Episode 13. Romansa mendadak; ada apa dengannya?

373 20 0
                                        

"Ehm Bu, sebenarnya Jisoo baik-baik saja. Saat ini kondisinya sudah dalam masa pemulihan. Lukanya tadi juga tidaklah parah, kami sudah membersihkannya. Tapi .." jeda dokter Mita.

Mendengar kata tapi membuat Suzy begitu takut. Dia yang sebelumnya merasa lega karena ternyata kondisi Jisoo baik-baik saja kembali merasa takut selepas dokter Mita mengatakan kata tapi di akhir ucapannya.

"Tapi apa dok? anak saya baik-baik saja kan?" tanya Suzy begitu cemas.

Air mata perlahan mulai keluar dari pelupuk matanya. Sorotnya yang begitu cemas serta wajahnya yang nampak murung membuat dokter Mita menghela nafas seketika.

Perlahan dokter Mita pun mulai meraih laporan pemeriksaan Jisoo dari tangan seorang suster di sampingnya lalu menundukkan kepalanya dan membaca laporan itu.

Di sana muka dokter Mita masih sama seperti tadi. Sorotnya nampak begitu serius dan helaan nafas yang tidak pernah berhenti dari hidungnya.

Mengapa? Apa yang terjadi pada Jisoo? Bukankah dokter bilang keadaannya baik-baik saja? Tapi mengapa ekspresi dokter Mita sampai seperti itu? Apakah ada hal lain yang terjadi pada Jisoo selain kekurangan darah?

Lalu dokter Mita pun perlahan mulai mengangkat wajahnya dan menatap serius ke arah Suzy.

"Tapi ini sangat aneh Bu. Kondisi Jisoo ini sepenuhnya baik-baik saja. Di dalam tubuhnya tidak kami temukan penyakit apapun. Lukanya tadi juga tidak terlalu serius. Tapi kenapa dia bisa pusing sampai seperti ini? sebelumnya saya sudah memeriksa seluruhnya tapi saya benar-benar tidak menemukan penyakit apapun dalam tubuh Jisoo. Ehm jika sudah seperti ini itu tandanya yang sakit bukanlah raga Jisoo tapi mentalnya. Ibu, sebelumnya Jisoo apa pernah depresi atau trauma akan sesuatu?" tanya dokter Mita.

Penjelasan dari dokter Mita membuat Suzy terdiam seketika. Dia tak bisa merespon apapun selain meneteskan air matanya. Karena penjelasan dari dokter Mita itu sangat-sangat valid dengan kondisi Jisoo.

Jika dilihat dengan mata normal mungkin Jisoo baik-baik saja. Tapi jika dilihat lebih dalam Jisoo itu sakit pada mentalnya.

Karena kejadian buruk yang dialaminya beberapa tahun lalu membuat mental Jisoo begitu down. Karena masalahnya itu bukan hanya tertuju pada Suho saja, tapi Jisoo juga mengalami suatu masalah yang jauh lebih besar dari itu.

Sungguh, Suzy begitu iba dengan anaknya ini. Dia tak tega melihatnya sakit mental seperti ini. Setiap hari terlihat murung, sedih dan selalu mengurung dirinya dalam kamar.

Tak pernah tersenyum ataupun tertawa sedikitpun. Keceriaan Jisoo sudah sepenuhnya hilang setelah traumanya itu.

Lalu perlahan-lahan Suzy pun mulai menceritakan tentang Jisoo, dan masalah apa yang dialaminya. Suzy menceritakan semuanya tanpa ragu, bahkan perihal aib sekalipun Suzy sudah mengatakannya.

Segalanya sudah Suzy ceritakan pada dokter Mita dengan begitu gamblang dan serius. Lalu setelah terdiam dan berpikir begitu lama, dokter Mita pun mulai membuka suaranya perihal kondisi Jisoo ini.

"Ibu, kondisi Jisoo ini memang sedang tidak baik-baik saja. Dia sedang sakit tapi yang sakit bukanlah raganya melainkan mentalnya. Dia tidak akan bisa sembuh jika dibawa ke rumah sakit seperti ini, jadi saran saya lebih baik ibu bawa Jisoo ke psikiater untuk diobati di sana. Ehm, saya ada kenalan psikiater hebat yang mungkin bisa mengobati dan menyembuhkan trauma Jisoo. Ibu dan keluarga apa bersedia untuk membawa Jisoo ke psikiater, jika iya saya akan berikan nomornya nanti Ibu bisa datang ke tempat prakteknya." ujar dokter Mita.

Benar! Jisoo tidak sakit pada raganya melainkan mentalnya. Memang saat ini yang dibutuhkannya bukanlah seorang dokter melainkan psikiater. Tapi keputusan seperti ini harus didiskusikan bersama, dia tidak bisa langsung menyetujuinya jika seumpama suaminya dan juga keluarga Hye Kyo belum mengetahuinya.

Cinta setelah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang