8. galang

445 7 0
                                        

Mereka sarapan pagi bersama dengan hening, Kevin terus mencuri-curi pandang kearah adel yang fokus dengan makanannya. Dylan tidak ikut sarapan pagi dikarenakan ada kelas pagi. Sedangkan adel kelas siang jam sembilan.

"Kevin, pagi ini kamu ke kantor?" Tanya hardi selesai sarapan.

Kevin mengangguk "iya pah, kenapa emang?, tumben nanya" heran Kevin, tidak biasanya papahnya ini menanyakan jadwal kerjanya.

"Nanya doang, emangnya enggak boleh gitu?" Sewot hardi.

Kevin terkekeh kecil "boleh, enggak biasanya aja nanya gitu" kekehnya.

"Kalian enggak ada niatan honeymoon?" Tanya bina tiba-tiba.

"Uhuk uhuk"

Adel tersedak makanan, Kevin dengan sigap mengambilkan minuman yang langsung adel minum.
"Hati-hati" adel mengangguk kecil.

"Maaf kalau mamah ngagetin" sesal vina menatap menantunya khawatir.

Adel tersenyum kecil "enggak papa" ucap adel tersenyum canggung.

"Kak adel, kak Kevin, cepat punya anak dong, aku pengen ada temannya kalau lagi dirumah" ucap sela tiba-tiba.

Lagi dan lagi adel dibuat kaget, untungnya ia bisa menetralkan wajahnya, ia berusaha biasa saja, enak aja punya anak dari Kevin. Ia ingin anak dari dylan, bukan Kevin.

Adel menatap lembut sela "aku masih semester satu, aku takut kuliah aku jadi terbengkalai gara-gara aku hamil" ucap adel.

"Berarti kamu belum siap?" Tanya vina sedikit kecewa, sebenarnya vina ingin mengendong cucu dari Kevin, ingin merasakan mengurus cucu sendiri, Kevin juga sudah terbilang tua, harusnya sudah mempunyai anak lebih dari satu, berhubung anaknya ini tidak mau menikah, dan baru siap sekarang jadi telat deh.

Adel menggaruk lehernya tak tak gatal "aduh gimana sih ini, mana si berondong diam aja lagi, bantuin ke, lagian kalau mau cepat-cepat pulang cucu kenapa si berondong ini enggak nikah dari dulu aja sama perempuan lain, jangan sama gue, mamah mertuaku, aku tidak mencintai anak sulung mamah ini, aku mencintai anak kedua mamah, dylan" kesal adel dalam hati, ingin rasanya ia berkata seperti itu.

Kevin tersenyum manis menatap mamah dan papahnya "doain aja, kita lagi proses ko, iya kan sayang?" Tanya Kevin memberi kode pada adel yang melotot kaget kearahnya.

Adel mencubit paha Kevin kesal, sampai Andreas memekik kecil. "Jangan ngawur" bisik adel.

"Bilang iya, kalau mau selesai bahas ini" bisik Kevin sambil menepis tangan adel dari pahanya, cubitan adel tak main-main.

Adel mengangguk kecil "ah, iya mah, pah, lagi proses semoga secepatnya jadi, ya" ucapnya senyum manis.

"Syukur kalau gitu, yasudah kalau gitu mamah, papah, ke kantor dulu, sela sekolah yang benar" sela mengangguk, mereka langsung pergi.

Adel bernapas lega "ngawur kalau ngomong" sinis adel.

Kevin mengelus rambut adel yang langsung ditepis adel "emangnya mau kamu terus ditanyain kapan punya anak?, Mamah dari dulu pengen punya cucu, dan baru sekarang anaknya nikah, eh, istrinya enggak mau disentuh lagi, baru dicium aja udah kabur, mabuk-mabukan" sindir Kevin. Adel melotot ia menatap tajam Kevin.

"Suruh siapa kak Kevin nyosor aku? Coba, udah tau aku enggak mau dicium" adel menjenguk rambut Kevin kasar.

"Awhh.....lepas bisa copot rambut saya ini, adel, astaga!" Pekik Kevin.

"Rasain, tuh" sinisnya ia langsung masuk kamar menganti pakaiannya ia akan segera ke kampus.

Kevin masuk kamar, lagi dan lagi ia melihat istrinya menggunakan baju dan celana yang super pendek. "Kenapa sih pakaian kamu enggak ada yang benar?, Jangan pakai yang pendek-pendek gini" larang Kevin.

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang