,"


"Mas, besok aku akan pulang ke tempat orang tuaku untuk beberapa minggu ke depan. Aku akan tinggal di sana dan merefleksikan otakku yang sekarang nggak karuan ini. Kamu kalau masih mau melanjutkan hubunganmu dengan dia, baiklah, nggak masalah tapi kamu jangan pernah kaget kalau beberapa saat setelahnya akan ada sebuah surat yang datang kepadamu dari pengadilan agama yang memutuskan perceraian kita," Hye Kyo tampak begitu marah. Dia mengatakan semua uneg-uneknya dan apa yang diketahuinya beberapa saat lalu kepada sang suami ketika dia baru saja tiba di rumah.

Joong Ki yang baru saja memasuki rumah dan belum juga beristirahat langsung saja ditodong begitu banyak pertanyaan dan juga tuduhan dari Hye Kyo yang memang tampak begitu marah saat itu. Raut mukanya dan sorot matanya yang tajam memang sangat menunjukkan betapa emosinya sang istri saat itu saat melihatnya kembali.

"Kyo, aku memang berselingkuh dan aku udah duain kamu. Tapi kamu nggak akan tahu apa alasan dibalik aku berselingkuh itu. Kamu hanya tahu aku berselingkuh dengannya tapi kamu tidak akan tahu mengapa aku memilih berselingkuh dengannya. Aku hanya mencintaimu jadi tidak mungkin aku untuk menduakan cintamu. Aku berselingkuh dengannya itu karena suatu tujuan. Jadi tidak sembarangan saja aku untuk berselingkuh dengannya di belakangmu seperti ini. Sayang, kamu boleh marah sama aku tapi dengarkan dulu penjelasanku. Aku sangat mencintaimu, tidak akan pernah aku untuk menduakanmu dengan orang lain ...,"

"Aku yang memutuskan untuk berselingkuh dengan So Hee itu karena aku ada suatu masalah yang hanya bisa diselesaikan dengan dirinya. Hanya dirinyalah yang mampu menyelesaikan masalahku itu. Beberapa saat yang lalu, kantor kami menerima sebuah ancaman pembunuhan yang tidak hanya melibatkan aku, tetapi juga Taehyung dan kamu juga terkena dampaknya. Aku sebenarnya ingin mengabaikan itu, tapi setelah ancaman itu terus menerus datang, membuatku akhirnya harus mengambil jalan ini ...,"

"Han So Hee, dia tau dan mengerti siapa dalang dibalik ancaman pembunuhan itu. Orang yang mengirim ancaman itu juga menyebutkan So Hee di akhir kalimatnya. Dia mengatakan jika aku ingin selamat maka aku harus meninggalkanmu dan kembali dengan So Hee. Aku tentu aja nggak menerima semua itu, aku mencintaimu dan nggak akan ada seorangpun yang bisa menggantikanmu, termasuk So Hee. Jadi setelah berpikir beberapa saat, akupun memutuskan untuk berpura-pura mendekati So Hee lagi dan mencari tau semuanya darinya ...,"

"Sayang, kamu tau. Ternyata dalang dibalik ancaman pembunuhan itu adalah salah satu mantanmu dan juga musuh keluarga kita. Jung See Hyuk. Orang itulah yang udah menerorku dan berencana untuk menghancurkan pernikahan kita." jelas Joong Ki dengan penuh penekanan dan semangat yang membara.

Bersambung ...

Cinta setelah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang