Sudah satu Minggu adel di rumah neneknya, ia enggan ada niatan untuk pulang sedikitpun, menurutnya tempat yang paling nyaman rumah neneknya, yang selalu mengerti perasaannya ketimbang mamah papahnya, yang super sibuk, kalau boleh jujur adel tidak membutuhkan kekayaan, ia ingin mamah papahnya selalu berkumpul disaat hari-hari libur. Tapi nyatanya mereka lebih mementingkan pekerjaan daripada anaknya sendiri.
Sejak kecil ia kekurangan kasih sayang, ia iri dengan teman-temannya yang selalu berkumpul bersama, menghabiskan waktu bersama, dan masih banyak lagi.
Sedangkan dylan ia cemas tidak ada kabar dari pacarnya, kevin juga tidak pulang-pulang, ia terus mencari keberadaan istrinya. Mamah papahnya juga ikut mencari, termasuk sandi dan wina.
Mereka tidak ada yang tau keberadaan adel, saat ini mereka berada di sebuah cafe hanya untuk minum saja. "Mah pah, aku khawatir sama adel" lirih kevin.
"Ada wanita bunuh diri, di jembatan kasihan banget mana masih muda lagi, kelihatannya anak kuliahan gitu, cantik, mungil" cerita seseorang yang duduk di dekat mereka.
DEG.
Jantung mereka berdetak kencang, kevin langsung menghampiri kedua perempuan yang tadi bicara "permisi, tadi kalian bilang ada yang bunuh diri?" Tanya Kevin.
Dua wanita itu mengangguk "iya, kasihan banget" sahutnya.
"Lokasinya dimana?" Tanya kevin.
"Di jembatan, dekat sini ko" ucapnya.
Kevin bangun ia langsung meninggalkan cafe, berlari keluar cafe tanpa memperdulikan teriakan keluarganya, jantungnya berdetak kencang, ia takut perempuan yang dimaksud orang tadi adel, istrinya.
***
Dylan, rio, rudi, mega. Bingung harus mencari kemana lagi Adel, tempat yang sering mereka kunjungi juga tidak ada, bahkan tidak ada tanda-tanda kalau adel sempat disana.
"ARGHHHH ADEL KAMU DIMANA?" teriak dylan.
Sedangkan mega ia menangis sedari tadi khawatir dengan keadaan sahabatnya, ini semua gara-gara dirinya yang terlalu menghukum sahabatnya sendiri "hiks, seandainya kita enggak jauhin adel, mungkin dia enggak bakal kabur kaya gini" sesalnya.
"udah-udah kita cari lagi" ucap rio.
"KEMANA? TEMPAT YANG KITA KUNJUNGI, DAN TEMPAT YANG SERING GUE SAMA ADEL KUNJUNGI ENGGAK ADA" kesal Dylan.
"Terus lo menyerah gitu?" Bentak rio.
"Gue enggak nyerah, rio, gue khawatir, gua takut terjadi sesuatu sama dia" lirih dylan.
***
Adel naik kerumah pohon yang berada di belakang rumah neneknya.
Memejamkan matanya, rasa rindu terhadap dylan semakin menyiksanya. "Dylan, aku rindu kamu sayang, tapi aku enggak bisa kembali kesana, aku enggak mau hubungan persahabatan kalian hancur gara-gara aku" lirih adel.
"Adel" teriak seorang cowok dari bawah "turun jangan loncat, nanti kamu luka, jangan bunuh diri, masih ada aku disini" teriaknya dramatis.
Adel memutar bola matanya malas "jangan ganggu pri cantik ini, pri cantik ini sedang galau, sana pergi pelayan" ucapnya.
"Halu aja terus" dengus pria itu.
"Lah emang gue pri cantik" ucapnya mengibaskan rambutnya "mau apa lo?, Mau berantem sama gue?, Hayu, siapa takut" tantangnya.
"Gue mau jalan-jalan, mau ikut enggak" teriaknya.
Adel yang mendengar jalan-jalan seketika wajahnya berbinar-binar, ia mengangguk cepat "ikut, tapi pri malas turun, apa bisa kau tangkap pri kecil ini?" Tanyanya dengan wajah yang dibuat menggemaskan mungkin.
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Teen FictionBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)