*Part 88*

20 2 0
                                        

Setelah selesai mandi, Lalu mereka keluar dan mulai berpakaian. Matthew membuka lemari bajunya.

"Kamu mau pakai baju apa sayang?"

"Terserah kamu aja."

Matthew mengambil dua pasang baju untuk mereka. Hanbin mengambil salah satu baju itu lalu memakainya.
Matthew membuka handuk yg melilit di pinggangnya untuk membersihkan punggungnya.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.

'Took.. Took..'

"Sayang..."

"Iya Mah ada apa?"

"Kalian sedang apa?  Kenapa lama sekali?"

"Maaf Mah kita baru selesai mandi. Ini lagi pake baju."

"Oh begitu. Mamah kira kalian ketiduran."

"Enggak kok mah kita abis mandi."

"Kalo sudah cepat turun, ayo kita buat cake lagi."

"Iyah tante sebentar lagi kami turun."

"Tante tinggal yah."

"Iya tante."

Mamah Matthew kembali ke dapur.

Hanbin langsung duduk di atas kasur, kakinya terasa lemas.

"Untung aja mamah kamu gak masuk kesini."

"Mamah selalu ketuk pintu dulu kalo mau masuk kamar. Apalagi ada kamu mamah gak mungkin langsung masuk."

"Kalo orang tua kamu tau, kita udah ngelakuin itu, mereka marah gak yah?"

"Enggak tau sayang. Tapi kayaknya kita gak perlu kasih tau mereka."

"Iyah aku setuju. Kamu juga jangan cerita ke Jiung sama Hao Yah."

"Iya kamu tenang aja. Aku gak akan bilang ke siapa-siapa apalagi Jiung, kalo dia tau kita pasti di ledekin."

"Iya. Kira-kira Jiung sama Hao udah pernah ngelakuinnya belum yah?"

"Kalo menurut aku pasti udah pernah. Kamu tau sendiri gimana Jiung, di sekolah aja dia berani nyium Hao."

"Iya kamu bener. Apalagi kemaren Hao nginep di rumah Jiung beberapa hari. Mungkin mereka ngelakuinnya waktu itu."

Di tempat lain telinga Jiung terasa panas, karna Hanbin dan Matthew sedang membicarakannya.

Hao datang dari arah dapur sambil membawa sebuah nampan berisi minuman dingin dan beberapa makanan ringan untuk pacarnya itu.

"Nih lo minum dulu," Katanya.

"Makasih yang."

Jiung meminumnya. Hao duduk di sampingnya. 

"Mamih kamu kapan pulangnya?"

"Gak tau. Mamih lagi bantuin temennya yg mau nikah, mungkin pulangnya malem."

"Kalo papih kamu?"

"Biasanya sebentar lagi  Papih aku pulang. Eh kok jadi aku kamu gini?"

"Ya gak apa-apa lah. Biar lebih romantis."

"Gak mau ah. Udah lo gw aja, aneh rasanya manggil gitu."

"Tadi lo juga ngomong aku kamu."

"Itu refleks aja, karna lo ngomong gitu yah gw jadi ngikutin."

Hao mengambil air minumnya. 

"Kalo gitu gw mau disini dulu buat nemenin lo sampai Papih lo pulang."

CINTA SEPIHAKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang