Adel menatap suaminya yang asik memainkan handphonenya, mengecek seluruh aplikasi yang membuat curiga dirinya. Adel sedang memutar otaknya supaya ia bisa kembali kuliah di universitas lamanya. Ia tidak betah disana, terlalu menjadi orang pendiam, untuk ukuran dia yang pecicilan.
"Kayanya gue harus manja-manja sama si berondong nih, supaya dia ijinin gue pindah lagi, dia bilang kalau gue manja-manja dia mau nurutin semuanya, dia juga senang, nah, pas tuh buat dia nurutin kemauan gue, tapi jijik banget, manja sama si berondong ini" batin adel ribut.
Kevin mengembalikan handphone adel "nih, enggak ada yang curiga, awas kamu macam-macam dibelakang saya" ancam kevin.
Adel mengangguk "berarti kalau dibelakang boleh, dong" goda adel.
"Enggak boleh" jawab kevin cepat.
"Iya s-sayang, tenang aja aku enggak akan ko selingkuh" ucap adel manja, walaupun rasanya sudah untuk manja dengan Kevin, malahan ia benci. "Jijik banget gue bilang sayang, sabar del, ini demi bisa kuliah di universitas lama, biar tiap hari ketemu ayang kamu terus" sambung adel dalam hati.
Kevin yang awalnya sedang menandatangani berkas seketika ia langsung terdiam, menatap adel kaget, apakah telinganya kenapa-kenapa?, Atau malah rusak.
"Tadi kamu ngomong apa?" Tanya kevin memastikan.
Adel berusaha tersenyum manis "sayang, kenapa emangnya?" Tanya adel merangkul lengan kevin manja.
Seketika Kevin langsung tersenyum manis menatap adel "s-sayang?" Cicit Kevin, "kamu panggil saya dayang?" Lanjutnya tak percaya.
Adel memutar bola matanya malas, dasar berondong, masih aja tidak percaya. "Iya sayang, iya suamiku" kesalnya tapi senyumnya ia tahan agar tidak pudar.
"Saya enggak mimpikan?" Tanya kevin tak percaya. "Jawab saya, kalau saya tidak mimpi, dan kamu sadar bilang saya sayang" ucapnya.
Adel menepis mood yang tadi ia bangun secara baik dan sabar, malah hancur. "Udah tau, iya-iya, masih aja nanya lagi, kesal jadinya" adel menghentakkan kakinya ia langsung berjalan ke kasur. "Dasar lebay, gue terpaksa manggil sayang, supaya bisa kuliah di sana lagi" batinnya.
"Sayang, aku bahagia banget, kamu panggil aku sayang, arghh, aku Heppy" rengeknya merangkul pundak adel.
"Hahah iya-iya" tawa malas adel.
Adel menatap kevin "sayang, aku boleh minta sesuatu sama kamu?, Biasanya kalau orang cinta sama kita, dia bakal kabulkan permintaan kita, jadi aku mau minta sesuatu, sebagai tanda kalau kamu memang benar-benar cinta aku" ucapnya selembut mungkin.
Kevin mengangguk "boleh, kamu mau minta rumah?, Hotel?, Mobil?, Atau pulau?" Tanya kevin dengan wajah bahahianya.
Adel melotot ia menatap malas "aku mau kuliah di universitas lam---"
"Enggak, aku enggak mau enak aja" kesal Kevin.
Adel menatap wajah kevin malas "kenapa sih kamu selalu egois?, Hal yang paling aku tidak suka dari kamu itu, egois, kamu selalu kaya gini, aku juga tau batasan, kak, gimana aku bisa cinta sama kamu kalau kamu saja seperti ini, kamu jauh beda dari dylan, dia selalu mementingkan aku, daripada keinginannya, jadi, aku makin nyaman sama dia, dan cinta, kalau kamu mau aku move-on sama dylan, kamu harus seperti dylan" ucapnya sedikit dramatis.
Kevin menatap datar adel "saya tidak mau kamu dekat-dekat dylan, paham enggak sih" kesal kevin.
"Kasih tau aku, dimana aku harus mencintai kakak?, Kasih aku alasan supaya aku bisa mencintai kakak?" Tanya adel serius.
Kevin tersenyum tipis "aku kaya raya, banyak uang--"
"Selain itu" potong adel malas.
"Saya capek, mau tidur" pasrahnya merebahkan tubuhnya di kasur membelakangi adel. "Kalau kamu kekeuh mau kuliah di kuliah lama kamu silahkan, bayar sendiri kuliah kamu itu" lanjut kevin.
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Fiksyen RemajaBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)