Setelah diperbolehkan istirahat adel langsung tidur pulas, mengabaikan semua orang yang terus berebutan, mengendong anaknya. Orangtuanya juga sudah sampai di rumah sakit setelah ia melahirkan tadi.
Sedangkan dylan terus menatap wajah lelah adel. Ia bangga pada adel, yang sudah melahirkan keponakannya. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman.
Sedangkan kevin terus menjaga anaknya dari semua orang yang ingin mengendong anaknya. "Cik! Jangan berisik istri kevin lagi tidur" kesal kevin menatap semua orang.
Vina melirik sinis kevin "pelit banget sih kamu, mamah cuman mau gendong, cucu mama doang" sinis vina.
Kevin menatap malas mamahnya "mah, kata dokter, jangan diganggu dulu, anak kevin butuh istirahat" ucap Kevin selembut mungkin.
Winda mengangguk setuju "benar apa kata kevin, besok aja kita main sama cucu kita" ucap winda.
"Tuh benar apa kata besan kita" imbah hardi.
"Sekarang kita cari hotel dulu, untuk bermalam--"
"Udah kelewat, udah pagi" ucap winda, vina, hardi.
Sandi mengeruk kepalanya "hehe, ya, juga, ya" kekeh sandi bingung sendiri.
"Kevin mamah mau gendong cucu mamah" rengek vina.
Dylan menghampiri mamahnya merangkul pundak mamahnya. "Mah, jangan berisik, kasihan adel sama bayinya, mereka masih lemas" ucap dylan selembut mungkin, supaya mamahnya ini menurut.
"Tap---*
"OEKKK OEKKK"
Tangis bayi terganggu tidurnya, mereka langsung menatap bayi yang berada di kasur bayi. Kevin menatap kesal mamahnya, yang menganggu istirahat anaknya.
"Tuh liat, anak kevin bangun" kesal Kevin.
"Abisnya kamu pelit" ucap vina membopong cucunya yang menangis. Menjauh dari kevin.
Tidak lama adel terbangun mendengar suara tangisan bayi. Menoleh menatap kevin dan dylan yang tersenyum kearahnya. "Kenapa masih disini?, Kalian enggak mau istirahat, enggak capek?" Tanya adel khas suara bangun tidur.
Mereka menggeleng "enggak" jawab mereka bersama.
Kevin melirik tajam dylan "lo ngapain ikut-ikutan, Adel nanya sama gue" sewot Kevin.
"Gue juga"
"Lo enggak"
"Gue juga"
"Lo enggak, dylan"
"Gue juga"
"Lo---"
"Kenapa berantem sih, kalau mau berantem sama diluar, ganggu aja" kesal adel.
Mereka langsung diam, dylan kembali duduk di sofa bersama kedua sahabatnya, rudi, rio, yang masih tidur pulas di sofa. Semalam dylan menelpon mereka berdua, untuk menemaninya, untungnya mereka mau. pasti sih.
Bayangkan saja jam 00.02 dini hari dylan menelpon rudi dan rio, yang sedang tidur pulas. Bahkan rudi tidak memakai baju, hanya kaos dalam. Saat mendengar adel melahirkan, mereka langsung ke rumah sakit, tanpa melihat pakaiannya.
***
Sekitar pukul sepuluh siang adel bangun dari tidurnya, badannya lebih enakan. Melirik kevin yang sedang mengajak bicara anaknya. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman. Kevin jika sedang seperti ini ia sangat tampan, walaupun setiap harinya kevin selalu tampan. Tapi bukan berarti ia mencintai kevin.
"Anak papah udah bangun, ya, pintar banget bangunnya enggak nangis" puji kevin sambil mencium pipi anaknya.
Adel melihat sekeliling ruangan. Kosong, hanya tinggal dylan yang masih tidur sambil duduk. Adel bisa melihat jelas wajah tampan dylan.
Menoleh kesamping menatap kevin. "Kak, yang lain pada kemana?" Tanya adel.
Kevin menoleh ia tersenyum manis, sampai tidak sadar kalau istrinya sudah bangun. "pada pulang dulu, nanti kesini lagi, aku udah belikan bubur ayam, dimakan dulu" Kevin menyodorkan sendok yang sudah di isi bubur ayam.
Kevin tau adel anti makan makanan. Rumah sakit yang menurutnya sangat buruk, lidahnya yang manja. Adel menerima suapan kevin.
"Makasih.... aku mau pulang, kak" pinta Adel tidak betah, walaupun ruangan yang ia tempati, ruangan VVIP, tapi sama saja yang namanya rumah sakit, tetap tidak ada yang betah.
"Nanti aku tanya dokter dulu" ucap kevin sambil menyodorkan obat, yang diberikan dokter "kamu udah enggak sakit lagi, kan?" Tanya kevin khawatir.
Adel menggeleng "sedikit doang, aku kan lahiran normal, jadi wajar, tapi enggak papa, ko" ucap adel meyakinkan suaminya.
"Siang, anak mamah" sapa winda dan vina masuk kedalam ruangan adel.
Kevin dan adel menoleh ke sumber suara. "Siang, mah" jawab adel tersenyum manis. "Mah, adel mau pulang" rengek adel manja.
Wina mengangguk "boleh dong, nanti kita tanya dokter" ucap winda mencium pipi adel.
"Adel abang datang" terik alek masuk kedalam. langsung memeluk adel erat, mencium pipi adel. Membuat kevin kesal "abang bangga sama kamu, akhirnya bayi, besar abang punya bayi juga. Haha" kekeh alek.
Adel mendengus sebal "abang ish. Mana kak alea?" Tanya adel tidak mendapati kakak iparnya.
Alek menatap wajah adel "dia lagi kuliah, nanti katanya mau nyusul" jawab alek mengelus rambut adel.
"Cik! Jangan sentuh istri gue" kesal kevin.
Alek menatap kevin "serah gue, orang dia adik kandung gue" sewot alek.
"Dia istri gue" bantah kevin.
"Bodoamat. Marahin del" suruh alek. Pada adiknya yang sedari tadi menatap kevin kesal. "Mas gue enggak boleh peluk-peluk adik gue sendiri" ucapnya dramatis.
Adel menatap tajam kevin "mendingan kamu ngobrol aja sama anak kamu. Biar enggak emosian, marah, cemburu" kesal Adel.
Kevin melirik tajam abang iparnya "awas, lo" ancam kevin. Sedangkan alek tertawa terbahak-bahak, puas melihat kevin kesal padanya.
***
Mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah, mamah vina. Bukan keinginan adel maupun kevin. Melainkan mamah vina sendiri yang maksa mereka untuk tinggal sementara dirumahnya. Sedangkan oragtua adel sudah kembali, mereka tidak bisa mengantar adel sampai rumah mertuanya, karena ada urusan mendadak.
"Hati-hati sayang" ucap Kevin membantu adel turun dari mobil.
Adel mendengus sebal. Ia sudah tiga hari melahirkannya, rasa sakitnya juga sudah menghilang, kenapa kevin posesif seperti ini. Adel duduk di sofa menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, akhirnya ia bisa pulang juga.
"Adel, kevin, anak kalian mau dikasih nama apa?" Tanya hardi.
Adel melirik Dylan yang tersenyum tipis. "David. Ya, namanya david aja, cocok" ucap adel.
Kevin mengerutkan keningnya "ko David sih?, Harus ada nama kitanya, juga dong" ucap kevin sedikit tidak setuju.
"David, bagus kak, diambil dari huruf dy.... intinya aku mau nama bayi kita david. Titik." Kekeuh adel. Hampir saja ia keceplosan.
"Tapikan, itu....oke, asalkan diakhir nama ada nama aku. David Aprilio" ucap kevin. Adel mengangguk kecil, yang jelas nama anaknya harus diambil, dari huruf 'D' bukan semata-mata ia peduli.
"Kalau kita punya anak mau dikasih nama apa?" Tanya adel.
"Kalau anak kita cowok, namanya David, diambil dari huruf dylan" jawab dylan.
"Kalau cewek?"
"Airline, diambil dari huruf A" jawab dylan.
Mendengar itu seketika senyum dylan mengembang. "Ternyata kamu masih ingat" batin dylan.
"Hallo david, sekarang nama kamu david Aprilio, tapi jangan sampai sikap kamu mirip sama papah kamu, yang super galak" ucap vina.
"Mamah" rengek kevin manja.
Sedangkan adel dan dylan mengobrol lewat kontak mata. Mengabaikan keluarganya yang bahagia. Hardi bisa melihat jelas kalau anak dan menantunya, masih saling mencintai.
"Dylan, adel. Mau sampai kapan kalian seperti ini. Takdir tidak berpihak pada kalian" batin hardi.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Genç KurguBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)