59. syarat

211 4 0
                                        

Seminggu setelah kejadian itu adel dan dylan sama-sama saling menghindar, lebih tepatnya adel yang berusaha menghindari dylan, sedangkan dylan ia biasa saja, bahwa sesekali ia menanyakan kabar, seperti tidak terjadi apa-apa.

Dylan heran kenapa adel bisa sepeduli itu dengan kiki, selama bertahun-tahun adel tidak peduli dengan pria lain. Pertanyaan-pertanyaan di otaknya membuat dirinya ingin segera menyelesaikan masalah ini.

Minggu pagi ini adel lebih memilih menghabiskan waktunya dengan menonton televisi, dan malas-malasan seperti biasanya, adel menatap layar televisi yang menyala dengan tatapan kosong. "Enggak nyangka kita berakhir seperti ini, jujur aku enggak suka pria kasar, padahal kak kiki cuman kasih aku donat itu doang" lirihnya.

Kevin datang dengan wajah kantuknya "sayang, ko aku ditinggalin sih, aku cari-cari kamu tau" rengek kevin.

Adel menoleh melirik kevin malas "suruh siapa kebo, udah dibangunin berkali-kali tetap tidur" sinis adel.

Kevin mendengus sebal "tadi malam papah suruh kita main ke rumah, kamu siap-siap sana" suruh kevin, padahal dirinya sendiri belum mandi, sudah nyuruh adel.

Adel menoleh menatap kevin "aku enggak mau ikut, kamu aja" tolak adel ia masih kecewa dengan sikap dylan.

Kevin mengerutkan keningnya "tumben. Biasanya paling semangat ke sana" heran kevin.

Adel mendengus pelan " yaudah aku ikut, kamu mandi aja dulu, sana" usir adel.

Kevin tersenyum miring "mandiin, heheh" kekehnya.

"Malas" semprot Adel ia langsung mendorong tubuh kevin dan berlari ke kamar.

"Sayang" teriak kevin, yang tidak dihiraukan Adel.

***

Kevin, adel, hardi, vina, sela, dan dylan sedang berkumpul di ruang tengah, adel sibuk makan brownies kukus yang sudah sangat ia kenal bikinan, dylan.

Sedari tadi adel enggan menatap dylan ia masih kesal, sedangkan dylan sesekali ia mencuri pandang kearah adel. "Oh ya, kevin, kamu masih mau ngajar kuliah?" Tanya hardi.

Kevin mengangguk kecil "iya, soalnya istri kevin kuliah di sana, sekalian ngawasin adel takut dia selingkuh" ucapnya melirik dylan yang juga sedang meliriknya.

Vina menatap adel dan dylan, tidak seperti biasanya mereka berdiam seperti ini "kalian enggak papa?" Tanya vina melirik adel dan dylan.

Dylan yang ditanya ia menggeleng pelan "e-enggak papa" jawab dylan bohong.

Adel menguap lebar, Kevin langsung menutup mulut istirnya yang sudah biasa kalau menguap pasti enggan di tutup, sangat menjengkelkan memang istirnya ini, akhir-akhir ini istrinya ini sangat mudah mengantuk.

"Kebiasaan, kalau menguap ditutup" tegur kevin.

Adel mengangguk kecil "aku mau tidur dulu, Kakak lanjut ngobrol aja" ucapnya beranjak dari sana, asli ia sangat mengantuk. Setengah sadar ia masuk ke kamar sebelah kanan, harusnya ia masuk ke kamar sebelah kiri. Kamar kevin.

Dylan menatap keluarganya "dylan ke kemar dulu ada tugas yang harus dylan selesaikan" pamitnya yang langsung beranjak dari sana.

Cklek.

Mata dylan membulat sempurna mendapati adel yang tertidur pulas di kasurnya "A-adel" cicit dylan tidak menyangka. Ia buru-buru menghampiri adel yang masih tidur pulas. "Adel bangun, kamu salah kamar" ucap dylan menepuk-nepuk pelan pipi adel. "Eh astaga!" Kaget dylan saat adel menariknya sampai terjatuh ke kasur samping adel.

"Dylan, aku enggak suka kamu ribut, aku enggak suka kamu cari masalah dengan orang lain, aku cinta sama kamu, tapi kamu mengecewakan aku" racau adel.

Dylan tertegun mendengar racauan adel "j-jadi ini alasan dia mutusin aku" lirih dylan.

"Dylan, aku kecewa sama kamu" lanjut adel.

Dylan mencium lama kening adel sampai membuat adel terbangun dan Langsung melotot kaget. "Adel, maaf" sesal dylan mengelus pipi adel.

Adel sontak bangun ia menatap dylan "kita enggak abis berbuat aneh, kan?" Tanya adel panik.

Dylan terkekeh kecil "enggak, kamu salah masuk kamar" beritahu dylan.

Adel menghela nafas gusar, menatap dylan yang terus menatapnya, baru ingat kalau ia masih marah dengan dylan "minggir aku mau balik ke kamar, kak kevin" ucapnya menepis tangan dylan.

Dylan menahan tangan adel "jangan marah, aku janji enggak bakal kaya gitu lagi, aku bakal lebih sabar lagi" ucap dylan.

Adel menatap sinis dylan "pembohong, aku enggak suka pembohong" sinis adel, kembali menepis tangan dylan, yang masih bertengger menganggapnya.

"Aku janji sayang, aku mohon jangan putusin aku, del, aku enggak mau" rengek dylan manja.

Adel berusaha menahan tawanya "ada syaratnya" ucap adel tersenyum miring.

"Apa?" Tanya dylan cepat.

"Cium" rengek adel manja, dylan sontak senyum lebar ia langsung mencium bibir adel.

***

Malam harinya adel terus merengek seperti hari-hari biasanya ia ingin terus digendong Kevin, ingin makanan yang aneh-aneh, untung pelayan di rumah mereka bisa membuatkan makanan yang adel mau. Kevin tidak bisa membayangkan jika anaknya rewel seperti mamahnya.

"Kak, aku enggak bisa tidur" rengek adel memukul dada bidang tegas kevin.

Kevin menghela nafas lelah "terus maunya apa?" Tanya kevin lembut, walaupun dalam hatinya ia ingin teriak kencang.

Adel mengetuk-ngetuk dagunya berpikir, kevin gemas sendiri. "Eummm, pengen brownies kukus yang tadi siang aku makan di rumah mamah itu, rasa coklat" pinta adel.

Kevin mengangguk "kita beli--"

Adel menggeleng keras "aku enggak mau beli,. pengennya bikin, yang bikinnya kakak, bukan pelayan disini" jelas adel.

Kevin melotot kaget "s-saya tidak bisa bikin kue, yang la---"

"HWAAAA, AKU PENGEN BROWNIES KAK" tangis adel pecah.

Kevin menggaruk kepalanya yang tidak gatal "oke, saya coba" pasrah kevin ia langsung keluar kamar dengan perasaan campur aduk, ia mengambil ponselnya membuka aplikasi YouTube, mencari tutorial cara membuat brownies kukus. Setelah paham ia langsung membuatnya.

Percobaan pertama gagal, begitupun percobaan kedua sampai ke-lima "arghhh gimana sih caranya" teriak kevin frustasi.

"Kak udah belum?" Tanya adel menghampiri suaminya. "Astaga! Kenapa ini gosong?" Kaget adel melihat panci  dan oven yang gosong terbakar.

Kevin nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal "udah aku bilang kalau aku enggak bisa, sayang" lirih Kevin.

"Emang dasar enggak ikhlas" sewot adel mendorong kevin sampai mundur beberapa langkah.

***

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang