MAAF YA JIKA KEMARIN AKU BELUM BISA UPDATE DI SINI. KEMARIN AKU SEDANG ADA KESIBUKAN HINGGA TIDAK BISA UNTUK UPDATE. TERIMA KASIH YA SUDAH SETIA MENUNGGU. SO HAPPY READING AND HOPE YOU LIKE🤗🤗
.................................................
"Sayang, sepertinya Bunda sangat marah padaku ya, huufftt ... Ya, memang harusnya seperti itu, karena setelah apa yang sudah kulakukan memang sudah sepantasnya mereka marah padaku. Sayang, di sini kamu sudah memaafkanku kan? aku takut sekali jika bunda marah kamu juga turut marah padaku. Kamu, sudah benar-benar memaafkanku kan?" Taehyung masih merasa ragu jika Jisoo sudah memaafkannya. Entah mengapa, di dalam lubuk hatinya Taehyung merasa jika Jisoo belum sepenuhnya memaafkannya.
Rasa-rasanya Jisoo seperti terpaksa untuk memaafkannya. Namun, itu hanya perasaannya saja sementara apa yang Jisoo rasakan tentu Taehyung tidak akan mengetahuinya.
Lalu mendapati Taehyung yang belum sepenuhnya percaya padanya membuat Jisoo seketika menghela nafas berat sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya ke arah Taehyung yang saat itu terlihat fokus menyetir. Atensinya terlihat fokus pada jalanan sebelum akhirnya merasa tersentak di saat Jisoo dengan tiba-tiba memeluk lengan Taehyung dan menyandarkan kepalanya di sana.
"Kamu nggak percaya ya sama aku? aku serius loh sama apa yang aku omongin itu. Aku sudah benar-benar memaafkanmu sayang, bahkan jauh sebelum kamu meminta maaf padaku aku sudah lebih dulu memaafkanmu. Memang saat awal mengetahuinya aku merasa sedikit kesal, aku marah dan ingin sekali menamparmu waktu itu. Karena walaupun aku belum sepenuhnya mencintaimu, kamu adalah suamiku. Jadi jika seseorang sudah menjadi suamiku, dia tidak boleh menanamkan cinta pada wanita lain sekalipun itu adalah ibunya sendiri. Aku tidak melarangmu mencintai mama dengan konteks ibu dan anak. Tapi aku melarangmu dengan keras mencintai mama dengan konteks lawan jenis ...,"
"Kamu tidak perlu ragu begitu, aku sudah benar-benar memaafkanmu, meskipun aku sekarang merasa berat untuk bisa memaafkan mama. Tapi aku akan mencoba untuk bisa memaafkannya perlahan-lahan. Sayang, daripada kamu bimbang seperti ini lebih baik kita jalan ke kedai bakso favoritku saja di depan sana. Di kedai itu, selain bakso yang enak-enak, mereka juga menyajikan beberapa makanan lain, seperti seblak yang juga terkenal. Jadi, kita bisa menikmati beberapa pilihan makanan yang lezat di sana. Oh iya, tentang level bakso yang kumaksud tadi juga ada di kedai itu. Dulu aku pernah memesan bakso dengan level tertinggi dikedai itu sampai akhirnya aku sakit perut dan masuk rumah sakit karena tidak kuat dengan kepedasannya. Sayang, nanti aku sarankan kamu untuk memesan bakso yang level 5 saja ya, soalnya kalau level 6 ke atas itu akan sangat pedas. Bahkan, level 5 saja juga sudah pedas menurutku. Jadi ku sarankan kamu memesan level itu aja, oke." ucap Jisoo.
Di dalam pelukan itu Jisoo terus menyarankan Taehyung untuk memesan bakso level 5 seperti yang disarankannya. Jisoo mengatakan banyak hal pada Taehyung agar dia tidak memesan bakso seperti yang dulu dipesannya. Karena bakso yang dulu Jisoo pesan adalah bakso setan dengan level tertinggi yang dimilikinya yakni level lima belas.
Lalu Taehyung yang mendengar semua ucapan Jisoo hanya mampu tersenyum sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya. "Iya sayang, aku nurut aja sama apa yang kamu ucapkan. Mau kamu menyarankanku untuk memakan level berapapun aku akan nurut. Lagi pula juga kondisi lambungku ini belum sepenuhnya sembuh jadi aku tidak yakin untuk bisa memakan yang level tertinggi. Oh iya, dari sini kita ke mana?"
"Lurus terus sayang, habis itu belok kanan, nah di sana nanti kita lurus lagi habis itu belok kiri. Kedainya ada di sisi kiri, terus di depannya juga ada banner besar yang tulisannya Shine meatball." balas Jisoo. Ia ada merespon pertanyaan Taehyung sebelum akhirnya Taehyung membelokkan laju mobilnya kearah kanan sesuai ucapan Jisoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
