Episode 98. Antara Firasat Buruk dan Candaan Biasa

61 6 0
                                        

Di dalam ruangan yang penuh dengan proposal-proposal yang tersusun rapi di atas meja, Taehyung terlihat sibuk memeriksa setiap detail yang tertera di dalamnya. Setelah sebelumnya memberikan beberapa patah kata kepada bawahannya dan sekretaris barunya, Jennie, pandangannya kini kembali terfokus pada proposal-proposal tersebut.

Beberapa saat sebelumnya, bawahan Taehyung meninggalkan ruangan dengan langkah terburu-buru, meninggalkan Taehyung dan Jennie di dalam keheningan. Jennie, yang baru saja menjadi sekretaris baru, terdiam di tempatnya, terlihat seperti sedang berusaha mencari arah atau mungkin merenung tentang langkah apa yang sebaiknya diambil.

Pandangannya terus berkelana dari satu sudut ke sudut lain, kadang-kadang terhenti pada Taehyung yang tengah asyik memeriksa proposal-proposal di meja kerjanya.

Kemudian, Taehyung yang sadar bahwa Jennie masih terdiam di tempatnya, segera mengalihkan pandangannya ke arah Jennie. "Ehm, Jen. Kenapa kamu masih diem aja di sini? sekarang kamu balik ke ruang kerja kamu terus mulailah bekerja. Besok ada pertemuan dengan klien pukul 10 pagi, kamu bisa mengatur jadwalnya kan? dan tolong siapkan juga presentasi terkait proyek yang sedang kita kerjakan bersama klien tersebut. Saya ingin memastikan bahwa semuanya berjalan lancar. Baiklah, sekarang cuma itu tugas kamu, kamu bisa keluar sekarang."

"Baik pak, segera akan saya kerjakan tugasnya. Saya permisi keluar ya pak, mari." setelahnya tampak Jennie keluar dari ruangan dengan sorot malu-malu yang terpancar dari wajahnya. Namun, di balik raut wajahnya yang malu, terlihat senyuman kecil yang menghiasi bibirnya.

Beberapa saat setelah Jennie keluar, Taehyung kembali memfokuskan perhatiannya pada proposal-proposal yang tersebar di meja kerjanya. Sesekali, ia mengambil waktu sejenak untuk mengecek ponselnya, berharap ada pesan dari Jisoo. Namun, rupanya pesan yang ia tunggu tidak kunjung datang.

Meskipun ponselnya tetap sunyi tanpa pesan dari Jisoo, Taehyung tetap fokus pada tugasnya. Dia memeriksa setiap proposal dengan teliti, memastikan tidak ada detail yang terlewatkan. Di dalam hatinya, ia berharap bahwa segala kerja kerasnya akan membuahkan hasil yang memuaskan, termasuk dalam rumah tangganya dengan Jisoo.

.................................................

Sementara itu di dalam rumah Suzy, suasana hangat tercipta saat Jisoo dan Suzy duduk bersama menonton acara TV. Mereka tertawa dan menikmati momen kebersamaan yang penuh kegembiraan. Namun, tiba-tiba, kedatangan Yerim menarik perhatian mereka.

Yerim, dengan senyumannya yang ceria, masuk ke dalam ruangan dengan penuh semangat. Sorot matanya yang berbinar menarik perhatian Jisoo dan Suzy. Mereka berdua penasaran dengan apa yang Yerim bawa atau ceritakan.

"Kalian serius banget sih. Dua ibu hamil duduk berdampingan nonton TV gini. Wah, kalau difoto terus di upload di sosmed kayaknya bagus ya. Ehm, kak Jisoo. Tadi kak Taehyung berangkatnya pagi banget deh. Terus buru-buru gitu. Mau ke kantor ya, ada meeting?" tanya Yerim dengan penuh keingintahuan sembari duduk di sebelah Jisoo. Ia dengan lembut mengusap perutnya, tersenyum dengan penuh kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya.

"Oh nggak, emang aku suruh berangkat pagi-pagi, soalnya kan lokasi kantornya itu jauh, aku nggak mau dia kesiangan walaupun dia itu CEO di perusahaan itu. Kalau tentang ada meeting atau enggak sih jujur aku nggak tahu ya. Kenapa, kayaknya kamu nyariin dia banget ya? kangen?" goda Jisoo sembari tersenyum kearah Yerim dan dengan lembut mencolek dagu Yerim dengan perasaan gemas yang tak bisa ia sembunyikan.

Lalu Yerim yang mengetahui respon Jisoo langsung saja cemberut dan memajukan bibirnya lima centi. Sorot matanya mencerminkan rasa kesal, sementara tangannya terlipat di depan dadanya. Suzy dan Jisoo saling memandang, mengetahui betapa lucunya situasi ini, sebelum akhirnya tertawa kecil.

Adik Taehyung ini memang begitu menggemaskan. Meskipun usianya sudah menginjak dua puluh tahun keatas, tetapi ia masih belum menampakkan kedewasaannya. Yerim masih terlihat seperti seorang anak kecil atau gadis remaja yang tidak ingin keinginannya diabaikan. Ia akan marah jika kedua orang tuanya tidak memenuhi keinginannya. Sifat lucu dan menggemaskan Yerim ini membuat Jisoo merasa gemas padanya, dan ia tak sabar untuk segera memiliki adik seperti Yerim.

"Ya jelas kangen lah, aku kan adik tercintanya Kak Taehyung. Nggak ngobrol sama Kak Taehyung semenit aja rasanya udah kangen banget. Lah ini, kak Taehyung kok bisa-bisanya pergi ke kantor nggak izin dulu sama aku. Jahat banget deh. Sekiranya bilang dulu lah sama aku kalau mau ke kantor, jangan main pergi gitu aja. Kayak posisiku nggak penting aja di sini." kesal Yerim.

Dengan raut wajah yang masih terpancar rasa kesal, gadis itu tetap merasa frustrasi, terutama setelah mengetahui bahwa Taehyung tidak menghubunginya atau mengirimkan pesan padanya. Meskipun mungkin terlihat berlebihan, Yerim telah lama dimanja oleh Taehyung dan kedua orang tuanya, yang membuat Jisoo memahami dan akhirnya membiarkan Yerim tetap dalam keadaan tersebut. Alih-alih memberikan nasihat, Jisoo justru ikut memojokkan Yerim, membiarkan gadis itu mengekspresikan rasa kesalnya.

"Yaampun, Yer. Segitu marahnya ya kamu sama Taehyung. Kakak aja yang istrinya kalau lihat Taehyung langsung pergi ke kantor tanpa izin ke kakak dulu, rasanya biasa aja tuh, nggak gimana-gimana. Kamu kok sampai segitunya sih, kayak pacarnya aja. Heran deh kakak." sahut Jisoo.

"Ya emang aku pacarnya, kenapa? aku itu cemburu kalau lihat kak Taehyung itu jauh lebih sayang sama kakak daripada aku. Rasanya aku tuh pengen bilang kalau aku itu pacarnya Kak Taehyung, jadi kak Taehyung juga harus perhatiin aku. Sakit tahu hati aku lihat Kak Taehyung sekarang berubah gitu. Aku yang sekarang udah pulang lagi ke sini bukannya kak Taehyung menyambut aku terus ngajakin aku main lagi kayak dulu, malah kelihatan cuek gitu sama aku. Nggak peduli. Ish, sebel deh!" seperti anak kecil. Lucu sekali Yerim ini.

Sorot kesal yang terpancar dari wajah Yerim dan ekspresi wajahnya yang tertekuk membuat Jisoo dan Suzy tak bisa menahan tawa. Mereka merasa terhibur dengan tingkah polah Yerim yang kekanakan dan sangat manja terhadap Taehyung. Meskipun Yerim mengklaim sebagai pacar Taehyung, bukannya membuat Jisoo cemburu, malah membuatnya tertawa sampai ngakak. Melihat tingkah laku Yerim yang lucu seperti ini, Jisoo merasa senang dan terhibur.

"Tertawa aja terus, tertawa. Nanti kalau kakak tiba-tiba pulang gandeng cewek lain baru tahu rasa." ucapan Yerim kali ini berhasil membuat Jisoo terdiam. Kata-katanya begitu menusuk hati Jisoo, memaksa Jisoo untuk merenung dalam keheningan yang mendalam. Seperti mendapat sengatan listrik, Jisoo sangatlah terkejut dengan Yerim yang mengatakan semua itu.

"Aku tahu sekarang Yerim sedang bercanda, tapi kenapa rasanya kayak ngena banget ya di hati aku. Kayak mendapat sebuah firasat gitu loh. Firasat nggak enak. Huufftt ... nggak. Nggak bisa. Pasti ini cuma pikiranku doang. Nggak akan ada yang terjadi apa-apa pada Taehyung dan rumah tangga kami. Lagi pula Taehyung sangat mencintaiku kok dan aku tahu perasaannya itu. Nggak mungkin ucapan adiknya ini jadi kenyataan. Lagian Yerim juga suka bercanda pasti sekarang dia juga sedang bercanda." batin Jisoo mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa pikirannya tentang ucapan Yerim tidak perlu dianggap serius. Hanyalah candaan biasa seperti yang sering dilakukan oleh Yerim.

Bersambung ...

Cinta setelah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang