2017
Seminggu berlalu semenjak kejadian di pesta ulang tahun Jeno, semua berjalan kembali seperti biasanya. Berita mengenai kematian Nam Eunhee pernah menjadi heboh di sekolah, tetapi kemudian surut juga lama-lama.
Senin telah datang kembali, hari ini Dejun bangun pagi karena ada janji dengan Yeri, dia akan membantu Yeri mengerjakan tugas yang belum selesai. Jaemin tentu masih terlelap, dan Dejun meminta Winwin untuk tidak membangunkan adiknya karena adiknya semalaman mengedit foto dan baru tidur pukul satu dini hari. Jaemin sempat mengatakan pada Dejun kalau ada foto yang harus ia edit ada tiga, jadi dia harus lembur, Dejun hanya menemani sampai jam sebelas, lalu setelahnya ia tertidur di kamar adiknya. Dia bangun lagi jam satu dan adiknya baru selesai kerja, lalu baru pergi tidur.
"Pa, gege berangkat lebih awal, ada janji dengan Yeri." ujar Dejun pagi itu saat sampai di ruang makan, Yuta yang mendengarnya mengangguk.
"Yasudah, setelah sarapan nanti kita berangkat, oke?" Dejun mengangguk. Winwin jadi harus memasak sarapan lebih pagi karena semalam Dejun sudah mengatakan akan berangkat lebih pagi.
Rasanya sedikit aneh makan bertiga, biasanya berempat, tapi karena Jaemin masih lelap dan butuh istirahat lebih, jadinya mereka mau tidak mau harus makan bertiga.
"Nanti gege pulang jam enam seperti biasa?" tanya Yuta, Dejun mengangguk.
"Nanti Papa jemput, oke?" Dejun mengangguk lagi dengan pipi penuh makanan.
"Ditelan dulu itu sayang." tegur Winwin, Dejun nyengir mendengarnya lalu segera menelan makanannya.
"Hyung, kau tidak ada perjalanan ke luar negeri kan?" tanya Winwin, Yuta menggeleng.
"Aku tidak pernah melakukan perjalanan ke luar negeri kecuali mendesak, Winnie, bukannya biasanya begitu." jawab Yuta sembari menatap pasangannya.
"Lupa, hanya merasa heran, biasanya pemimpin perusahaan akan melakukan perjalanan luar negeri, tapi hyung banyak di rumahnya daripada pergi-pergi." ujar Winwin, Yuta geleng kepala dengan ucapan sang suami cantik.
"Pa, Dejun sudah selesai sarapan, Dejun tunggu di ruang tengah ya!" Yuta mengangguk, Dejun segera merapikan alat makanannya dan pergi ke kamarnya lebih dulu untuk mengambil bukunya, baru ia pergi ke ruang tengah untuk menunggu Yuta.
Tidak butuh waktu lama, Yuta sudah siap dengan pakaian kerjanya dan keduanya segera pamit pada Winwin, sebelum akhirnya berangkat.
_OUR BOY 50_
Dejun dan Yeri adalah dua siswa yang datang lebih dulu dari yang lain. Ada soal yang tidak Yeri pahami dan dia meminta Dejun untuk mengajarinya, terlebih nanti juga ada ulangan dari pelajaran yang tidak Yeri mengerti hari ini.
"Woah! Kalian sudah sampai lebih dulu?" Koeun masuk bersamaan dengan Mark.
"Lucas dan Hendery belum tiba?" tanya Mark.
"Belum" jawab Yeri.
"Aku melihat motor Lucas, ada di tempat parkir, kemana anak itu pergi?" tanya Mark, Dejun dan Yeri hanya mengangkat bahu mereka.
"Aku ambil absen dulu ya!" pamit Koeun dan dia segera keluar kelas. Tidak lama, Lucas datang dengan tangan menenteng sebungkus roti dan sebotol air mineral.
"Yo! Wassup, man!" sapanya penuh semangat.
"Panjang umur, baru saja kami membicarakanmu, darimana saja?" tanya Mark.
"Kantin, belum sarapan, lalu sekalian beli sebungkus roti dan sebotol air." jawab Lucas, dia duduk di depan Dejun dan Yeri.
"Tugas hari ini?" tanya Lucas, Dejun dan Yeri mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
[BL] OUR BOY
Fiksi Penggemar⚠️‼️ B X B ‼️⚠️ ‼️Don't Like Don't Read‼️ "Jangan sampai aku mengangkat senjataku lagi hanya untuk menghabisi nyawa satu sekolah." -Nakamoto Yuta Start : 04/12/2021 End. : -
![[BL] OUR BOY](https://img.wattpad.com/cover/293577341-64-k536461.jpg)