34. modus

262 2 0
                                        

Setelah pulang dari kampus kevin benar-benar marah besar, bahkan ia langsung menggempur istirnya dengan kasar, sebelum itu Adel lebih dulu minum pel, yang tentu tidak kevin tau, sekarang ini jam menunjukkan pukul 15.00 sore. Adel masih setia tidur, sedangkan Kevin sudah mandi lebih dulu.

Adel memejamkan matanya, rasa bersalah menghantuinya, setiap ia melakukan seperti ini, rasa bersalah terhadap Dylan semakin besar, kevin keluar dengan wajah yang sudah segar. Adel langsung mengalihkan pandangannya karena Kevin hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya.

Kevin duduk di samping adel "enggak mau mandi?" Tanya kevin lembut.

Adel menggeleng "enggak, aku mau tidur aja, sekalian mandinya sore" jawab adel lirih.

Kevin memajukan wajahnya hendak mencium adel, yang langsung adel dorong. "Ck! Jangan nolak saya, adel Chyntia Sari" geram kevin, ia menahan tangan adel, menciumnya kembali "saya tidak suka ditolak" lirihnya di sela-sela ciumannya.

Adel pasrah ia diam, sudah lelah berdebat dengan kevin, semakin ia memberontak semakin menjadi-jadi kevin. "Jangan, aku enggak mau ninggalin bekas" adel mendorong kevin saat kevin hendak mencium lehernya.

Kevin menatap datar adel "kenapa?, Kamu malu?" Tanya Kevin dingin.

Adel mengangguk polos "udah ya, aku capek banget" lirih adel dengan wajah yang memelas. "Sana pakai baju" suruh adel mendorong pelan kevin.

Kevin mengangguk ia langsung memakai pakaiannya "kamu mau sesuatu? Biar aku belikan" tanya kevin duduk kembali di pinggir kasur.

"Mau mandi dulu" ucapnya sambil melilit selimut ketubuhnya dan langsung masuk kamar mandi.

Kevin geleng-geleng kepala ia mengambil laptopnya, mengotak-atik laptopnya kerjaannya jadi terbengkalai. Tidak lama adel sudah siap dengan pakaiannya. "Rapih banget mau kemana?" Tanya kevin heran.

"Mau nonton sama teman boleh kan?" Tanya adel sambil merapihkan bajunya.

Kevin menggeleng "enggak, pasti sama dylan, dan teman-temannya itu, saya enggak ijinkan" Kevin menatap datar adel.

Adel membalikkan tubuhnya "apaan sih, orang sama monik, teman aku di universitas dulu" sinis adel.

"Enggak, kamu bohongkan?" Tidak percaya kevin.

Adel menunjukkan chet bersama temannya "baca, kak, aku sama monik enggak sama dylan, dia lagi sibuk ngerjain tugas sama teman-temannya" kesal adel.

Kevin mengerutkan dahinya "ko kamu bisa tau?" Curiga kevin.

"Ya karena aku lihat SG, si Rudi, udah deh jangan curiga mulu" kesal adel.

Kevin menarik pinggang adel "kamu dirumah saja, kalau kamu tetap kekeuh mau keluar, saya ikut" ucap kevin serius.

"Aku mau minum alkohol, kak, ish" kesal adel.

Kevin melotot kaget, ia mencengkram pinggang adel sampai adel meringis kesakitan. "Jangan pernah minum alkohol lagi, kalau enggak, kamu akan saya kurung dirumah" ancam kevin serius.

Adel meringis sakit "enggak usah lebay kakak aja sering minum, ya, kan?" Tebak adel.

Kevin menggeleng kecil "jarang, kalau mood saya enggak baik-baik baru minum, kalau enggak, ya, enggak" ucapnya jujur, menarik adel ke kasur sampai jatuh, adel kembali ketar-ketir ia takut kevin berbuat lagi "mendingan kita--"

"Enggak, kak, aku enggak mau, aku capek" potong adel cepat.

"Enggak seru banget" kesal kevin.

"Dasar mesum" kesal adel.

Kevin mencium singkat bibir adel, mengelus kepala adel lembut "kalau kaya gini enak, enggak berantem terus, malahan mesra-mesraan gini, saya suka momen kaya gini" ungkap kevin.

Adel memutar bola matanya malas "mesra-mesraan kakak bilang?, Enggak ada mesra-mesra sama sekali, malahan saya tertekan" ungkap adel.

Kevin tidak menyahut ia terus menatap adel, yang menatapnya sebal, ada kehangatan disana walaupun adel menatapnya dengan tatapan malas, tapi kevin bahagia karena bisa bersama Adel, walaupun ketakutan terbesarnya terus menghantuinya, setidaknya adel masih ada disisinya.

"Kamu sudah tidak memiliki hubungan lagi sama dylan?" Tanya kevin.

Adel diam sebentar "kalau gue bilang masih, nanti dia marah terus ngekang gue lagi, kalau gue bilang enggak ada pasti nih si berondong bebasin gue" batin adel. Menggeleng kecil "udah enggak, dia udah sibuk sama kuliahnya, aku juga udah sibuk dengan kuliah aku, jadi. Kita sudah putus, aku juga udah bisa nerima keputusan aku sendiri untuk jauh-jauh dari dylan, dan enggak tergantung lagi sama dia" ucapnya sedikit dramatis. "Itu enggak akan terjadi, kevin Aprilio, saya adel Chyntia Sari, akan selalu mencintai dylan, adik kamu sendiri" lanjutnya dalam hati.

Kevin tersenyum manis ia mengangguk kecil "bagus dong, kamu bisa Nerima aku sedikit-sedikit, bisa kan?" Lirih kevin.

Adel menghendikan bahunya "entah, enggak muda buka hati, udah ah turun berat tau" kesal adel, Kevin masih setia di atas tubuh istrinya.

"KAK ADEL, KAK KEVIN" teriak sela diluar kamar sambil menggedor-gedor pintu kamar.

Adel dan kevin menoleh kaget, adel langsung mendorong tubuh besar suaminya "minggir, ada sela, kak" kesal adel. Bagaimana tidak kesal kevin malah menarik adel kedalam pelukannya lagi "kak, ada sela, lepas, ish" kesal adel.

"Biarin aja, ganggu mulu tuh anak" dengus kevin.

"KAK ADEL, ADA TEMAN-TEMAN KAKAK DIBAWAH" teriaknya lagi.

Adel melotot kaget "kak minggir ada teman-teman aku, ish, astaga!" Kesal adel berusaha melepaskan diri dari kevin yang malah semakin kuat memeluknya. "Aku marah nih, kalau enggak lepas" ancam adel tak main-main.

Kevin melepaskan pelukannya, adel langsung turun ia menatap dirinya dipantulan cermin "ganggu mulu tuh teman-teman kamu, mau apa sih hampir tiap hari kerumah, udah kaya enggak punya rumah aja" kesal kevin.

Adel mengabaikan ucapan suaminya ia langsung keluar kamar, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman "BESTIE, OMG!" Teriak adel, berlari menghampiri teman-temannya. Sudah bibirnya semakin tertarik melihat dylan yang tersenyum kearahnya, menoleh kebelakang melihat situasi aman atau tidak.

"Aduh jatuh" ucapnya pura-pura terjatuh di pangkuan dylan "aduh kecium" cicitnya sengaja mencium bibir dylan.

Mereka semua kaget termasuk dylan yang mendapat serangan dari kekasihnya "astaga, sayang, jangan gini nanti kak kevin lihat bisa ngamuk" tegus dylan.

Adel langsung berdiri ia tersenyum manis "namanya juga kesandung, ayang, jadi gitu" elaknya sambil duduk di samping mega.

"Modus" ucap mereka serampak.

Adel mengibaskan rambutnya "dikit, hehe" kekehnya.

"Eh, ada kak kevin" ucap rudi.

Mereka langsung berpura-pura mengobrol biasa, begitupun Dylan ia harus siap mental untuk menghadapi sikap kakaknya "mau apa kalian kesini?, Termasuk dia" Kevin menunjuk dylan.

"Kak jangan marah dulu, bang dylan antar aku kesini" ucap sela takut kedua abangnya berantam.

"Kalau kalian mau ngapain?" Tanya kevin melirik ketiga sahabat istrinya.

Mega tersenyum manis "mau numpang makan, pak" ucap adel tanpa rasa malu sedikitpun.

***

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang