Malam harinya, setelah tadi siang Yerim menceritakan tentang kedua orang tuanya pada Jisoo, suasana di kamar menjadi tenang. Jisoo duduk bersandar di headboard tempat tidurnya, sembari sibuk memainkan ponselnya dengan serius. Meskipun tampak serius, senyum terukir di wajahnya setelah dia mengetahui bahwa Taehyung akan segera pulang.
Sejak tadi, Jisoo dan Taehyung telah saling bertukar pesan, mereka terlibat dalam percakapan yang penuh canda tawa, hingga tanpa sadar waktu berlalu hampir setengah jam. Jisoo tidak ingin beranjak dari tempatnya, terus asik bertukar pesan dengan Taehyung sambil sesekali mengusap perutnya dengan lembut.
Rasa tak sabar memenuhi Jisoo, ia tak sabar untuk melihat wajah anaknya yang akan segera lahir. Ia bertanya-tanya apakah anaknya akan mirip dengannya atau dengan Taehyung. Jisoo tak sabar untuk menggendong sang buah hati dan memberinya kasih sayang yang tak terhingga.
Tiba-tiba, Suzy memasuki kamar dengan membawa segelas susu ibu hamil, seperti yang biasa dia minum. Dia meletakkan susu itu di nakas di samping Jisoo, lalu duduk di pinggir tempat tidur. Suzy memberikan senyuman hangat pada Jisoo, menunjukkan dukungan dan perhatiannya yang tulus.
"Lagi wa-an sama Taehyung ya? senyum-senyum gitu. Dia udah mau pulang, kok masih sempat wa-an aja?" tanya Suzy begitu melihat Jisoo terus tersenyum sembari asyik bertukar pesan dengan Taehyung di ponselnya.
Lalu mendapati pertanyaan dari bundanya dan dengan cepat ia melanjutkan senyumnya sambil mengalihkan perhatiannya ke arah Suzy. "Iya Bun, bentar lagi dia udah mau pulang. Ini masih di ruangannya sih lagi memeriksa berkas-berkas gitu, tapi bentar lagi dia pulang kok." sahut Jisoo sembari mengalihkan atensinya ke arah ponselnya kembali.
"Sayang, tentang permintaan Yerim tadi bagaimana, kamu mau menceritakannya pada Taehyung nanti?" pertanyaan Suzy berhasil menarik perhatian Jisoo dan membuatnya kembali menatap bundanya lagi dengan penuh perhatian. Wajah Jisoo yang sebelumnya penuh kebahagiaan dan senyum, kini berubah setelah mendengar pertanyaan Suzy mengenai permintaan Yerim tadi siang.
Dalam sekejap, ekspresi Jisoo berubah menjadi serius. Matanya memancarkan kekhawatiran dan pikirannya melayang jauh.
"Ehm, iya Bun rencananya sih aku mau cerita dulu sama Taehyung, mau ngasih tahu sama dia apa yang terjadi sama kedua orang tuanya ya siapa tahu dia tahu sesuatu kan tentang kedua orang tuanya dan setelah itu bisa nyari solusi dan nyatuin mereka lagi. Sebenarnya aku sih pengen nyari tahu sendiri hari ini, tapi ya ini kan orang tua Taehyung, dia berhak tahu tentang apa yang terjadi sama kedua orang tuanya. Oh iya Bun, tadi Taehyung ada ngabarin aku kalau katanya dia mau beliin bunda martabak nih. Bunda suka nggak? atau setelah hamil bunda justru jadi nggak suka sama martabak." sahut Jisoo.
Sebenarnya Jisoo ingin menyelesaikan masalah kedua mertuanya tanpa melibatkan Taehyung. Ia tidak bermaksud apa-apa, hanya tidak ingin membebani pikiran Taehyung yang sedang sibuk dengan pekerjaannya di kantor. Namun, setelah berpikir lagi, Jisoo menyadari bahwa lebih baik jika ia mengungkapkan masalah kedua orang tua Taehyung secara langsung kepada suaminya dan mencari solusi bersama. Hye Kyo dan Joong Ki adalah orang tua Taehyung, dan Jisoo merasa Taehyung penting untuk mengetahui apa yang terjadi pada mereka akhir-akhir ini.
Lalu pembicaraan mereka pun berlanjut, membahas tentang kehamilan mereka dan rencana untuk masa depan setelah kedua anak mereka lahir. Suzy dan Jisoo dengan penuh kekompakan membicarakan hal-hal terkait kehamilan mereka. Namun, tiba-tiba terdengar ketukan di pintu depan, membuat mereka saling menatap sebelum akhirnya beranjak dari tempat duduk dan menuju pintu.
Setelah beberapa langkah, mereka tiba di depan pintu. Suzy membukanya dan di hadapan mereka, Hye Kyo dan Joong Ki berdiri dengan senyum yang memancarkan kebahagiaan. Wajah mereka bersinar penuh kegembiraan. Suzy dan Jisoo yang mengetahui apa yang Yerim ceritakan mengenai mereka saling menatap sebelum akhirnya mengundang mereka untuk masuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
