Adel membuka kelopak matanya ia menatap sekeliling ramai, itu yang adel lihat, ia menoleh kesamping, wina. Mamahnya menangis disampingnya, menatapnya dengan tatapan khawatir.
"Mah, mamah kenapa nangis?" Tanya adel lirih.
Wina mencium punggung tangan adel "mamah khawatir sama kamu, jangan buat mamah sama papah khawatir" lirih wina.
Adel menoleh kesamping menatap sandi yang menatapnya datar dan dingin. "Pah, aku--"
"Kamu bikin papah malu, papah kecewa sama kamu, dihari bahagia kamu gini, kamu malah pingsan" marah sandi.
Alek yang melihat papahnya marah pada adel tak terima "pah stop! Jangan marah-marah kasihan adel" bela alek.
"Cepat keluar, banyak tamu yang ingin ketemu sama kamu" suruh sandi ia langsung keluar tidak enak meninggalkan tamu berlama-lama.
Dengan malas adel turun kelantai bawah banyak yang menatapnya dengan tatapan kagum, sama halnya dengan Kevin, yang sekarang menjadi suaminya, menatap adel kagum.
"Pengantin wanitanya cantik, ya" puji para tamu.
"Pengantin prianya aja ganteng" sahut mereka.
Saphira dengan ogah-ogahan ia mencium tangan Kevin, atas paksaan mamah dan kakak iparnya. Ia duduk di pelaminan, tidak ada senyuman bahagia disana. Sedangkan Kevin ia terus tersenyum manis. Sampai keheranan mamah dan papahnya menatap Kevin.
***
Setelah makan malam bersama mereka berkumpul diruang tengah menikmati secangkir kopi. "Enggak nyangka kita bakal jadi besan" ucap vina pada wina dan sandi.
"Iya, silahturahmi kita jadi enggak terputus deh" sahur wina.
Sedangkan adel ia sibuk dengan handphonenya, ia terus mengirimkan chet pada, dylan, yang tak kunjung di balas, nomor handphonenya saja tidak aktif. "Sayang kamu dimana sih" cicit adel khawatir.
Sandi menyenggol lengan adel yang ada disampingnya "yang sopan, jangan main handphone, papah sita handphone kamu, kalau kamu masih main handphone" ancam sandi tak main-main.
Seketika adel langsung mematikan handphonenya, ia tersenyum canggung pada mereka yang menatapnya lembut.
"Adel memangnya lagi ngapain main handphone?" Tanya vina menatap menantunya.
Adel tersenyum tipis "lagi kabarin pac--Awhh" ringis adel tangannya di cubit wina.
"Jaga ucapan kamu" bisik wina tajam.
Adel memutar bola matanya malas "lagi hubungi teman aku, kebetulan dia enggak bisa datang, maaf ya, tante", ucap adel.
Vina tersenyum manis "jangan bilang tante dong, sekarang kan kamu menantu mamah, jadi panggil mamah aja" ucapnya.
Adel mengangguk malas "i-iya tan---eh, mamah maksudnya" gugup adel.
"Maklum masih canggung" ucap alea. Mereka mengangguk paham.
"Oh ya, katanya hardi punya anak tiga, tapi mana satunya, ko ada dua doang?" Tanya sandi.
Seketika adel menatap mertuanya, ia ingin tau dimana dylan, apakah dia baik-baik saja, atau.... tidak mungkin.
Hardi tersenyum "anak saya memang gitu, dia jarang pulang kerumah, dari semalam dia enggak ada, bahkan di apartemen tempat ia tinggal aja kosong, teman-temannya pada enggak tau, palingan dia lagi nginep dirumah temannya yang lain" elak hardi walaupun dirinya tidak yakin. Ia akan memarahi dylan setelah mereka pulang. Bikin malu saja, abangnya sendiri yang menikah malah ia tidak mau menghadirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Teen FictionBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)