•
•
Di pagi hari Hanbin terbangun. Dia sedikit terkejut, karna Taerae sedang memeluknya.
"Kenapa Taerae meluk gw? Mungkin dia mimpi lagi meluk seseorang," Pikir Hanbin.
Hanbin segera menjauhkan tangan Taerae dari tubuhnya dengan perlahan-lahan, dia tidak ingin membangunkan Taerae.
Akhirnya Hanbin berhasil, dia segera bangun.
Lalu Hanbin masuk ke kamar mandinya.
Dia melepaskan satu persatu pakaian yg melekat di tubuhnya. Setelah itu Hanbin mulai menggosok giginya. Setelah selesai menggosok gigi, Hanbin menghidupkan shower. Tetesan air mulai membasahi tubuhnya.
Taerae terbangun karna mendengar suara handphone Hanbin berdering. Taerae segera mengambil handphone yg ada di dekat lampu tidur itu. Saat Taerae melihatnya ternyata ada panggilan masuk dari Matthew.
"Jam segini udah nelfon. Ganggu orang tidur aja," Kata Taerae.
Taerae sengaja tidak menjawab telfon itu. Saat Taerae akan menyimpan handphone Hanbin, tiba-tiba Matthew kembali menelfon. Membuat Taerae semakin kesal.
"Nih anak bener-bener keras kepala. Nyebelin banget."
Taerae kembali me-Reject panggilan dari Matthew. Dia juga menghapus notifikasi di handphone Hanbin, agar pria itu tidak tau kalau tadi Matthew menghubunginya. Lalu Taerae menonaktifkan handphone Hanbin, dan kembali menaruhnya di tempat semula.
Taerae cepat-cepat kembali menutup matanya karna suara gemericik air tidak lagi terdengar, pertanda Hanbin sudah selesai dengan mandinya. Pintu kamar mandi itu terbuka, Hanbin keluar dari sana. Diam-diam Taerae membuka sebelah matanya. Melihat Hanbin hanya bertelanjang dada membuatnya tersenyum malu-malu.
"Hanbin makin ganteng banget kalo baru abis mandi," Pikirnya.
Hanbin segera mengambil baju seragamnya yg ada di dalam lemari. Lalu dia memakainya. Saat Hanbin berbalik, Taerae segera pura-pura tidur. Setelah selesai memakai baju, Hanbin membuka handuk yg melilit di pinggangnya.
Taerae kembali mencoba mengintip. Dia sedikit terkejut sekaligus senang karna Hanbin belum memakai celana sekolahnya. Meski Hanbin sudah memakai underwear-nya, samar-samar Taerae bisa melihat bentuk pusakanya.
"Kayaknya punya Hanbin besar, gw pengen cepet-cepet nyobain," Batinnya.
Hanbin segera memakai celananya. Lalu dia merapihkan rambutnya sambil bercermin. Taerae terus memperhatikannya. Tak sengaja Hanbin melihat Taerae dari kaca.
"Eh lo udah bangun," Sapa Hanbin.
"Eoh.. Iya gw baru bangun," Katanya.
Taerae segera bangun dari tempat tidurnya. Dia berusaha untuk berhenti memperhatikan Hanbin.
"Cepet mandi nanti kita sarapan bareng," Kata Hanbin.
"Iya gw mandi sekarang."
Lalu Taerae pergi ke kamar mandi. Hanbin mengambil handphonenya. Dia sedikit heran karna handphonenya mati, tapi Hanbin tidak berpikir macam-macam, dia segera menghidupkan handphonenya lagi. Lalu dia menghubungi Matthew lewat videocall. Tak butuh waktu lama, Matthew segera menjawabnya.
"Pagi sayang," Sapa Hanbin.
"Pagi juga sayang."
Matthew sedang merapihkan rambutnya saat menjawabnya.
"Sayang tadi pas aku telfon kenapa kamu reject?" Tanya Matthew.
"Hah di reject? Emang kapan kamu telfon? Aku gak dapet notif telfon dari kamu."
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA SEPIHAK
FanfictionRasa sayang Jiung kepada Matthew lebih besar dari seorang sahabat. Tapi Matthew akhirnya berpacaran dengan Hanbin Disisi lain ada Hao yg diam-diam juga menyukai Hanbin. Jiung mencoba move on dari Matthew dengan mendekati Hao. Tapi tidak mudah bagi...
