"Neng Gigi, udah siap?" tanya Hilmi menggendong si kecil Hilgi. Gianna menganggur setelah menyemprotkan parfum dan sedikit berkaca memastikan riasan wajahnya ia beranjak turun menyusul Hilmi yang lebih dahulu turun ke lantai bawah.
"Mah, Hilmi pamit dulu ya ijin bawa Gianna sama Alen. Mama mau nitip sesuatu? Mumpung Hilmi sama Gigi ke toko kuenya Wila"
Yuri dari halaman belakang baru saja selesai memantau tukang kebun bersihkan halaman.
"Duh sayangnya Mamah udah ganteng mau kemana?" Ucap Yuri melihat Hilgi sudah rapih di Gendongan Hilmi
"Mau nongkrong Mah, Alen mau jadi anak gaul kayak Abi" ucap Hilmi dengan nada anak kecil
"Gaya pisan bayi mau nongkrong"
"Oh, kalian jadi meeting hari ini?" ucap Yuri beralih pada Hilmi
"Iya Mah, di toko kuenya Wila kebetulan lagi pada ngumpul disana, teh Sally sama Jaendra juga ada yah biar sekalian doain aja persiapannya lancar, mamah mau nitip sesuatu gak roti atau kue gitu?" tanya Hilmi
"Gak usah ah Mi repotin, mamah masih punya stok cemilan lagipula kalau mau mah gampang mamah bisa pesen ke Wila langsung"
"Ya, siapa tau mamah mau kue yang lain. Kalau gitu Hilmi sama Gianna pamit, Oh iya mah kalau boleh Gianna pulangnya ke rumah Mi gapapa? Bunda bilang tadi kangen Gianna"
"Bunda atau kamu Mi?" tanya Yuri balik
"Bunda Mah, serius Mi gak boong tadi sebelum kesini Bunda bilang kalau dibolehin Gianna nginep di rumah Mi"
"Gimana ya Mi-"
"Jadi gak boleh ya Mah? Yaudah gapapa nanti Mi bilang sama Bunda" ucap Hilmi
"Bukannya gak boleh Mi, cuma apa ya gaenak lah Gianna nginep gitu, kalian kan belum resmi rujuk ya, Mamah takutnya ada gosip - gosip yang gak enak tentang Gianna, kamu tau sendiri kan Ayah Bunda kamu tuh publik figur, mamah agak risih kalau ada berita yang mengada ngada, Mamah harap kamu dan kak Tia ngerti ya. Berkaca dari yang udah - udah intensitas pertemuan kalian harusnya dibatasi, menurut mamah cukup untuk saat ini jemput dan antar Gianna ke sini, Mamah harap kamu bisa paham maksud mamah dan gak bikin kamu tersinggung"
"Iya Mah, Hilmi paham, Mi minta maaf kalau gitu ijin pulangnya mampir ke rumah Mi dulu, soalnya Bunda besok ada Off Air di Medan" ucap Hilmi
"Yaudah gapapa kalau itu asal jangan kemaleman, hati - hati jangan ngebut ngebut bawa mobil Mi"
"Siap Mama mertua" ucap Hilmi tegas
Kini ketiganya sudah berada dalam perjalanan menuju Winlalaland Bakery milik Wilana. Hilmi dan Gianna masih saling diam, Hilmi fokus menyetir sedangkan Gianna sesekali memandang Hilmi, sedangkan Hilgi anteng di carseat.
"Kenapa liatin aku gitu, aku emang lagi ganteng banget ya hari ini makanya kamu liatin terus" ucap Hilmi menggoda Gianna membuat si cantik di sebelahnya ini mengerutkan dahi dan mata mendelik sedikit tajam
"Narsis banget iyuhhh"
"Dih, wajar orang daritadi kamu liatin wae, kan salting Aa teh Neng diliatin sama bidadari geulis"
"Hilmi, serius dulu"
"Yaudah sok serius, kunaon atuh Neng sok nyarios"
(kenapa Neng, yaudah ngomong)
"Soal yang Mama omongin tadi, kamu gapapa?" tanya Gianna
"Yang Mana?"
"Membatasi waktu ketemu kita"
"Aku gak masalah, toh masih ada cara lain buat ketemu kan? Lagipula mamah bener, media suka melintir berita jadi yang aneh aneh sampe heboh"
"Maksud si Mamah juga baik, kita lagi persiapkan semuanya ya lebih baik hindarin gosip gosip yang gak penting, lagian mamah gak larang aku buat ketemu kan, tapi cuma dibatasi aja"
