96- Rumah Sakit (Lagi)

4.8K 522 32
                                        

2022

Mirae menatap pria tampan yang baru saja mencekal lengannya, cengkramannya begitu kuat membuat Mirae meringis kesakitan.

"Cepat sekali?" tanya Jaemin, tanpa memperhatikan Mirae yang meringis kesakitan, Jeno sendiri sepertinya berniat meremukkan tulang wanita tersebut.

"Saat kau mengirim pesan padaku sebenarnya aku sudah di dekat sini karena memang ada niat untuk menemuimu dan mengajakmu makan siang." Jawab Jeno, sebelum akhirnya melepaskan cengkramannya pada Mirae.

"Kau siapa sebenarnya! Tidak sopan masuk ke ruangan orang lain tanpa izin!" marah Mirae.

"Oh Mirae, untuk kau tahu, ada beberapa orang yang bisa keluar masuk ruangan perusahaan tanpa izin. Sebelum kau pergi akan kuberitahu, Tuan Jung Jeno di depanmu ini adalah kekasih dari Ketua Na, selain dia ada juga Tuan Seo Haechan dan Seo Hendery, mereka adalah orang-orang yang diizinkan keluar masuk ruangan tanpa izin." Jelas Pegawai Min pada Mirae yang langsung menatap ke arah Jeno.

"Wae? Baru tahu?" tanya Jeno sinis, Mirae mundur beberapa langkah, tidak lama Jaemin menatap ke arah Mirae dengan seringai sinis.

"Segera angkat kaki dari perusahaan, sajangnim sudah mengeluarkanmu kan?" Mirae hanya bisa menunduk dengan tangan terkepal.

"Aku- aku pastikan Anda mendapatkan balasannya!" Mirae keluar dari ruangan dengan langkah penuh amarah.

"Mau dibereskan?" tanya Jeno pada Jaemin.

"Tidak perlu, kita lihat dulu dia senekat apa untuk melawanku." Jaemin berdiri dan tidak lama dia meringis kesakitan sembari memegang dadanya.

"Ugh" Jaemin meringis sakit, sepertinya karena amarahnya yang meledak tadi penyakit lamanya jadi kambuh. Nafasnya mulai tersendat. Jeno yang sadar segera mengeluarkan inhaler dari balik sakunya, dia selalu membawa itu kemana-mana meski Jaemin sudah sehat dan tidak pernah terkena asma lagi. Namun, meski sudah berusaha menggunakan inhaler, Jaemin tidak kuat menahannya, dan tidak lama kegelapan melandanya.

"Jaemin!"

"Ketua Na!"

adalah dua teriakan yang ia dengar sebelum benar-benar hilang kesadaran.

_OUR BOY 96_

Yuta, Winwin, dan Dejun berlari di lorong rumah sakit saat Jeno menghubungi sang kepala keluarga jika Jaemin masuk rumah sakit. Ketiganya langsung pergi dari tempat masing-masing, Yuta tadi dari panti asuhan setelah ia dari kantor menemui Jeno, sedangkan Winwin menemani Dejun di Akademi.

"Johnny!" pria tinggi yang merupakan kepala keluarga Seo segera berdiri dari duduknya dan menatap ke arah keluarga Nakamoto yang berlari mendekatinya.

"Nana?" tanya Yuta langsung.

"Dia tidak apa kan, hyung?" tanya Winwin.

"Dia baik-baik saja kan, dad?" tanya Dejun.

Johnny yang diserang tiga pertanyaan langsung tertawa pelan, dia menenangkan ketiganya yang terlihat sangat panik.

"Dia sudah baik-baik saja, Jeno membawanya tepat waktu sehingga segera mendapat penanganan dengan cepat." Jawab Johnny.

"Sebenarnya apa yang terjadi? Dia sudah lama tidak kambuh, pasti ada pemicunya kan?" tanya Dejun, dia tahu benar akan keadaan adik semata wayangnya itu.

"Yahh~ ada kejadian tadi yang membuat ia marah bukan main." Jawab Johnny, dia pun menceritakan apa yang terjadi sebelum Jaemin seperti ini. Yuta yang mendengar itu tentu dibuat kesal bukan main.

"Latar belakang wanita itu?" tanya Winwin, auranya gelap, dia kesal dan marah akan sikap perempuan yang membuat Jaemin sampai seperti ini. Ditambah lagi setelah mendengar bagaimana sikap wanita itu yang mudah meremehkan pekerjaan orang lain dan tidak bisa menghargai usaha yang sudah orang lain lakukan.

[BL] OUR BOYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang