31. cerai

563 6 0
                                        

Adel mengerjapkan matanya tenggorokannya rasanya sakit, menatap sekeliling yang ramai, hanya keluarga suaminya. Air matanya menetes mengingat kejadian sebelum pingsan.

"Say--"

"Jangan m-mendekat" ucap adel menahan sakit di tenggorokannya.

"Minum dulu nak" ucap vina memberikan air putih adel bangun dibantu vina. Ia minum tapi keluar lagi.

Adel menggeleng "t-tengorokan adel s-sakit, p-perih, mah, hiks" isak adel.

"LIHAT YANG ANDA LAKUKAN, ADEL KESAKITAN, INI SEMUA GARA-GARA ANDA KEVIN, KENAPA KAU MENUSUKKAN GAGANG SIKAT GIGI KE MULUT ADEL, DIA MUDAH SAKIT TENGGOROKAN" bentak dylan tidak tega.

Kevin tidak menghiraukan ucapan adiknya ia berjongkok menghadap adel "kita kerumah sak--"

"Enggak usah, tidak usah repot-repot kau bawa cucu saya kerumah sakit, jika kau kembali menyakiti cucu saya" ucap devi masuk kedalam rumah.

Semua orang kaget termasuk adel yang langsung berlari memeluk neneknya. "Hiks nek, tenggorokan adel sakit, hiks" isaknya.

Devi mengelus rambut adel mencium puncak kepala adel "kalian pikir kalian siapa, yang semena-mena menyakiti cucu kesayangan saya?, Kalian pikir kalian tuhan, HAH?" Bentak devi, nenek adel.

Semua orang bangun dari duduknya, hardi berjalan mendekat devi "saya bisa jelaskan--"

"KAU SEBAGAI AYAH DARI BAJIGAN INI, HARUSNYA KAU LEBIH TEGAS, KAU SEPERTINYA TIDAK SAYANG TERHADAP CUCU SAYA, ADEL" marah devi menatap semua orang dengan tatapan marah.

"Nek, adel mau pergi dari sini, bawa adel" pinta adel.

"Kita pergi keluar negeri, kita mulai dari awal" ucap Devi lembut. Adel hanya mengangguk, ia takut kevin kembali menyakiti dirinya. Masalah akan rindu dylan bisa ia tahan, walaupun tidak yakin.

"Enggak bisa gitu, dia istri saya" bantah kevin.

"Kenapa tidak?, Saya neneknya jadi saya berhak atas adel" devi menarik adel keluar dari rumah vina.

Kevin hendak menyusul tapi ditahan hardi "tenang aja, mereka tidak akan jauh pergi dari sini" ucapnya.

"pah tapi kalau beneran gimana?" Tanya kevin khawatir.

"Papah yakin mereka enggak akan pergi keluar negeri, mereka hanya butuh waktu" ucapnya meyakinkan anaknya walaupun dirinya tidak yakin.

***

Satu Minggu kemudian.

Adel Chyntia Sari, biasa dipanggil adel, saat ini berada di Australia, sekarang dirinya sedang berkuliah di universitas terbesar di Australia. Setiap hari dirinya selalu dihantui rasa rindu pada dylan. Tapi nenek devi selalu meyakinkan dirinya untuk bisa menahan rindu.

Adel mengotak-atik ponselnya ia membuat akun sosmed yang baru, senyumnya mengembang saat melihat sosmed dylan.

Dylan

Halo ini adel Chyntia Sari, dylan sayang apa kabar?, Aku rindu kamu✓

Adel sayang astaga! Aku rindu kamu sayang, aku cari-cari kamu tapi kamu tidak ketemu

Aku enggak bisa kasih tau aku dimana, aku mau nenangin diri dulu, aku terlalu takut bertemu kakak kamu lagi, jaga kesehatan ya I love you ❤️✓

Adel langsung mematikan ponselnya ia menatap kampus yang sangat megah "dylan, walaupun disini indah, entah kenapa aku lebih suka di Indonesia, lebih tepatnya di dekat kamu" lirihnya.

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang