Setelah sarapan tadi mereka kumpul di ruang tengah menikmati secangkir teh, dylan dan adel sudah baikan walaupun mereka tidak berantam. Mereka saling lirik-lirik walaupun rasanya susah, Dan capek mending mengobrol langsung.
Kevin menganggam tangan adel "sayang kamu enggak mau jalan-jalan berdua sama aku?" Tanya Kevin. Ia ingin merasakan jalan-jalan berdua dengan istrinya ini.
Adel menoleh "mending di rumah, diluar panas" ucapnya. Biasanya setiap hari Minggu adel selalu jalan berdua dengan dylan, entah itu olahraga, ataupun jalan-jalan ke mal.
Tapi sekarang tidak. Karena ada perusak diatara mereka berdua. Rasanya adel ingin bilang pada mereka kalau dirinya ini, pacarnya dylan, tapi sayang nyalinya tidak sebesar keinginannya.
"Oh ya, mendingan kita beli baju kamu, kan baju kamu pendek-pendek, kita beli baju baru aja" usul Kevin.
Fara melirik dylan yang mengangguk setuju. "Tapi jangan lama-lama ya, aku mau langsung pulang" Kevin mengangguk cepat.
Mereka langsung siap-siap ke mal, diperjalanan adel lebih banyak diam ia fokus menatap jalanan yang ramai, karena banyak yang berolahraga. "Kak Kevin" panggil adel tanpa menoleh.
"Hm?" Gumam Kevin.
"Memangnya kita jadi pindah rumah?" Tanya adel lirih.
Kevin mengangguk pelan "untuk sementara kita tinggal di apartemen dulu, setelah rumah kita jadi kita pindah kesana" jelas Kevin.
Adel cemberut "menurut aku, kita tetap tinggal dirumah mamah vina, gini maksud aku, kalau kakak pulang kerjanya malam nanti aku sendiri di apartemen, kalau dirumah mamah vina, rame, ada sela, dan yang lain" bujuk adel, sebisa mungkin ia tetap tinggal dirumah mertuanya.
"Saya tidak suka lihat kamu berdekatan dengan dylan, walaupun dia adik saya tapi tetap saya tidak suka" jawabnya jujur.
Adel menatap suaminya dari samping "kak, aku sama dylan enggak punya hubungan apa-apa, aku sama dia sahabatan enggak lebih" ucapnya bohong. "Pacaran maksudnya, hehe" lanjutnya dalam hati.
Tangan kanan Kevin gunakan untuk menyetir, tangan kirinya ia gunakan untuk mengelus puncak kepala adel "nanti saya pikirkan lagi" ucapnya.
Tringg..tringg
Adel merogoh tas selempang mengambil benda pipih yang terus bergetar sedari tadi.
Mega
Gw dirumah dylan nih✓
Sama anak-anak jga✓
Cepat pulang✓
Adel melotot kaget ia menatap suaminya "kak, kita putar balik aja, yuk, teman-teman aku ada di rumah nih, mereka mau main" cicitnya tak enak hati.
Kevin menoleh "udah mau sampai, suruh tunggu aja" ucapnya.
Adel menggeleng "aku enggak enak, mereka jauh-jauh dari sini, nanti malam aja kita belanjanya sekalian dinner" tawarnya.
Kevin tersenyum manis "serius mau dinner berdua sama saya?" Bahagianya dari awal pernikahan Kevin mengajak diner berdua, tapi adel selalu menolaknya dengan berbagai macam alasan, sekarang istrinya mau sendiri.
Adel mengangguk paksa "i-iya, asalkan sekarang kita putar balik, yuk" Kevin mengangguk ia putar balik, padahal mal sebentar lagi sampai tidak papa yang penting dirinya bisa dinner berdua sama istrinya.
Kevin memarkirkan mobilnya di magasi mobil, adel langsung turun tanpa menunggu dibukakan. "Tunggu biar saya buk--"
"Mega" teriak adel berlari menyusul mega yang sedang berbincang-bincang dengan dylan, rudi, dan rio. "Kenapa enggak bilang dulu kalau mau kesini, aku kan enggak dandan" ucapan konyol bagi mereka berempat.
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Teen FictionBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)