73. with you

208 5 2
                                        

Adel mengerjapkan matanya menyesuaikan sinar matahari yang masuk ke jendela kamarnya, badannya terasa remuk, setelah digempur habis-habisan oleh suaminya. Pandangan pertama yang pertama kali ia lihat wajah suaminya yang menatapnya dengan senyuman manisnya.

Adel mendorong wajah kevin yang hendak menciumnya. "Jam berapa?" Tanya adel, Khas suara bangun tidur.

"Tujuh, kalau kamu masih capek mending tidur lagi aja, david biar aku urus" ucap kevin kasihan, melihat wajah lelah istrinya.

Adel mengangguk lemas, ia bisa tidur seharian dilamarnya. "yaudah sana. Aku mau mandi dulu" ucap adel menarik selimut menutupi tubuhnya yang polos.

"Mandi bareng" teriak kevin. Yang tidak dihiraukan adel, yang mendorong pintu kamar mandi keras.

Setelah sarapan pagi adel langsung menggendong anaknya yang rewel. "Kak kevin, anakmu rewel banget" ucap adel melirik kevin, yang sedang memasangkan kaos kaki david.

Kevin menatap adel. "Anak kamu juga" sinis kevin, ia mengambil alih David. "Mau ikut enggak, ke mal?" Tanya kevin menatap istrinya yang sedang merapihkan rambutnya, yang diacak-acak anaknya.

Adel menatap suaminya dengan wajah yang berbinar-binar. "Belanja?. Kalau itu aku mau, yuk" ajak adel tidak sabaran. Sudah lama ia tidak shopping.

Kevin tersenyum tipis. "Siap-siap, aku mau hari ini kita habisin waktu bersama, udah lama kita enggak jalan-jalan berdua"

****

Mereka keluar dari mobil, kevin langsung mengambil stroller baby untuk anaknya yang tertidur pulas di pelukan adel. Mereka langsung masuk mal, banyak orang yang menatap mereka dengan tatapan kagum.

Bagaimana tidak. Adel menggunakan dress bunga ala Korea, rambutnya ia kelabang dua. Hasil karya mamahnya, menggunakan heels putih bening. Make-up tipis, Sangat cantik.

Sedangkan kevin. Menggunakan pakaian sangat biasa, tidak ada yang mencolok mewah, hanya saja wajah kevin sangat tampan, wajar saja banyak wanita yang meliriknya tidak biasa. Ia menggunakan kaos hitam polos, celana pendek. Sendal. Mungkin mereka yang tau kevin menggunakan pakaiannya, dari brand yang sangat terkenal di Indonesia maupun luar negeri. Sangat mahal, bahkan hampir mencapai puluhan juta.

"Mau belanja apa dulu?" Tanya Kevin, sambil mendorong stroller baby.

"Baju dulu" sahut adel ia langsung masuk ke toko baju, yang terkenal mahal. adel membeli banyak pakaian, masabodo dengan kevin yang akan bangkrut akibat dirinya.

Setelah selesai ia langsung membawa belanjaannya, tanpa bertanya dulu ia langsung masuk ke toko pakaian bayi, ia akan membelikan anaknya pakaian yang baru. Kevin membuntuti istrinya dari belakang. Adel menoleh menatap kevin. "Abis ini kita beli mainan buat david, terus makan, terus pulang" ucap adel.

Kevin mengangguk. "Terserah kamu, ku ngikut aja" ucap kevin.

Adel mengangguk ia mulai belanja pakaian anaknya, dan juga suaminya. Sebagai tanda terimakasih, walaupun yang bayar tetap kevin. Selesai belanja, mereka langsung makan siang bersama. Selesai makan mereka langsung pulang, karena david sudah mulai tidak betah.

"Ciyee, yang abis jalan-jalan, happy?" Goda alea.

Adel mengangguk. "Happy, ini makanan buatan kalian berdua, dan ini makanan untuk mamah papah. Adel masuk kamar dulu, mau mandi" ucap adel menyerahkan paper bag ke tangan alea. Ia langsung masuk kamar.

Kevin menatap kakak iparnya. "Kak, bang alek kemana?" Tanya kevin.

Alea tidak langsung menjawab, ia mengambil alih david. "Di taman belakang, lagi ngobrol sama papah" jawab alea, ia langsung keluar rumah membawa david.

Kevin menghampiri abang ipar, dan papah mertuanya. "Pah, bang" sapa kevin ikut duduk bersama mereka.

"Tumben panggil gue abang" sindir alek.

Kevin mendengus sebal. "Lo persis sama adel, gini salah, gitu salah" kesal kevin.

Alek, dan sandi terkekeh kecil melihat wajah kesal kevin. "Mau bicara sesuatu?" Tanya sandi, mengalihkan pembicaraan.

Kevin mengangguk. "Jadi gini, adel kadang-kadang enggak mau urus David, dia lebih sibuk main sama teman-temannya. Kevin juga enggak bisa 24 jam urus david, kevin harus kerja" ucap kevin.

"Terus?, Lo mau jual anak, lo?" Tanya alek bercanda.

Kevin menatap alek datar. "sembarangan. Enggak lah!. Kalaupun gue miskin, gue enggak bakal jual anak dan istri gue, tapi...gue bakal jual lo"

Alek melotot. "enak aja, sebelum lo jual gue, lo dulu yang gue jual" sewot alek.

Sandi geleng-geleng kepala, mereka sudah dewasa tapi kenapa mereka seperti anak kecil. "Jangan dengerin alek. Lanjutin ucapan kamu" suruh sandi.

Kevin mengangguk. "Kevin enggak mau anak kevin dewasa ditangan orang lain, kevin mau adel dan kevin yang urus David sampai dewasa---"

"Vin. To the point aja, pusing gue dengernya" potong alek.

Sandi menatap tajam anaknya. "Kamu kedalam sana, dari tadi bikin kesal orang aja" marah sandi.

Alek mengangguk, ia diam menatap kevin. "Lanjut" suruh sandi. Ia sedikit penasaran.

Kevin mengangguk. "Kevin minta tolong sama papah, dan semua yang terdekat adel, supaya adel bisa menerima david sepenuhnya, walaupun kadang-kadang adel terlihat sayang pada david. Kadang-kadang juga adel marah, bahkan dia sampai bilang benci david, dan dia bentak david. Kevin enggak mau adel mental david terganggu." Jelas Kevin.

Sandi, dan alek kaget mendengar ucapan kevin yang sebenarnya, mereka kira adel sangat menyayangi david, ternyata, tidak. "Kenapa baru cerita sekarang?, Kenapa enggak dari dulu?" Tanya sandi kesal pada menantunya.

Kevin menunduk. "Kevin kira kevin bisa atasi ini semua sendiri, ternyata tidak, mamah sama papah aja enggak tau masalah ini, kevin cuman mau adel perhatian sama david, itu aja" lirih kevin.

"Nanti gue bicarakan berdua sama adel, lo tenang aja" ucap alek.

Kevin menganggap "makasih" ucap kevin sedikit lega.

***

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang