Rasa 33

401 32 0
                                    


















Aku tak tahu lagi mau dibawa kemana oleh mas Agus. Yang jelas, kami berjalan berlawanan arah dengan jalan pulang. Tiap kali aku bertanya, mas Agus jawabannya sama.

👮Nanti juga tau.

Akhirnya aku memilih diam dan menunggu pertanyaan darinya. Aku menghemat suara supaya tidak kesal lagi dengan jawabannya.
Lama lama aku jadi menyadari jika dia sebenarnya sengaja seperti itu supaya aku kesal.
Dia sendiri yang bilang jika aku marah maka semakin bikin nafsu.
Makanya aku memilih diam jika tidak ditanya.

👮Gus..

👲Apa?

👮Cerita apa gitu. Biar nggak sepi.

👲Kan ada radio.

👮Nggak seru.

👲Mau cerita apa? Monyet? Kancil? Pak tani? Buaya? Musang?

👮Malin Kundang naik haji... Ya elah...

👲😁😁😁

👮Masa iya, nggak ketemu seminggu nggak ada kejadian apa apa. Curhat atau apa gitu...

👲Ada sih, tapi gimana ya ceritain nya?

👮Tentang?

👲Bapak..

👮Emang ada apa?

👲Bapak udah tau semua ini mas.

Mas Agus menoleh sebentar dan kembali fokus nyetir.
Sebenarnya badanku panas dingin tapi aku terlanjur memberi tema cerita.
Mau tidak mau harus kulanjutkan.

👮Bentar bentar..
Maksudmu... Bapakmu tau kalau kamu sama aku ada hubungan.. gitu?

👲Iya.

👮😮😮😮Bagaimana..bisa?

👲Aku sendiri bingung mau ceritainnya gimana. Yang jelas, bapak tau karena mata mata.

👮Mata mata gimana?

👲Aku kan punya teman dekat. Bapak minta tolong buat ngawasi aku terus. Sampai akhirnya bapak tau kalau aku ada hubungan sama laki laki.

👮Kamu nggak lagi prank kan Gus?

👲Sumpah mas, aku beneran.

Mobil berjalan semakin lambat dan berhenti di tepi jalan. Mas Agus menatapku.

👮Terus gimana? Apa sekarang kamu punya masalah sama bapakmu?

👲Kami baik baik aja kok.

👮Baik baik aja? Tapi kan.....

👲Iya.... Bapak memang udah tau. Tapi, dia sudah menerima aku kok.

👮Kamu jangan bohong ya.

👲Sumpah sekali lagi. Apa perlu aku telpon sekarang?

👮Aku sih kurang percaya. Coba telepon bapakmu.

DUA NAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang