Di siang hari Hao mulai merasa bosan karena terus berada di kamarnya. Handphonenya juga sepi tak ada chat atau panggilan telepon yg masuk.
"Biasanya tiap pagi dia telfon gw. HP gw selalu berisik karna spam chat dari dia," Kenang Hao.
Hao jadi teringat perkataan Matthew.
"Jiung juga gak masuk," Kata Matthew tadi.
"Kenapa dia gak masuk? Apa dia sakit? Kemaren dia baik-baik aja. Apa dia sengaja gak masuk sekolah karna gak mau ketemu sama gw?" Pikirnya.
"Gw gak masuk sekolah karna kaki gw masih sakit bukan karna mau ngehindarin dia. Tapi gw harus gimana kalo ketemu sama dia? Gw gak mungkin bolos terus. Cepet atau lambat gw pasti akan ketemu sama dia lagi."
Hao memandangi nomor telfon Jiung yg sudah dia blokir.
"Harusnya gw gak nerima kesepakatan bodoh itu. Mungkin hubungan kita akan baik-baik aja kayak dulu. Liat sekarang? Semuanya jadi kacau gara-gara kesepakatan bodoh yg lo buat."
Hao merasa menyesal sudah menerima kesepakatan yg Jiung buat.
Tiba-tiba ada panggilan masuk dari nomor yg tidak dikenal.
"Siapa ini? Gw gak kenal nomornya. Apa jangan-jangan ini nomor baru Jiung? Dia sengaja pake nomor baru buat nelfon gw."
Hao ragu-ragu untuk menjawabnya. Karna dia terlalu lama akhirnya panggilan telepon itu terputus.
"Yeah udah mati. Baru mau gw angkat," Sesalnya.
"Kalo itu beneran Jiung gw harus ngomong apa sama dia? Gw gak bisa bersikap biasa aja kayak gak pernah terjadi apa-apa diantara gw sama dia."
Handphone Hao kembali menyala, panggilan telfon dari nomor yg sama.
"Angkat gak yah? Angkat gak yah? Duuh gimana nih? Gw bingung banget. Oke angkat aja, gw harus pastiin ini Jiung atau bukan."
Hao menghela nafasnya lalu menjawab telfon itu.
"Halo.." Sapa Hao.
"Halo Kak Hao. Ini aku Lee Jeonghyeon."
"Ternyata bukan Jiung," Batin Hao.
"Oh iya Lee Jeong. Lo dapet nomor gw darimana?"
"Tadi aku minta sama kak Matthew kak."
"Oh gitu."
"Kak Hao gak marah kan? Aku tiba-tiba minta nomor kakak?"
"Enggak kok. Gak apa-apa. Tadinya gw juga mau minta nomor lo tapi lupa."
"Kak Hao kenapa gak masuk sekolah?"
"Kaki gw sakit."
"Hati gw juga sakit," Batinnya.
"Semoga cepet sembuh yah kak."
"Iya makasih Lee Jeong."
"Sama-sama Kak Hao."
"Gimana soal Keita? Apa dia masih suka ngebully lo?"
"Masih kak. Tapi aku udah coba lawan mereka."
"Bagus lo jangan diem aja. Lo juga harus cari bukti buat laporin mereka."
"Iya kak aku akan cari buktinya."
"Nanti kabarin kalo lo udah punya buktinya."
"Iya. Nanti aku kabarin kak Hao."
"Okey. lo lagi ngapain?"
"Aku lagi di perpustakaan kak."
"Oh. Sekarang lagi jam istirahat yah?"
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA SEPIHAK
FanfictionRasa sayang Jiung kepada Matthew lebih besar dari seorang sahabat. Tapi Matthew akhirnya berpacaran dengan Hanbin Disisi lain ada Hao yg diam-diam juga menyukai Hanbin. Jiung mencoba move on dari Matthew dengan mendekati Hao. Tapi tidak mudah bagi...
