Adel menatap jendela kamar hotel tatapnya kosong hati yang hampa. Rasanya ia tidak sanggup menahan rasa rindu pada kedua anaknya, ia ingin memeluk mereka berdua, mengurus Mereka dengan sepenuh hati.
Tanpa sadar air matanya menetes ia ingin pulang ke negri kelahirannya ia ingin pergi dari sini. "Hiks, mamah kangen kalian berdua" isak adel.
Cklek...
"Sayang aku bawain mertabak kesukaan kamu" ucap noval masuk kedalam kamar sambil menenteng paper bag mertabak, menaruhnya di laci kecil memeluk adel dari belakang. menyembunyikan wajahnya di leher adel. "Harum banget pakai parfum apa?" Tanya noval terus mengendus-endus leher adel.
Adel mendorong wajah noval pelan. "Aku mau kita pulang ke Indonesia" lirih adel.
Wajah noval berubah menjadi tatapan datar, rahangnya mengeras. "Enggak! Kita tidak akan pulang ke Indonesia" tolak noval tegas.
"Tap---"
"Enggak adel. Apapun alasannya aku tidak mau kevin merebut kamu" potong noval cepat.
Adel duduk di pojok kasur menatap lurus. "Aku kangen sama anak-anak" lirih adel.
Noval memeluk adel dari samping. "Aku sudah janji satu bulan sekali kita ke Indonesia tapi kalau untuk tinggal di sana aku tidak bisa" kata noval lembut.
"Ya" lirih adel pasrah.
Noval mengambil mertabak yang tadi ia bawa, menyuapi adel. "Makan yang banyak biar gemuk" ledek noval.
Adel mendengus kesal. "Maksud kamu aku kurus gitu? Enak aja aku enggak kurus dan aku juga enggak gemuk" sewot adel.
Noval terkekeh kecil. "Mau nginep di hotel atau langsung pulang?" Tanya noval mengusap bibir adel yang terkena coklat.
"Disini dulu, aku mau tidur" kata adel merebahkan tubuhnya di kasur. menatap noval terus menatapnya membuat adel keheranan. "Kenapa? Ada sesuatu yang mau kamu bicarakan?" Tanya adel.
Noval menggeleng ia merebahkan tubuhnya di samping adel, mengelus pipi adel. "Aku ingin punya anak dari kamu, anak kandung kita" kata noval.
Tatapan adel berubah menjadi datar. "Kenapa sih selalu bilang gitu, aku muak dengernya" kesal adel mendorong pelan tubuh noval menjauh darinya.
Noval mengerutkan keningnya menatap adel yang menatapnya marah. "Aku cuma bilang kenapa kamu marah gini sama aku, memangnya salah kalau aku bilang aku ingin memiliki anak dari kamu?. Tidak, kan?" Tanya noval sedikit emosi.
Adel beranjak dari kasur menatap dingin noval. "MEMANG TIDAK! TAPI AKU CAPEK SELALU DENGAR ITU. KALAU KAMU MAU PUNYA ANAK CEPAT KAMU NIKAH AJA SAMA ORANG LAIN" bentak adel marah.
Rahang noval mengeras ia menghampiri adel yang berjalan menuju sofa, tatapannya berubah tajam. "Kenapa kamu nyuruh aku nikah lagi? Kamu tidak cinta sama saya?" Tanya noval. Tidak ada lagi kata-kata manis dan lembut, tidak ada lagi panggilan aku kamu.
Adel membalikkan tubuhnya menghadap noval. "KALAU AKU TIDAK CINTA SAMA KAMU AKU TIDAK AKAN MENIKAH, KALAU AKU TIDAK CINTA SAMA KAMU AKU TIDAK AKAN TINGGAL DI SINI AKU LEBIH MEMILIH KABUR DARI SINI DAN KEMBALI BERSAMA ANAK-ANAK AKU! STOP MEMBICARAKAN HAL YANG MEMBUAT KITA MARAHAN SEPERTI INI" teriak adel kesal.
Noval terkekeh hambar. "Bilang saja kau mencari masalah seperti ini karena kau mencari alasan untuk kembali ke Indonesia, supaya kau bisa kembali dengan kevin, oh, atau tidak dengan dylan pria yang sangat kamu cintai melebihi suami kanu sendiri" kekeh noval
PLAK.
"STOP MEMBAWA-BAWA ORANG LAIN DI MASALAH INI! TIDAK ADA SANGKUT PAUTNYA DENGAN DYLAN MAUPUN KEVIN, SELAMA DUA TAHUN LAMANNA AKU BERUSAHA MOVE-ON DARI DYLAN TAPI KAMU SELALU MENGINGATKAN AKU SAMA DIA. BUKAN SALAH AKU KALAU AKU GAGAL MOVE-ON" marah adel menampar keras pipi noval.
Noval tercengang ia menatap tajam adel. "Kau berani nampar suami kamu sendiri, hah! Hanya karena membela pria itu?.....hebat, sangat hebat" kata noval bertepuk tangan.
Adel terisak ia duduk dilantai. "Aku tidak membeli siapapun, aku berkata jujur" lirih adel.
Noval terkekeh kecil. "Saya keluar dulu saya tidak mau menyakiti kamu jika saya berlama-lama disini" setelah mengatakan itu noval langsung keluar.
***
Dua hari sudah mereka saling diam, noval maupun adel tidak ada yang mau mengalah. Ego mereka terlalu tinggi untuk meminta maaf duluan. Adel sibuk dengan ponsel digenggamnya, noval sibuk dengan laptop di pangkuannya. Suasana rumah hening hanya suara televisi yang menyala.
"Huek.."
Adel menoelah melirik suaminya yang mual, sedikit khawatir melihat suaminya yang pucat. "Sakit?" Tanya adel berpura-pura biasa saja.
Hening
Noval hanya melirik adel ia kembali dengan laptopnya menahan mual di perutnya. "Sial! Kenapa mual gini sih" gumam noval yang masih terdengar jelas adel.
Adel beranjak dari duduknya menuju dapur, membuatkan teh hangat. "Emang enggak kaya kak kevin yang enggak pernah gengsi minta maaf, mau salah atau tidak dia selalu mengalah" sinis adel sambil mengaduk teh dan membawanya ke ruang tengah. "Minum dulu, kamu pasti masuk angin gara-gara selalu tidur malam" kata adel.
Hening.
Noval hanya melirik teh yang dibuatkan istrinya tidak ada niat untuk meminumnya, ia malah menggeser teh sedikit jauh.
Adel mendengus ia mengangkat bahunya acuh tak acuh. "Terserah, yang penting aku sudah berusaha menjadi lebih baik" kata adel kembali main ponsel.
"Hahah. Istri yang baik tidak akan mengabaikan suaminya yang sedang sakit, dia berusaha melawan egonya" sindir noval.
Adel terkekeh kecil mendengar ucapan noval, mengambil laptop noval menaruhnya di meja. Ia duduk di pangkuan noval membuat sang empu melotot kaget. "Bukankah suami yang harus mengalah jika istrinya sedang marah, kenapa istri yang harus mengalah?" Tanya adel mengelus pipi noval dengan tatapan datar dan dingin.
Noval menepis tangan adel. "Jangan sentuh" sinis noval.
Adel terkekeh kecil. "Why? Bukankah kau menyukai sentuhan aku, hmm?" Tanya adel.
Noval diam menatap aneh adel tidak biasanya adel seperti ini. "Kamu Kesambet setan apa? Kenapa kamu jadi genit gini?" Tanya noval.
Adel melotot sempurna. "Sembarangan. Aku enggak kesambet, males sama kamu enggak seru" sinis adel hendak turun dari pangkuan noval namun langsung ditahan noval.
"Disini aja" kata noval memeluk adel.
Adel diam ia mendorong pelan tubuh noval. "Ko kamu genit gini?" Sindir adel.
Noval terkekeh kecil. "Temenin saya tidur sudah lama saya tidak tidur sama kamu" lirih noval.
"Mana ada lama orang baru dua hari" koreksi adel.
Novel kembali terkekeh ia membopong tubuh adel masuk ke kamar. "Aku menginginkan kamu" bisik adel yang langsung adel angguki. Dan mereka melakukannya hanya beberapa jam karena adel lemas dan mengantuk.
Noval merebahkan tubuhnya di samping adel menatap adel yang tidur pulas. "Saya akan berusaha mendapatkan apa yang saya mau" lirih noval.
Tok.tok.tok.
Noval menoelah siapa yang bertamu tengah malam seperti ini. Tidak mau membuang waktu lagi ia langsung mengambil celana pendek yang tergelak dan memakainya cepat.
Cklek.
"siapa dat......kevin" kaget noval melihat pria tinggi di depan pintu sambil tersenyum tipis.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Teen FictionBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)