Mereka sampai di rumah yang dulu mereka tinggali bersama, rumah yang masih sama, bedanya sekarang rumah ini banyak sekali foto-foto adel di setiap penjuru ruangan.
Kevin menurunkan david dari gendongannya, sedari tadi ia terus tersenyum manis, bahkan satpam rumah ia sapa biasanya enggan ada niatan untuk menyapa, tapi sekarang ia lemar senyuman manisnya.
Adel menatap sekeliling rumah yang sudah lama ia tinggalkan, sekarang ia kembali lagi ke rumah yang pernah ia tempati, rumah yang banyak kenangan pahit dan manisnya, rumah yang terlalu banyak masalah hanya karena keegoisannya.
Mulai sekarang ia berjanji ia akan berubah, ia akan berusaha keras untuk mencintai kevin, ia akan menerima kalau takdirnya bukan bersama orang yang ia cintai, melainkan orang yang mencintainya.
"Mamah suka tidak?" Tanya david.
Adel menundukkan ia menyamakan tingginya dengan tinggi anaknya yang hanya sebawah lutut saja. "Suka, suka banget malah, karena, ada david anak mamah" jawab adel mengelus rambut david gemas.
Kevin jongkok ia menatap anak dan istrinya. "Kamu istirahat dulu nanti kita ngob---"
"Adel" teriak wanita paruh baya yang tidak lain tidak bukan ialah vina mertuanya. "Syukur kamu kembali lagi, mamah kangen banget sama kamu" vina memeluk tubuh adel erat.
Adel membalas pelukan mertuanya. "Baik, mamah apa kabar?" Tanya adel.
"Awalnya tidak baik-baik, tapi setelah kamu kembali kita baik-baik saja" sahut vina sambil melepaskan pelukannya.
Mereka duduk di sofa, tatapan adel tertuju pada seorang lelaki kurus yang menatapnya dengan tatapan rindu, ia sendiri begitu rasanya ia ingin sekali memeluk dylan, ingin sekali mengatakan kalau dirinya merindukan sosok pria yang selalu membuat ia nyaman di dekatnya.
Itu tidak akan terjadi, ia harus melawan egonya untuk tidak berhubungan dengan dylan, pria yang mencintainya begitupun sebaliknya.
Hardi menatap kevin anak sulungnya. "Kamu sudah minum obat?, Waktunya minum obat" tanya hardi, karena kevin kalau tidak diingatkan ia tidak akan meminum obat.
Kevin menggeleng. "Kevin tidak lagi membutuhkan obat sialan itu, sekarang obat kevin ada di diri adel, dia sudah kembali" sahut kevin mengeluh rambut panjang adel.
"Tapi kamu harus minum obat, nak, mamah tidak mau kamu Kambu lagi, adik kamu juga sebelum kesini dia sudah minum obat, makanya dia tenang gini" ucap vina sambil menyerahkan obat dan air minum yang sudah disiapkan mbok yumi.
Adel mengambil sisa bungkus obat kevin, ia membacanya secara teliti, walaupun ia tidak paham-paham banget soal obat, tapi sedikit-sedikit ia paham karena ayah noval temennya itu seorang dokter, ia juga sempat diajari soal kedokteran.
Mata adel melotot sempurna ia langsung menatap kevin yang hanya tersenyum tipis. "Kak, i-ini obat yang kakak sering minum?" Tanya adel.
Kevin mengangguk kecil. "Ya, tapi sekarang enggak lagi karena obat yang aku butuhkan hanya kehadiran kamu disisi aku" jawab Kevin menyenderkan kepalanya di pundak adel.
Adel menggeleng "harus minum, ayo minum aku enggak mau kakak Kambu" adel mengambil air dan obat yang ada di meja. "minum atau aku per---"
"Ck! Ngancem, enggak lucu" sewot kevin, ia langsung meneguk obat dan air itu dengan kesal, dan ogah-ogahan.
Adel tersenyum tipis. "Pinter, harus tepat waktu, jangan malas-malasan" adel mengusap rambut lebat Kevin.
"Mamah david pengen bobo" rengek david.
Adel mengangguk ia membopong tubuh anaknya. "Aku bawa david dulu" pamit adel ia langsung naik ke lantai atas masuk kedalam kamar david.
Kevin menatap mamah, papah, dan kedua adiknya. "Kevin berharap enggak ada lagi masalah ini, enggak ada lagi masalah yang menyangkut tentang, kau dan adel" melirik sinis dylan.
Dylan menatap kevin. "Gue bakal berusaha melupakan adel, demi kebaikan adel" ucap dylan tiba-tiba. Setelah mengatakan itu ia langsung keluar rumah dengan air mata yang mengalir deras.
***
Sungguh malam ini adel sangat canggung, selama lima tahun ia tidur sendiri, tapi sekarang ia kembali tidur berdua bersama suaminya. "Lebih baik kita tidur pisah aja, kak" saran adel.
Kevin menggeleng ia menarik adel ke pelukannya, menyembunyikan wajahnya dileher adel, ia bisa menghirup aroma tubuh adel seperti dulu lagi. "Jangan pernah ninggalin aku lagi, rasanya aku tidak sanggup kehilangan kamu sayang" lirih kevin.
Adel bergidik geli, ia mendorong wajah kevin. "Jangan gini geli tau" ucap adel berusaha mendorong wajah kevin.
Kevin mendengus kesal. "Aku mau peluk kamu sayang, pelit banget sama suaminya sendiri" kesal kevin.
Adel mengelus pipi kevin. "Lebih baik kamu tidur, udah mal---"
"Mamah" teriak david menggedor pintu kamar kedua orangtuanya brutal. "Mamah, papah, david mau bobo sama mamah" teriak david.
Adel dan Kevin mengalihkan pandangannya ke pintu kamar. "Ck! Ganggu aja" denggus kevin.
Adel turun dari tempat tidur ia langsung membuka pintu. "Sayang, kenapa bangun? Hm" tanya adel mengendong tubuh anaknya.
"Mau bobo sama mamah, papah" rengek david merangkul leher adel.
Adel tersenyum tipis ia membawa david ke kasur menidurkan di tengah-tengah adel dan david. "Sekarang kamu tidur, malam ini kita tidur bertiga" ucap adel.
Sedangkan kevin ia menatap sinis david. "Ganggu aja, orang lagi berduaan, melepas rindu" cicit kevin kesal.
David memeluk erat mamahnya, begitupun sebaliknya, kevin yang melihat itu semakin kesal, ia cemburu pada anaknya sendiri. Tidak mau melihat adegan yang tidak enak ia lebih baik keluar kamar lebih dulu.
Adel yang melihat itu terkekeh geli. "Untung ada david" cicit adel lega.
Jam satu pagi kevin kembali ke kamarnya ia melihat anak dan istrinya sudah tidur pulas, perlahan ia membopong tubuh anaknya ia bawa masuk kedalam kamar anaknya. "Tidur sampai siang, ya, papah mau berduaan dulu sama mamah kamu" bisik kevin. Ia kembali ke kamar mengunci kamar rapat-rapat.
Ia mengelus wajah adel, ini yang ia rindukan, wajah damai adel yang tertidur pulas seperti ini, adel yang merasakan ada yang menyentuh wajahnya ia membuka matanya lebar-lebar, ia menatap kevin kaget.
"Mana david?" Tanya adel panik.
"Dia tidur di kamarnya sendiri" sahut kevin masih mengelus pipi adel.
Adel menghela nafas lega, menepis tangan kevin. "Tidur kak, udah malam" suruh adel mendorong tubuh kevin menjauh darinya.
Kevin mendengus ia kembali menarik adel, ia mencium pipi adel lembut. "Aku kangen banget sama kamu, malam ini aku enggak mau tidur, aku takut pas aku tidur kamu menghilang lagi" ucap kevin.
Adel menggeleng "enggak akan, aku disini ter----eh, kak, mau ngapain?" Tanya adel panik, Ia menahan tubuh kevin dari atas tubuhnya. Dan mereka melakukannya, atas paksaan dari kevin.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Teen FictionBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)