Dylan duduk manis di tempat biasa kantin pojok, bersama ketiga temannya rudi, rio, dan mega. Dylan menggenggam tangan adel, mengecupnya berkali-kali, memamerkan kemesraan pada semua orang, kalau adel miliknya seorang.
Tidak lama pesanan mereka datang, adel langsung melahap baso kesukaannya. "Eumm, enak banget, pedasnya pas, bumbunya juga pas" ucapnya sambil mengigit baso kecil-kecil.
Dylan mencicipi baso adel "ayang, ini pedas banget, jangan makan yang pedas-pedas nanti sakit perut" khawatir dylan.
"Ish, ayang, ini enggak" bantah adel.
"Rudi lo kaya anak kecil tau, beli cimol doang" ledek mega.
Rudi yang asik makan cimol ia menoleh menatap mega sinis "apaan sih lo, sehari enggak urusin hidup gue rasanya lo enggak bisa" heran rudi.
Adel menyuapi baso dylan ke mulut dylan "manja, makan baso aja mau disuapin" ledek adel tapi ia terus menyuapi baso.
"Daripada minta suapin cewek lain, emangnya kamu mau?" Tanya dylan sambil mengunyah baso.
"Janganlah, ish, nyebelin" kesal adel.
Dari kejauhan pria bermata tajam menatap mereka heran, berjalan mendekati mereka "ehem, saya boleh duduk di sini?" Izinya.
Mereka semua menoleh kaget, termasuk adel dan dylan. Mereka langsung berjauhan menetralkan raut wajah terkejut mereka.
"Pak Kevin" sapa mereka.
"Boleh duduk?" Tanya Kevin. Mereka mengangguk pelan, Kevin menatap wajah terkejut istri dan adiknya "kalian kelihatannya dekat banget, kalian udah kenal lama?" Tanya Kevin.
Kevin dan dylan saling berpandangan, mereka mengangguk pelan "saya sama dylan, memang sudah kenal lama, kita sahabatan, ya kan, say---dylan?" Hampir saja adel kepolosan memanggil dylan sebutan sayang.
"Kenapa enggak cerita sama saya?" Tanya Kevin menatap wajah mereka berdua yang terlihat gugup.
Dylan menatap kakaknya "pak Kevin, menangnya kita harus cerita?, Saya sama adel sudah dari dulu pac--berteman, memang kadang-kadang kita berantem, tapi kita baikan lagi, enggak usah khawatir" jelas dylan menatap malas kakaknya.
"Iya pak benar, dylan sama adel dam kami bertiga sahabatan udah dari lama" imbah rudi, Rio geleng-geleng kepala, lebih baik sibuk dengan handphonenya daripada harus ikut mereka menutupi kebohongan.
"Tapi saya lihat kalian sua--"
"Udah deh, jangan curiga kaya gini" kesal adel.
gilbert menatap wajah kesal istrinya "kenapa kamu jadi kesal gini? Sayang?" Tanya Kevin.
"Ubukk uhuk"
Dylan batuk, dengan sigap adel memberikan air minum, yang langsung dylan minum "hati-hati kalau makan, jangan buru-buru" khawatir adel.
"Makasih"
Mega, rudi, menepuk jidatnya masing-masing, kenapa mereka terang-terangan memperlihatkan kemesraan mereka. "Del, pinjam handphone lo dong" ucapnya mengalihkan perhatian Kevin.
"Nih" adel memberikan handphonenya "pasti hotspot" lanjut Adel memang temannya ini sering menghabiskan internetnya.
Kevin menatap adel "kenapa kamu perhatian sama dylan?" Tanya Kevin curiga.
Adel menatap wajah suaminya "karena dylan pac--sahabat aku, dan karena dylan adik ipar aku, adik kandung kamu, pak gilbert" jawab adel malas.
"Hahah, adik ipar, cok" tawa rudi.
Kevin mengangguk percaya menggenggam tangan adel yang kaget, mengelus pipi adel lembut "jangan makan yang pedas-pedas, nanti sakit perut" khawatir Kevin.
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Teen FictionBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)