Setelah insiden gelas pecah yang dilakukan oleh Ayahnya, lantas kini Sona merasa kesulitan untuk tidur. Ia menatap pada punggung sang suami. Keterlaluan sekali Yoongi sebagai suami. Di saat seperti ini, suaminya malah tidur memunggunginya.
"Yoon, bangunlah." ucap Son sembari menepuk pelan bahu sang suami.
Tak ada respon apapun dari Yoongi. Kini Sona malah mendengar suara dengkuran yang membuatnya merasa semakin kesal. Enak sekali, Yoongi yang membuat perutnya membesar seperti saat ini. Seharusnya, Yoongi bertanggung jawab dengan cara mengajaknya mengobrol di saat ia tidak bisa tidur seperti sekarang ini.
Yoongi berbalik. Kini pria berkulit pucat itu tengah menghadap ke arah sang istri, namun dengan mata yang masih terpejam erat, seakan begitu menikmati tidurnya. Sedangkan, saat ini Sona sedang tengah merasa kesulitan untuk tidur.
Melihat wajah sang suami yang tertidur tiba-tiba saja membuat Sona merasa gemas. Sebelumnya, ia tidak pernah merasakan hal seperti ini. Biasanya justru rasa kesal yang dirasakan ketika melihat wajah suaminya yang begitu putih. Apa mungkin karena faktor kehamilan ia jadi merasa aneh seperti sekarang ini.
Dengan begitu perlahan Sona mendekatkan wajahnya pada wajah sang suami. Kini Perempuan yang tengah hamil besar tersebut dapat dengan jelas merasakan hembusan napas suaminya.
Tak dapat menahan rasa gemasnya, membuat Sona tiba-tiba saja menggigit pipi suaminya. Hal tersebut tentu saja membuat Yoongi merasakan sakit pada pipinya, dan membuat manik Pria berkulit pucat tersebut seketika terbangun.
Setelah sepenuhnya terbangun dari tidurnya, Yoongi melihat pada sang istri yang kini tengah tersenyum. Senyuman Sona terlihat menyeramkan di matanya. Sudah jelas yang menggigit pipinya adalah sang istri. Rasa sakitnya sangat nyata, berarti ia tidak sedang bermimpi. Kenapa istrinya tiba-tiba saja menjadi menyeramkan seperti ini. Apa Sona tengah kerasukan. Setelah menggigit pipinya, Perempuan tersebut malah tersenyum dengan sangat lebar, terlihat horor di mata Yoongi.
"Apa yang kau lakukan?" bentak Yoongi sembari memegang pipi yang baru saja mendapat gigitan dari istrinya. Tentu saja, ia merasa tak terima atas apa yang baru saja dilakukan oleh sang istri padanya.
"Aku merasa gemas."
Seakan merasa tidak bersalah, Sona menjawab dengan begitu jujur. Tanpa peduli akan raut kesal yang ditunjukkan Yoongi saat ini. Kelakuan istrinya sudah mulai di luar nalar saat ini. Gemas bukan menjadi alasan untuk menggigit pipinya, apalagi dalam keadaan dirinya tengah tertidur. Ia sadar jika istrinya dalam keadaan hamil, apa Perempuan hamil memang suka aneh-aneh.
"Aku sedang tidur, dan kau menggigit pipiku."
"Aku sedang gemas padamu. Mau gigit lagi."
Yoongi segera menjauhkan diri saat Sona mulai kembali mendekatkan wajahnya. Pria itu segera bangkit dari atas ranjang. Merasa horor dengan kelakuan aneh istrinya. Ini sudah larut malam, dan Sona bertingkah begitu aneh.
"Menjauh dariku." ucap Yoongi yang merasa takut dengan tingkah istrinya yang begitu aneh. Apalagi saat melihat senyuman Sona, yang seakan tidak merasa bersalah setelah menggigit pipinya.
"Aku hanya merasa gemas. Kenapa kau berlebihan sekali?"
Astaga. Apa kata istrinya barusan, ia berlebihan. Yang benar saja. Justru Sona yang begitu berlebihan dengan menggigit pipinya. Tidak bisakah Sona menciumnya saja saat merasa gemas. Atau menggigit bibirnya, agar ia bisa menggigit balik bibir istrinya sampai bengkak. Itu akan lebih terasa nikmat, ketimbang menggigit pipinya.
"Kau boleh menggigitku, tapi jangan di pipi." ucap Yoongi.
"Lalu di mana?" tanya Sona.
Sebuah senyuman penuh arti terpatri pada belah bibir Yoongi. Berciuman dengan liar di malam hari seperti ini tidak akan menjadi masalah, apalagi dilakukan dengan istrinya.
