Deg!
"Sayang, Jisoo .. kamu serius sama apa yang kamu ucapkan? a-aku bingung mau ngomong apa lagi. Jujur aku kaget waktu dengar kamu tahu hubunganku dengan Mama. Rasa kagetku ini membuatku nggak mampu ngomong apapun lagi. Tapi sayang, aku minta sama kamu tolong rahasiakan ini ya. Jangan kamu katakan ke papa dulu. Aku bukan mau melanjutkan hubunganku dengan Mama, tapi aku mau mengatakan semuanya sendiri kepada papa. Maaf ya, kalau hal ini buat kamu terkejut. Sebenarnya aku belum ada niatan untuk cerita hal ini sama kamu. Tapi berhubung Kamu sudah tahu sendiri ya tolong jangan marah sama aku. Maafkan aku ya, sekarang aku sudah tidak menjalin hubungan apapun dengan Mama ..
"Aku sudah memutus hubungannya kemarin saat di ruanganmu. Memang aku merasakan cinta pada mamaku, tapi sekarang aku sudah memilikimu. Kamu adalah istriku sekarang, lagi pula hubunganku dengan mama itu adalah suatu kesalahan. Kami nggak bisa terus melanjutkan hubungan ini karena awal aku berhubungan dengan Mama itu karena mama merasa kesepian di saat papa sedang berada di luar kota dan adikku yang sudah lama kuliah di luar negeri. Tujuanku mengajak Mama pacaran ya Karena aku ingin menemaninya dan mengisi hari-harinya yang kosong. Tapi ternyata hubungan terlarang itu bisa menumbuhkan sebuah perasaan yang tidak seharusnya terjadi ..
"Jisoo, makasih kamu sudah nggak marah sama aku ataupun mama. Tapi aku mohon tolong jangan kasih tahu hal ini ke papa ataupun orang tuamu. Aku memang akan mengatakannya, tapi tidak sekarang. Setidaknya menunggu beberapa saat lagi. Ehm, ibumu maksudku bunda benar-benar tahu hubungan ini? Bagaimana responnya setelah tahu?" jelas Taehyung panjang lebar dan penuh dengan penyesalan dan perasaan yang mendalam.
Kini Jisoo mulai mengalihkan atensinya ke arah lain. Ia mulai menundukkan kepalanya dan menghela nafas berat.
"Bunda sudah tahu semuanya, Tae. Awalnya sih kaget, sangat-sangat kaget waktu mendengar pembicaraan kalian. Tapi setelah aku meyakinkan bunda bahwa kamu dan mama hanya bercanda, bunda pun langsung tertawa dan menghiraukan semua itu. Bunda pun langsung melupakannya, buktinya tadi pagi bunda sudah tidak membahasnya kan. Lagi pula bundaku itu adalah seorang pelupa, dia akan melupakan sesuatu hanya dalam waktu sebentar saja. Jadi kamu tidak perlu khawatir soal itu ..
"Dan soal hubunganmu ini aku tidak akan pernah mengatakannya pada siapapun. Tapi pesanku tolong kamu segera mengatakannya pada papamu. Biarkanlah papamu tahu dari mulutmu sendiri ataupun mamamu. Karena jika papamu tahu dari orang lain itu akan sangat berbahaya. Oh iya, kita keluar sekarang ya, papa sama Mama pasti sudah nungguin kita di depan." setelahnya Jisoo dan Taehyung beranjak keluar dari kamar Taehyung. Mereka berjalan beriringan menuju ke ruang tamu tempat di mana Joong Ki dan juga Hye Kyo duduk.
Mereka terlihat mengobrol riang sambil tak henti-hentinya tertawa. Dari senyum keduanya Jisoo merasa keluarga ini akan selamanya tentram dan bahagia bila hubungan Taehyung dan mamanya tidak terungkap.
Namun, itu semua tidak mungkin. Hubungan antara Taehyung dan mamanya itu harus terungkap dan diketahui oleh Joong Ki. Karena jika terus tertutup seperti ini itu akan sangat membebani pikiran. Terlebih jika nanti Joong Ki tahu hubungan ini dari orang lain itu akan sangat berbahaya
"Eh, Tae, Jisoo. Kalian sudah selesai ngobrolnya? Ngobrolin apa?" tanya Joong Ki sesaat melihat Taehyung dan juga Jisoo.
Taehyung dan juga Jisoo mulai duduk di space kosong di hadapan Joong Ki dan Hye Kyo. Keduanya yang terlihat canggung dan hanya saling diam membuat Joong Ki yang memperhatikan mereka merasa aneh.
"Rahasia pa, ini adalah pembicaraan suami istri. Jadi selain kami tidak ada yang boleh mengetahuinya, termasuk papa dan Mama." sahut Taehyung sembari mengalihkan atensinya kearah Joong Ki dan Hye Kyo kemudian menatap serius ke arah mereka.
Lalu Jisoo yang terlihat menundukkan wajahnya, dan ekspresi mukanya kembali sama seperti saat ia di rumah sakit membuat Hye Kyo langsung bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Jisoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fan-Fiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
