Episode 110. Nafsu yang Membawa Petaka

186 6 0
                                        

Hai guys, maaf ya jika di bab ini ada kesalahan ataupun situasi yang tidak sesuai sama kalian. Tapi terima kasih sudah membaca 😊😊

....................................

Lalu tepat di sore harinya atau hampir menjelang pukul setengah lima, tampak Taehyung memasuki rumah Suzy dengan wajah yang mencerminkan kelelahan yang mendalam. Tanpa mengetuk pintu atau mengucapkan sepatah kata pun, dia melangkah dengan langkah lelah menuju kamar.

Sesampainya di kamar yang terlihat tertutup, Taehyung terkejut melihat Jisoo sedang berganti pakaian di dalamnya. Awalnya, kelelahan membuat Taehyung ingin segera berbaring, namun begitu dia masuk tanpa mengetuk pintu, dia terkejut melihat Jisoo berdiri di depan pintu lemari dengan posisi yang tercermin di kaca, tanpa busana.

Entah apa yang sedang dilakukan oleh Jisoo, namun meskipun Taehyung mendekatinya perlahan, tanpa suara, Jisoo sama sekali tidak menyadarinya. Matanya terus terpaku pada ponselnya, seolah tengah terlibat dalam percakapan dengan seseorang.

Ketika Taehyung berada tepat di belakang Jisoo, dia tiba-tiba memeluknya. Pelukan itu terasa hangat, dan Jisoo terkejut dengan hadirnya Taehyung yang begitu tiba-tiba. Terlebih lagi, Jisoo berada dalam keadaan telanjang, sehingga rasa malu pun menyergapnya.

Tak pernah terlintas dalam benak Jisoo bahwa Taehyung akan berada di belakangnya seperti ini, terlebih lagi tanpa mengetuk pintu atau memberi tahu saat hendak masuk. Namun, dalam momen itu, meskipun terkejut, ada kehangatan yang terasa dalam pelukan mereka, mengingatkan mereka akan kebersamaan dan cinta yang mereka miliki.

"S-sayang, kamu apa-apaan sih kaget loh aku. Baru aja aku mau ganti baju, kamu tiba-tiba masuk kayak gini. Ketuk pintu dulu kek atau ngomong apa gitu biar aku bisa antisipasi pakai baju dulu." ucap kesal Jisoo mengetahui Taehyung yang tiba-tiba memeluknya seperti ini dan mengejutkannya.

Namun, Taehyung sama sekali tidak mendengarkan perkataan Jisoo, entah kenapa pikirannya tiba-tiba melayang entah ke mana. Dia yang melihat Jisoo dalam keadaan seperti itu, langsung saja teringat bahwa sudah lama sekali mereka tidak bermain bersama sebagai suami istri.

Sembari masih terus memikirkan hal itu, tangan Taehyung yang sebelumnya memeluk leher Jisoo turun perlahan hingga mencapai dua bukit Jisoo. Tanpa ragu, Taehyung meremas, membelai, dan memainkannya dengan penuh nafsu.

Entah apa yang membuatnya begitu bernafsu, namun Jisoo yang menyadari apa yang dilakukan oleh Taehyung langsung mendesah. Desahannya begitu kuat sehingga Suzy, yang tidak sengaja lewat di depan kamar Jisoo, terhenti dan memutuskan untuk mengintip ke dalam kamar.

Suzy terkejut melihat mereka dalam posisi seperti itu, terlebih lagi dari pantulan cermin, Suzy melihat Jisoo dalam keadaan telanjang.

"Oh tidak. Mereka ngapain itu, sore-sore kok udah main sih. Mana pintunya nggak dikunci lagi. Jadi pengen kan aku sekarang, udah lama banget aku nggak main sama Mas Min Ho. Ih, itu Jisoo juga ngapain nggak pakai baju terus berdiri di depan cermin lagi. Huh, sebel deh." Suzy pun segera pergi dari tempat itu dengan langkah terburu-buru.

Rasanya begitu kesal melihat mereka dalam posisi seperti itu, membuat Suzy iri dan tidak sabar untuk segera memainkannya lagi bersama suaminya.

Sementara itu di dalam kamar, Taehyung yang mengetahui Jisoo mulai terangsang dengan permainannya segera saja menggendong Jisoo ala bridal style ke atas ranjang yang saat itu tengah dalam keadaan kosong. Anaknya dan juga adiknya tidak ada di sana.

Dengan tanpa persiapan apa pun, Taehyung dengan penuh nafsu memanjakan Jisoo dan membawanya ke dalam permainan yang penuh gairah. Sudah lama sekali Taehyung merindukan kehangatan istrinya dan permainan yang membara, karena selama ini Taehyung telah berpuasa dari momen-momen tersebut.

"Sayangg, ahh ... aku baru melahirkan. Sakitt, jangan nusuk aku dulu." Jisoo merasa kesakitan pada organ kewanitaannya karena Taehyung mulai saja memasukkan miliknya ke sana.

Rasanya nyeri karena Jisoo baru saja melahirkan kemarin pagi atau enggak kemarin lusa.

Rasanya masih sangat menyakitkan bagi Jisoo untuk melakukan aktivitas yang intens saat ini. Namun, meskipun Jisoo memberikan peringatan, Taehyung tidak berhenti dan terus melanjutkan aksinya, membuat Jisoo akhirnya berteriak kesakitan. Bahkan, darah pun mengalir.

"Akkhh ... perih. Sayang, berhenti. Jangan main dulu. Sakit punyaku." lalu Taehyung yang mengetahui jika tindakannya ini salah dan malah menyakiti Jisoo langsung saja menegakkan badannya. Dia beranjak menutupi tubuhnya dan Jisoo dengan selimut kemudian membawa Jisoo ke dalam pelukannya.

Perasaan bersalah kini mengisi hati Taehyung. Ia menyadari bahwa ia telah lupa akan kondisi Jisoo yang baru saja melahirkan. Tindakannya tidak bisa dibenarkan, dan bukannya memberikan kepuasan dan kebahagiaan bagi Jisoo, malah akan menyebabkan rasa sakit pada tubuhnya yang masih terasa nyeri.

"Sayang maafkan aku. Ya ampun aku lupa loh kalau kamu itu baru melahirkan dan kita nggak bisa ngelakuin ini sekarang. Sekali lagi maafkan aku sayang, aku nggak sengaja. Aku terlalu terbuai sama nafsu tadi sampai melupakan segala hal." ucap Taehyung sembari terus memeluk Jisoo yang kini mulai menangis.

Darah yang keluar dari organ kewanitaannya semakin deras. Semakin banyak hingga Jisoo meringis kesakitan.

Lalu dibantu dengan Taehyung, Jisoo mulai mengenakan pakaiannya dan membersihkan organ kewanitaannya yang masih terus mengeluarkan darah.

Ia memilih untuk tetap diam, tidak mengatakan apapun kepada Taehyung. Selain merasa kesal karena Taehyung lupa bahwa ia baru saja melahirkan, Jisoo juga masih merasakan sakit pada organ kewanitaannya yang membuatnya enggan untuk bangun dari tempat tidur.

Beberapa saat setelah Taehyung membenarkan posisi Jisoo dan membuatnya berbaring dengan nyaman, Suzy masuk ke dalam kamar dengan baby Dain yang ia gendong dalam pelukannya.

Awalnya, Suzy terlihat bahagia melihat putri kecilnya dan cucu tampannya berinteraksi dengan gembira, saling tertawa dengan kelucuan yang mereka tunjukkan. Namun, ketika mereka tiba di dalam kamar Jisoo, Suzy terkejut sejenak saat melihat mata Jisoo yang sembab seolah-olah baru saja menangis.

Tanpa berpikir panjang, Suzy segera mendekati Jisoo dan duduk di tepian ranjang di sebelahnya. Ia merasakan kekhawatiran dan ingin tahu apa yang membuat Jisoo merasa sedih. "Sayang, kamu habis nangis ya, kenapa, kok nangis sih?" tanya Suzy khawatir.

Namun, Jisoo memilih untuk tetap diam, tidak mengatakan apapun sebagai respons terhadap pertanyaan Suzy. Dengan hati yang berat, Taehyung pun mengambil inisiatif untuk menjelaskan kondisi Jisoo dan alasan di balik air mata yang mengalir dari matanya.

Dengan jujur dan terbuka, Taehyung menjelaskan segalanya tanpa menyembunyikan apapun, termasuk dorongan nafsunya yang tiba-tiba muncul saat melihat Jisoo dalam keadaan telanjang di depan cermin.

Taehyung juga menjelaskan bagaimana permainan panas tersebut membuatnya lupa bahwa Jisoo baru saja melahirkan dan dalam kondisi yang seharusnya tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas tersebut. Dia menyadari bahwa tubuh Jisoo masih sangat rentan dan memaksanya untuk bermain akan menyebabkan rasa sakit yang tak terbayangkan.

Mendengar penjelasan Taehyung, Suzy terkejut dan merasa kemarahan mulai memenuhi hatinya. Ia merasakan gelombang emosi yang melanda hatinya, dipenuhi dengan kekecewaan dan kemarahan setelah mengetahui semua yang telah terjadi.

"Apa-apaan sih kamu, Tae. Istri kamu ini baru melahirkan loh, belum bisa menghitung seminggu dia melahirkan, tapi kamu sudah dengan nekatnya mengajaknya bermain seperti itu! sebenarnya pikiranmu di mana sih, hah?! kamu tidak bisa melihat jika istrimu ini masih sangat lemah, Bunda tahu kamu sangat ingin mengajak Jisoo bermain. Sudah lama kamu berpuasa sama seperti ayah kamu, tapi bersabarlah dulu, istrimu ini sama seperti Bunda yang belum bisa bermain. Milik kita masih terasa nyeri jika harus dibuat bermain. Jangankan bermain berjalan aja rasanya nggak karuan." omelan-omelan Suzy dan juga ceramahnya yang panjang membuat Taehyung menghela napas, namun juga mengakui bahwa semua ini adalah kesalahannya.

"Maaf Bun, aku lupa, aku terlalu terbawa sama nafsu hingga melupakan segalanya. Sekali lagi maafkan Taehyung, Taehyung menyesal." ucap Taehyung sembari menundukkan kepalanya dan menghela nafas panjang, merasakan beban kesalahan yang menghantuinya.

Bersambung ...

Cinta setelah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang