Setelah berjalan cukup jauh, Taehyung, Jisoo, dan Hye Kyo akhirnya sampai di tempat mobil Taehyung terparkir. Selama perjalanan, mereka memilih untuk diam, tidak ada kata atau percakapan yang terlontar sampai mereka memasuki mobil Taehyung.
Saat itu kondisi mobil tampak begitu sepi dan sunyi, memperkuat suasana hening yang sudah terasa. Setelah mereka masuk, Jisoo memilih untuk duduk di kursi depan, tepat di samping Taehyung, sementara Hye Kyo memilih untuk duduk di belakang. Mereka tetap diam, tidak ada yang berbicara atau mencoba memecah keheningan yang ada. Semuanya terus bungkam hingga mobil itu mulai bergerak.
Hampir di sepanjang perjalanan mereka tak ada yang berbicara, hanya keheningan lah yang menemani perjalanan mereka. Semuanya sama-sama bungkam dan fokus pada kegiatan masing-masing.
Jisoo yang saat itu fokus pada ponselnya, Taehyung yang memfokuskan diri menyetir. Sama sekali tak menyadari jika sedari tadi Hye Kyo terus menatap cemas ke arah mereka.
Tatapan Hye Kyo tampak penuh rasa bersalah, dan ada sedikit gurat ketakutan di wajahnya. Dia seakan-akan ingin mengungkapkan sesuatu, namun tampaknya hal tersebut terlalu berat untuk diungkapkannya.
"Jisoo, Taehyung, maafin mama ya. Nggak tahu kenapa Mama bisa sampai ngerasain ini. Mama menyesal sekali nak, maafin mama ya. Ke depannya Mama janji nggak akan ngelakuin ini lagi. Please, jangan diamin Mama kayak gini." setelah sekian lamanya terdiam dan mengatur kata-kata yang hendak diucapkannya, kini Hye Kyo terlihat membuka suaranya dan mengungkapkan apa yang dirasanya saat itu.
Dia terlihat begitu sedih dengan ekspresi dan sikap Taehyung dan Jisoo saat itu. Sepertinya mereka tengah marah pada Hye Kyo, sikap dingin mereka dan sorot cuek yang mereka lontarkan membuat Hye Kyo begitu menyesal. Dia menyesal karena telah merasa cemburu pada kedekatan mereka dan meluapkan kekesalannya di toilet.
Sebelumnya, dia tidak berpikir panjang sebelum melampiaskan kekesalannya. Namun, setelah Jisoo memberitahunya bahwa toilet tempat Hye Kyo meluapkan kekesalannya adalah toilet umum, membuat Hye Kyo merasa takut. Dia khawatir karena saat melampiaskan kekesalannya, suaranya terdengar cukup keras. Memang saat dia keluar, tidak ada orang lain di luar toilet. Tidak ada yang tampak mendengarkan ucapannya, tetapi peringatan Jisoo membuat Hye Kyo kembali merasa takut.
Terlebih setelah melihat tatapan aneh karyawati Taehyung tadi. Entah kenapa Hye Kyo merasa jika perempuan tadi mengetahui dan mendengar keluh kesahnya di toilet. Karena selain itu wanita tadi juga terlihat ketakutan saat menatapnya. Berulang kali dia mengalihkan tatapannya sewaktu Hye Kyo menatapnya.
"Mama, nggak usah ngomong kayak gitu. Aku dan Taehyung sudah maafin mama. Tapi saran kami tadi tolong jangan dilanggar. Setelah ini tolong Mama jaga sikap mama, jangan Mama sampai seceroboh tadi. Memang saat Mama keluar dari toilet tak ada seorangpun di luar yang terlihat menguping pembicaraan mama. Tapi apa sebelumnya Mama tidak berpikir jika ada seseorang yang menguping pembicaraan Mama tapi dia sudah lebih dulu keluar sesaat sebelum mama keluar ..
"Tapi semoga saja itu hanya dugaan biasa, karena jika itu benar-benar terjadi dan orang yang menguping itu memberitahukan hal itu kepada orang lain pasti hal ini akan menjadi bumerang untuk kita. Hal itu bisa memunculkan sebuah masalah besar di perusahaan Taehyung dan juga harga diri kita. Aku takut jika hal itu diketahui oleh orang lain, bagaimana respon mereka nanti? Apakah mereka akan menganggapnya biasa dan mengabaikannya, atau justru mereka akan menganggapnya serius dan memberitahukannya kepada yang lain? Ma, tadi saat kita lewat di bawah, mama lihat sendiri kan gimana respon aneh orang-orang saat kita lewat?" ucap Jisoo.
"Entah kenapa aku merasa jika orang-orang itu sedang membicarakan kita dan mengetahui sesuatu dari kita. Terlebih setelah kecerobohan Mama tadi. Aku takut Ma, kalau seumpama di toilet tadi ada yang mendengar keluh kesah mama dan dia membicarakannya pada orang lain, pasti orang-orang tadi berbisik-bisik saat kita lewat ya karena membicarakan hal itu. Sungguh, aku takut jika hal itu benar-benar terjadi. Semoga itu hanya menjadi ketakutanku saja." Jisoo terlihat menepuk jidatnya pelan dan menggelengkan kepalanya berulang kali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
