Lalu Jisoo yang sebenarnya kepikiran dengan ucapan Yerim dan menganggapnya terlalu serius langsung saja tertawa guna menetralisir perasaan dan juga ekspresi wajahnya.
Ia sebenarnya kepikiran dengan ucapan Yerim itu, namun agar Yerim dan juga bundanya tidak mengetahui perasaan yang dirasanya sekarang lebih memilih untuk tertawa dan berpura-pura menganggap ucapan tersebut hanya sebagai lelucon biasa.
"Kamu apaan sih, Yer. Nggak baik tahu ngomong kayak gitu. Kakak kamu mah nggak mungkin bakal gandeng cewek lain selain kakak. Kakak kamu kan cinta banget sama kakak, nggak mungkin lah dia itu sampai menghianatin kakak. Kecuali kalau dia kepepet atau ada seseorang yang maksa dia. Tapi ya jangan sampai lah, jangan sampai. Ih, gara-gara ucapan kamu Kakak jadi kepikiran loh ini." ucap Jisoo.
Lalu Yerim yang mengetahui Jisoo kepikiran dengan ucapannya langsung saja tertawa. Dia ada tertawa ngakak sembari menepuk-nepuk tangannya berulang kali.
"Nah kan kakak kepikiran kan. Makanya jangan nganggap enteng ucapanku itu. Aku itu adiknya kak Taehyung loh, semua ucapan adiknya itu pasti jadi kenyataan, ya walaupun jangan sampai jadi kenyataan sih soalnya aku itu udah sayang banget sama Kakak jadi aku nggak mau kakak ipar lain selain kak Jisoo. Ehm, kak, maafin aku ya untuk ucapanku tadi, aku iseng aja loh sebenarnya ngucapin itu. Nggak ada maksud apa-apa. Tapi kalau sampai bikin Kakak kepikiran tolong maafin aku ya." Yerim tampak menyesal dengan semua ucapannya. Terlihat dari muka bersalahnya dan juga wajahnya yang mulai tertekuk membuat Jisoo akhirnya meraih pundak Yerim dan membawa Yerim ke dalam pelukannya.
"Iya nggak papa kok sayangku, santai aja ya. Kakak udah tahu kok kalau kamu itu lagi bercanda cuma nggak tahu kenapa Kakak itu tiba-tiba mikirnya jadi serius gitu loh. Tiba-tiba kepikiran aja. Ehm, oh iya, mama Hye Kyo kemana, udah hampir dua minggu ini mama nggak datang ke sini? lagi sibuk banget ya sama butiknya atau lagi ada urusan penting?" tanya Jisoo penasaran.
Sudah hampir dua minggu lamanya Hye Kyo dan Joong Ki tidak datang berkunjung ke rumah Suzy. Mereka kadang berkirim pesan lewat telepon, namun itu sangat jarang sekali seperti mereka berdua sedang ada masalah ataupun terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka sampai tidak sempat untuk bertukar pesan atau bahkan datang ke rumah Suzy.
Lalu Yerim yang mendengar pertanyaan Jisoo itu langsung saja mengurai pelukannya dan menatap serius ke arah Jisoo. Dari tatapan Yerim, Jisoo seperti melihat sesuatu aneh ataupun serius yang ingin Yerim katakan kepadanya. Sesuatu mengenai kedua orang tuanya.
Kemudian, setelah satu tarikan nafas yang panjang Yerim pun menganggukkan kepalanya. "Iya kak, Mama sama papa emang lagi sibuk sama pekerjaan mereka, sibuk banget. Butik mama juga tiba-tiba ramai gitu terus perusahaan papa juga kabarnya sih lagi menangin tender-tender gitu jadi ya lagi sibuk-sibuknya lah ya. Papa sering banget keluar kota buat ngurusin pekerjaannya, terus Mama juga sering banget pulang malam gara-gara ngelayanin customer di butiknya. Mereka itu emang lagi sibuk banget Kak sekarang. Jarang ada di rumah, jadi alasan kenapa aku lebih milih buat tinggal di sini sama kalian daripada tinggal di rumah ya itu karena mereka emang selalu sibuk sampai nggak ada waktu buat aku ...,"
"Jadi daripada aku gabut di rumah yang alhasil aku akan sendirian karena mereka sibuk sama dunia mereka sendiri. Lebih baik aku di sini nemenin kakak sama tante Suzy terus nempel-nempel sama kak Taehyung. Di sini aku banyak temennya dan gak akan sendirian. Ehm, kak, beberapa hari ini Mama ada hubungin Kakak nggak? kayak ngechat gitu atau telepon?" ternyata benar dugaan Jisoo.
Hye Kyo dan Joong Ki terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka sampai tidak ada waktu untuk berkunjung ke rumah Suzy. Mereka memang orang-orang besar yang posisi mereka sangat jauh di atas Jisoo, jadi karena hal itu, Jisoo sudah memaklumi dan menduga jika kedua mertuanya itu mungkin saja sedang sibuk dengan pekerjaan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
