Adel mendorong tubuh kevin dari atas tubuhnya, ia kesal dengan kevin yang tidak mau menyudahi kegiatannya padahal ia sudah lemas,
kevin terkekeh pelan melihat wajah kesal adel.
Kevin menyalakan pendingin supaya adel tidak kepanasan, ia menatap wajah istrinya yang kelelahan, mengusap dahi adel yang berkeringat.
"Maaf, ya, pasti kamu capek" kata kevin, sambil memeluk tubuh polos adel.
Kevin mengelus perut rata adel, membuat adel nyaman. "Kira-kira anak kita cewek, atau cowok, ya" tanya kevin penasaran.
"Eng---"
TOK TOK TOK...
kevin dan adel menoleh menatap pintu yang di ketok brutal, mereka tau siapa yang mengetuk pintu, ah lebih tepatnya menggedor pintu keras seperti ini.
"David, kak, gimana ini" panik adel.
Kevin menatap adel santai. "Pakai baju dulu, pasti tuh anak mau tidur disini" kesal kevin, selama dua hari setelah mereka baikan david tidur bersama mereka, alhasil kevin tidak bisa berduaan dengan adel, tidak bisa modus.
Adel mengangguk ia memakai baju piyamanya menatap kevin yang malah memejamkan matanya. "Buka, nanti dia marah lagi" titah adel.
Kevin mengangguk ia langsung turun dari kasur, membukakan pintu untuk anaknya, menatap david datar. "Mau ngapain?" Tanya kevin, walaupun ia tau kalau anaknya ini ingin tidur bersama.
"Mau bobo sama mamah dan papah" jawab david ia langsung masuk tanpa disuruh, merebahkan tubuhnya di samping adel, memeluk adel erat membuat adel terkekeh kecil. "Papah pelit, masa david mau bobo sama mamah aja tidak boleh" adu david.
Kevin memutar bola matanya malas. "Kamu sudah besar, tidak baik tidur bersama kita" kata kevin sambil merebahkan tubuhnya di samping anaknya, david ditengah-tengah kevin dan adel.
"Tidak papa----"
"Sudahlah tidur, besok kamu sekolah" potong kevin malas.
***
Setelah mengantarkan anaknya ke sekolah adel dan kevin langsung lanjut pergi ke kantor, sebenarnya adel males ikut ke kantornya kevin, lebih baik ia di rumah. Tapi kevin terus memaksanya sampai ia mau.
Kevin memarkirkan mobilnya ia langsung turun, membukakan pintu mobil untuk istrinya, sudah menjadi rutinitasnya. "Kalau mau apa-apa bilang, ya" ucap kevin sambil mengelus perut rata adel, memamerkan kemesraannya pada karyawannya.
"Hm" gumam Adel.
Mereka masuk kedalam ruangan Kevin, adel langsung duduk di sofa begitupun sebaliknya, kevin menatap wajah adel. "Kamu ko makin cantik aja" goda kevin.
Adel memutar bola matanya malas "karena aku perempuan, kalau aku laki-laki berarti aku ganteng" ucapnya asal.
"Berarti aku ganteng dong?" Pancing kevin.
Adel mengangguk. Ganteng...eh" kaget adel menutup mulutnya.
Kevin terbahak melihat wajah kesal adel, sangat lucu mengerjai adel walaupun berakhir mendapat pukulan keras. "Dari dulu aku ganteng, sayang" pede kevin.
"Males" sinis adel.
"Haha, aku kerja dulu kamu di sini aj---"
"Aku mau beli makanan deh, aku lapar" potong adel ia bangun menatap Kevin yang menggeleng keras. "Aku cuman beli makan, bukan mau kabur kak" dengus adel.
"Bohong, kam---"
Adel menaruh tas Selempang di meja, ia mengambil uang merah satu lembar di tasnya. "Aku enggak bakal kabur, aku cuman bawa uang seratus ribu, cuman buat bayar makanan dan taksi"
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Genç KurguBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)