119. rujuk

688 10 6
                                        

Adel dan mega duduk di taman kota sudah lama mereka tidak mengobrol berdua seperti ini, adel menatap lurus depan air matanya tiba-tiba menetes ia bingung dengan perasaannya sendiri sekaligus capek dengan kedua orangtuanya yang terus datang ke apartemennya menyuruhnya untuk rujuk dengan kevin.

Mega diam menghapus air mata adel ia tidak mau menanyakan apa masalah adel, walaupun ia sudah tahu kalau adel memiliki masalah yang berat. Mega ingin adel sendiri yang cerita.

"Aku bingung meg aku tidak tahu harus pilih siapa? Aku masih mencintai dylan tapi aku tidak mau merusak hubungan lika dan dylan, aku sangat mencintai kedua anakku tapi aku tidak mau rujuk dengan kak kevin. Aku ingin mematuhi perintah kedua orang tuaku tapi aku tidak bisa mematuhi kemauan mereka untuk kembali bersama kak kevin hiks" isak adel.

Mega menarik adel ke pelukannya mengelus punggung adel yang begetar. "Gue tau masalah lo berat banget tapi percayalah semuanya bisa lo lewati dulu aja lo bisa lewati masalah besar" ucap mega.

Adel melepaskan pelukannya menatap mega. "Aku capek masalah aku tidak pernah selesai, kak noval Meninggalkan aku dengan alasan dia ingin kembali dengan mantannya, tapi ternyata dia meninggal dunia dia tidak mau saat dia meninggal dunia aku masih terikat sama dia. Dia kira dengan cara dia menceraikan aku dan dia meninggal dunia aku bisa bahagia, tidak! Aku mencintai dia walaupun hanya sedikit"

"Sekarang pilihannya hanya dua lo merusak hubungan dylan sama lika, atau lo kembali sama kak kevin. Gue tau ini berat tapi ini pilihan lo sendiri" ucap rio tiba-tiba muncul.

"Rio" kaget adel dan mega.

Rio tersenyum tipis. "Gue percaya sama lo del kalau lo bukan perempuan perebut suami orang, walaupun dylan sendiri yang yang mau bercerai dengan lika tapi kalau lo enggak kembali sama dylan dia enggak bakal bisa bercerai" ucap rio duduk di samping adel.

"Menurut gue adel enggak salah kalau dia mau kembali sama dylan, Emang dari dulu mereka pacaran" sewot mega.

"Gue tau tap-----"

Drettt....dret....

Ponsel adel berdering adel langsung menjawab telpon dari mertuanya.

"Hallo mah----"

°^°^

"APA? KO BISA?" Kaget adel.

°^°^

"Oke adel kesana"

°^°^

"Iya"

Tut...

Adel menatap kedua temannya. "David kecelakaan sekarang dia lagi di rumah sakit" ucap adel air matanya semakin deras.

"Ayok pakai mobil gue" ajak rio tahu mereka berdua tidak membawa mobil.

***

Adel menangis tersedu-sedu melihat kondisi anaknya yang drop, luka di kepalanya membuat david kehilangan banyak darah. "Tolong jangan tinggalkan mamah hiks, mamah tidak mau kamu kenapa-kenapa hiks" isak adel menatap david yang koma.

"INI SEMUA GARA-GARA KAMU ADEL KALAU SAJA KAMU MENURUTI KEMAUAN DAVID UNTUK KEMBALI SAMA KEVIN MUNGKIN DIA TIDAK AKAN KENAPA-KENAPA" marah vina mendorong adel.

Adel semakin menangis. "Mah ini kecelakaan bukan karena adel tidak mau rujuk sama kak kevin" ucap adel membela dirinya sendiri.

"ASAL KAMU TAU DAVID TERUS MENGIGAU SEBUT NAMA KALIAN BERDUA MAMAH DAN PAPAHNYA, DIA MAU MEMILIKI ORANG TUA YANG UTUH BUKAN BERANTAKAN SEPERTI KALAIN BERDUA"

Sedangkan kevin pria itu terus menatap anak sulungnya yang terbaring koma, mereka tidak diperbolehkan untuk masuk mereka hanya bisa melihat david di luar.

"Mah, yang dikatakan adel benar ini kecelakaan bukan karena adel tidak mau rujuk. Lagian adel masih dalam keadaan duka jadi stop salahkan adel" ucap dylan kasihan melihat adel.

"Dan kamu dylan jangan pernah bela wanita yang tidak punya hati ini, mamah tidak mau kamu dekat-dekat dia lagi" marah vina.

"Astaga mah jangan marah-marah gini" ucap Hardi menenangkan istrinya.

Dokter memeriksa David yang mulai membuka matanya. "Hallo david" sapa dokter tersenyum lega.

David menatap sekeliling. "Dokter david dimana?" Tanya David.

"Rumah sakit, jangan banyak gerak dulu" ucap dokter menahan tubuh David yang terus bergerak.

David menatap jendela menatap kedua orangtuanya yang tersenyum lega. "David mau bertemu mamah sama papah, dokter" pinta david.

Dokter langsung memanggil adel dan kevin menyuruh mereka berdua masuk. "Saya tinggal dulu nanti kalau ada apa-apa bisa tekan bel ini" ucap dokter menunjuk bel kamar.

Mereka mengangguk adel langsung memeluk david. "Hiks, kenapa kamu bisa seperti ini? Kenapa kamu bikin mamah khawatir" tanya adel.

"M-mamah david sayang sama mamah" lirih David.

"Mamah juga sayang sama kamu" ucap adel.

David melepaskan pelukannya menatap kevin yang tersenyum tipis, david meraih tangan Kevin dan adel menyatukan tangan mereka berdua. "Kembali seperti dulu david rindu kalian berdua" lirih david menahan sakit di kepalanya.

Adel menghapus air matanya. "Mamah----"

"Janji sama david kalau mamah sama papah bakal kembali lagi" ucap david.

"Tap-----"

"Ini permintaan terakhir David mah" potong david.

Adel mengangguk pelan. "I-iya mamah bakal kembali sama papah kamu, kita akan kumpul lagi" ucap adel.

Kevin menoleh menatap adel. "K-kamu serius?" Tanya kevin.

Adel mengangguk. "Demi david" jawab adel.

David tersenyum manis. "Terimakasih mamah, papah, I love you------"

TIIIIIIIUIITTTTTTTTTTTT.......

"DAVID" teriak adel dan kevin melihat david yang memejamkan matanya.

"DOKTER TOLONG ANAK SAYA" teriak kevin.

Dokter langsung masuk memeriksa david, tidak lama dokter menatap adel dan kevin. "Maaf pasien sudah berpulang ke tuhan" ucap dokter.

DEG

TAMAT

Baca cerita aku yang lain ya🤣

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 04, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang