Adel turun dari langit dua menuju dapur untuk membuatkan susu formula untuk aina, langkah adel berhenti saat berpapasan dengan dylan. Ya. hari ini tepatnya hari Sabtu adel, kevin, david, dan aina menginap di rumah hardi dan vina.
Begitupun dylan, ia memberhentikan langkahnya, senyum tipis ia tunjukkan begitupun sebaliknya, adel memalingkan wajahnya ia melewati dylan begitu saja ia langsung membuat susu formula untuk sang anak.
Dylan mengikuti dari belakang ia mengambil minuman dingin, menyenderkan kepalanya di tembok, menatap adel yang sibuk membuat susu. "Perlu bantuan?" tanya dylan.
Adel menggeleng pelan. "Enggak usah, aku bisa sen....eh" kaget adel saat merasakan tubuhnya dirangkul dari belakang.
"Tapi aku mau bantu" ucap dylan ia menuangkan bubuk susu untuk keponakannya. "sekalian modus sama kakak ipar, lebih tepatnya pacar" bisik dylan.
Adel merinding geli. "D-dylan, nanti ada yang lihat" khawatir adel.
"Biarin aja, aku enggak takut, udah lama aku enggak peluk kamu gini" lirih dylan.
Adel membalikan badannya menghadap dylan. "Dylan, aku enggak mau bikin keributan lagi, kamu mending----"
Cup.
"Iya sayang, aku masuk kamar dulu" pamit dylan setelah mencuri ciuman adel.
Adel melotot kaget ia memegang bibirnya yang baru di cium dylan. "Astaga! aina" kaget adel baru ingat kalau anaknya haus.
Adel masuk kamar yang langsung mendapat tatapan datar suaminya. "Maaf lama, ini susunya" ucap adel menyodorkan ke tangan Kevin. karena aina Serdang digendong kevin.
"Lama banget abis ngapain sih?" Tanya kevin sedikit kesal.
Adel menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "I-itu emm, air panasnya abis jadi aku---"
"Enggak ada, air panas selalu ada" potong kevin ia curiga kalau istrinya ini macam-macam.
Adel duduk di pojok kasur sambil mengelus puncak kepala david yang sedang melukis. "Curiga mulu, tadi aku ngobrol sama mbok, puas" kesal adel.
"Kam---"
"Berisik, kalian terus ribut david tidak fokus menggambar" sentak david.
Adel dan Kevin langsung menatap david. "Tidak baik meninggikan suara di depan orang tua" tegur kevin.
David berdiri menatap mamah dan papah nya. "David kesal sama kalian, david selalu mendengar keributan kalian berdua, david ingin kalian damai seperti mamah papah teman david, mereka selalu bercanda" ungkap david.
"Kami tidak bertengkar---"
"Kalau saja david tidak marah, mungkin kalian bertengkar seperti dulu" potong david.
Adel memeluk david menguap punggung david. "Mamah janji mamah dan papah tidak akan bertengkar lagi, kamu jangan marah sama kami berdua" ucap adel tulus.
David mengangguk. "David mau masuk kamar dulu, ingat, jangan bertengkar" pamit david ia langsung keluar kamar.
Kevin menaruh aina ke ranjang bayi. Ia memeluk adel mengusap punggung adel. "Aku minta maaf udah curiga sama kamu" sesal kevin.
Adel mengangguk. "Hm, aku juga minta maaf sering buat kamu kesal"
Kevin mencium singkat bibir adel. "kita keluar aja, aina udah tidur" ajak Kevin merangkul adel keluar kamar.
Mereka duduk di ruang tengah sambil menonton film kartun, ah lebih tepatnya hanya david yang menonton mereka sibuk dengan obrolan yang tidak david mengerti.
"Satu Minggu di sini, ya" pinta vina.
"Adel terserah kak Kevin aja, mah" sahut adel melirik suaminya.
"Hm" gumam kevin malas, kalau sudah seperti ini mana mungkin mereka bisa pulang, mamahnya pasti akan memaksanya untuk menginap lebih lama.
"Yeyyyy" bahagia vina.
Dylan ikut duduk di samping vina mencium pipi vina. "Mah, dylan izin mau ikut balapan, ya" izin dylan.
Sontak vina dan adel menggeleng cepat, tapi tidak dengan kevin dan hardi yang sudah biasa mendengar dylan izin seperti tadi.
"Abang jangan, bahagia" ucap sela menatap dylan.
"Tau apa kamu anak kecil" ledek dylan.
"Nyebelin" kesal sela.
Dylan tidak menyahut ia menatap mamahnya. "Ya, ya, aku---"
"Enggak boleh" potong adel menatap dylan datar fan tajam.
Sontak Kevin dan semua orang menoleh menatap adel, Kevin menatap datar istirnya. "Jangan ikut campur, sayang, biarin aja dia udah dewasa" kesal Kevin.
Adel menoleh. "Walaupun dia udah dewasa tapi dia masih bertingkah seperti anak kecil, memangnya kamu enggak khawatir kalau terjadi sesuatu sama dylan, adik kamu sendiri yang sekarang ini jadi a-adik i-ipar aku juga" kesal adel.
"Kenapa kamu lebih peduli sama dylan?, Kenapa kamu belain dylan, biarin aja" marah kevin.
"K-karena d-dia adik ipar aku" jawab adel gugup.
Kevin terkekeh kecil melihat wajah bingung adel. "Hahah, termasuk mantan pacar kamu, ah lebih tepatnya pacar kamu, yang notabenenya adik ipar kamu sendiri, adik suami kamu sendiri" kekeh kevin hambar.
"Kevin" tegur hardi.
Kevin tidak menoleh samasekali ia menatap lekat adel. "Kapan kamu berubah?, Kapan kamu bisa berubah kalau tidak semua orang harus kamu pedulikan, termasuk adik ipar kamu sendiri yang notabenenya mantan pacar kamu sendiri?" Marah kevin, nafasnya memburu.
Adel menunduk. "Apa salah aku peduli sama keluarga aku sendiri?" Cicit adel.
"ENGGAK. KECUALI DYLAN, DAYA TIDAK MAU KAMU PEDULI DENGAN DYLAN, KARENA KAMU MASIH MENCINTAI DIA" bentak kevin marah.
"Kevin sudah, jangan di teruskan" tahan vina ia khawatir mereka bertengkar.
"Bang su---"
"DIAM KAMU, DARI DULU KAMU SELALU JADI BAGIAN ADEL, DARI DULU KAMU SELALU DI HATI ADEL, KAPAN KALIAN BERPISAH, HAH!" bentak kevin.
"Sudah-sudah, kenapa masalah ini jadi besar, dylan hanya izin kalau tidak di izinkan dia tidak akan pergi" ucap hardi.
Kevin menggeleng. Ia menatap tajam adel. "Kamu ninggalin david 5 tahun lamanya, kamu ninggalin anak dan suami kamu di sini, kamu pergi jauh dengan pria yang tidak kami kenal, termasuk kamu sendiri, kamu bahagia di sana tanpa memikirkan perasaan keluarga kamu sendiri, kamu ninggalin luka yang paling dalam di hati suami dan anak kamu sendiri, sampai-sampai anak kamu memiliki trauma akan kehilangan"
Adel terisak ia mengangguk pelan. "A-aku m-mi-----"
"Minta maaf tidak bisa berubah semuanya" potong kevin.
Adel mendongak ia menatap wajah Kevin. "Terus kamu maunya apa?, Aku harus sujud di kaki kamu?, Atau aku harus pergi lagi dari sini?" tanya adel.
Kevin mengangguk. "Kita c-cerai. biar aku urus perceraian kita" lirih Kevin enggan menatap wajah adel.
Deg.
"C-cerai?" Beo adel kaget.
"KEVIN" bentak hardi dan Vina menatap tajam anaknya.
Kevin menatap kedua orangtuanya. "Kalian jang ikut campur urusan rumah tangga kevin" ucap kevin.
"Anak kalian masih kecil" ucap hardi.
Kevin terkekeh kecil. "Bukannya dulu david di tinggalkan masih bayi?, dan kevin bisa rawat dia sampai besar seperti ini, kenapa sekarang tidak, haha" kekeh kevin hambar.
****
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Fiksi RemajaBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)