Tiga hari adel mengurung diri di kamar hotelnya, ia terus keringat kejadian tiga hari Lalu, diwaktu ia bertemu dengan keluarga suaminya, termasuk suaminya sendiri.
Noval selalu mengajak adel untuk kembali ke negara yang mereka tinggali, tapi adel selalu menolak kerjaan di Indonesia belum selesai, bahkan ia belum kerja sama sekali di Indonesia.
Adel menatap noval yang sedang mengetik di laptop. "Nov, kita selesaikan kerjaan kita hari ini juga gue mau pulang hari ini juga" ucap adel tiba-tiba.
Noval yang sedang mengetik ia memberhentikan sejenak, menatap adel. "Yakin mau selesai hari ini juga?, Kayanya enggak keburu, dan enggak mungkin juga" ucap noval kurang yakin.
"Coba aja dulu, tapi usahain kita cepat-cepat selesai, supaya kita bis pergi dari sini gue enggak mau lama-lama di sini"
Noval mengangguk, ia langsung menghubungi kliennya mereka, untuk mengajak meeting yang sempat tertunda.
Adel melirik jam yang sudah menunjukkan jam makan siang, ia tau novel mempunyai penyakit maag, ia tidak diperbolehkan telat makan. "Makan siang dulu yuk, nanti lo drop" ajak adel sambil mengambil tas selempang.
Sudut bibir noval terangkat membentuk senyuman manis, perhatian kecil yang mampu membuat hati noval nyaman, Mereka keluar beriringan keluar hotel.
Setelah sampai adel dan noval langsung memesan makanan, sambil menunggu makanan sampai mereka mengobrol tentang pekerjaan mereka.
"Semoga berjalan dengan lancar, ya, nov" ucap adel.
Noval mengangguk. "Pasti dong, kamu jangan khawatir, semua akan berjalan dengan sangat lancar"
Adel mengangguk ia bangun dari duduknya. "Gue toilet dulu, kalau makanan udah datang lo langsung makan jang tunggu gue, awas lo nungguin gue" ancam adel.
Noval terkekeh kecil ia mengangguk. "Siap, bu bos" ucap noval sambil hormat.
Adel langsung beranjak dari sana menuju toilet, karena toilet penuh ia lebih menunggu di luar toilet sambil melihat-lihat sekeliling yang ramai.
Puk
Puk
Pundak adel ditepuk dua kali oleh seseorang, reflek adel menoleh ia melotot kaget mendapati sahabatnya ada disampingnya, menatapnya dengan tatapan syok.
"A-adel"
"M-mega"
Mega menatap adel dari atas sampai bawah, ia mengucek matanya memperjelas Indra mengalihkannya, bahkan ia mencubit dirinya sendiri meyakinkan kalau yang ia lihat memang benar adel. "Ini beneran lo, adel Chyntia Sari?" tanya mega menatap adel lekat.
Adel mengangguk pelan, untuk apa ia berpura-pura menjadi orang lain, sedangkan orang lain saja mengetahui kalau dirinya memang adel Chyntia sari. "I-iya, ini gue a-adel. Apa kabar udah lama kita enggak ketemu" tanya adel tersenyum tipis.
Mega menatap adel dengan tatapan mata berkaca-kaca, ia memeluk erat adel menangis sesenggukan, mengabaikan tatapan orang yang menatapnya aneh. "Hiks gue kangen banget sama lo, del, gue kangen lo, 5 tahun kita enggak ketemu, 5 tahun lo ngilang gitu aja tanpa kabar sedikitpun" isak mega.
Adel membalas pelukan mega tak kalah erat. "Jangan nangis dong, malu dilihat banyak orang, nanti kapan-kapan kita ngobrol berdua, tapi untuk sekarang gue enggak bisa" ucap adel tidak enak.
Mega melepaskan pelukannya ia menggeleng cepat. "Gue mau ngobrol sekarang, gue enggak mau kehilangan lo lagi, lo sahabat terbaik dan tergoblok gue" ucap mega asal, yang tentunya mendapat pukulan pelan adel.
"Sembarangan" dengus adel.
"Mau duduk dimana?" Tanya mega menatap sekeliling.
Adel menatap noval "kita kesana, gue mau samperin temen gue dulu, dia pasti nunggu gue" ucap adel lebih dulu berjalan. Adel menatap noval kesal, bagaimana tidak kesal noval belum makan juga. "Kenapa sih bandel banget, lo punya penyakit maag nanti lo sakit, nov" marah adel.
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Novela JuvenilBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)