Hanbin membawa Matthew ke atap. Matthew masih terlihat sangat marah. Hanbin mencoba menenangkannya.
"Ini kamu minum dulu," Katanya sambil memberikan sebotol air mineral.
Matthew meminumnya.
"Aku minta maaf, harusnya aku gak nyuapin Hao. Wajar kamu jadi salah paham," Kata Hanbin.
"Kamu tau dia suka sama kamu harusnya kamu bisa bisa jaga sikap, jangan terlalu baik sama dia."
"Iya aku minta maaf sayang. Udah kamu jangan marah lagi yah."
"Aku gak larang kamu temenan sama dia, tapi tolong jangan terlalu dekat juga."
"Iya iyah. Aku akan coba."
"Aku juga minta maaf. Aku terlalu terbawa emosi tadi."
"Iya aku ngerti. Kamu juga harus minta maaf sama Hao."
"Iya nanti aku minta maaf sama dia."
Sementara Jiung mengajak Hao pergi ke belakang kelas. Hao terlihat masih ketakutan. Kakinya sampai lemas. Hao berjongkok sambil menenangkan dirinya, matanya memerah menahan tangis.
"Kalo lo mau nangis keluarin aja. Anggap aja gw gak ada," Kata Jiung.
Air mata Hao mulai menetes membasahi pipinya.
"Hikss.. Hikss.. Hikss..."
Jiung tidak mau terlalu memperhatikan, dia pura-pura melihat handphonenya.
"Matthew udah tau hikss.. Gw suka sama Hanbin hikss.. Temen-temen juga hikss... Udah pada tau hikss.. Gw harus gimana Jiung hikss.. Hikss.."
"Ya udah biarin aja. Mau gimana lagi?"
Tangis Hao semakin menjadi.
"Huaaaa... Hikss.. Hikss..."
"Lo jangan nangis terus. Air mata lo gak akan ngerubah apapun."
"Harusnya gw gak ngasih tau Hanbin soal perasaan gw hikss.. Gw nyesel hikss.."
"Iya lo emang bego banget."
"Hikss.. Jiung hikss.. Hw harus gimana sekarang hikss.."
"Ya lo harus tetep lanjutin hidup lo. Sekolah aja kayak biasa."
"Gimana caranya? Temen-temen pasti ledekin gw hikss.. Hikss.."
"Terus gimana? Lo mau pindah sekolah lagi?"
"Ide bagus. Gw akan minta mamih pindahin gw ke sekolah lain."
"Lo jangan lebay. Masa cuma gara-gara masalah gini lo sampai pindah sekolah. Lo juga belum lama pindah kesini, masa udah mau pindah lagi."
"Terus gw harus gimana?"
"Anak-anak mungkin akan ngeledekin lo tapi gak akan lama, mereka akan berhenti kalo udah bosen."
"Berapa lama?"
"Mana gw tau."
Hao kembali terlihat murung.
"Lo gak perlu takut, lo gak salah. Gak apa-apa suka sama pacar orang asal jangan lo rebut aja," Kata Jiung.
"Gw gak ada niat sedikitpun buat ngelakuin itu. Gw gak mau jadi perusak hubungan orang."
"Bagus kalo gitu. Udah lo gak perlu sedih lagi."
"Hmm. Makasih Jiung."
"Makasih buat apa? Gw gak ngapa-ngapain."
"Makasih udah ngehibur gw."
"Gw cuma gak suka aja ngeliat orang nangis."
"Ternyata lo bisa baik juga."
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA SEPIHAK
FanfictionRasa sayang Jiung kepada Matthew lebih besar dari seorang sahabat. Tapi Matthew akhirnya berpacaran dengan Hanbin Disisi lain ada Hao yg diam-diam juga menyukai Hanbin. Jiung mencoba move on dari Matthew dengan mendekati Hao. Tapi tidak mudah bagi...
