Adel masuk kedalam rumah melihat sekeliling rumah yang sepi, seperti tidak ada penghuninya, padahal jam baru menunjukkan pukul 19.30 malam. Biasanya pelayan berkeliaran didalam rumah maupun luar rumah.
"SIALAN KENAPA KALIAN TIDAK TANGKAP ISTRI SAYA, KENAPA KALIAN HANYA MELIHAT DIA KABUR, SAYA SUDAH BILANG SAMA KALIAN JANGAN PERNAH IJINKAN ADEL KELUAR RUMAH WALAUPUN HANYA KETERAS, TANPA IJIN DARI SAYA, TANPA SAYA DAMPINGI, KENAPA KALIAN LANCANG MEMBUKAKAN PINTU UNTUK ADEL KABUR, KALAU SEPERTI INI, SIAPA YANG MAU TANGGUNG JAWAB"
Bentakan itu membuat adel bergegas mencari sumber suara, banyak barang-barang yang terjatuh. "Dimana suara itu" lirihnya.
PRANG.
adel menoleh kaget mendengar suara barang jatuh, ia menajamkan pendengarannya, ia melihat salah satu pintu yang terbuka. Berlari dengan rasa takutnya.
"Kak kevin" lirihnya kaget.
Kevin yang mendengar lirihnya yang sangat ia kenal menoleh menatap adel. "Adel, sayang" kevin langsung memeluk tubuh istrinya erat "kamu abis dari mana saja, aku cari-cari kamu, tapi tidak ketemu, jangan tinggalkan aku sayang" lirih kevin.
Adel melepaskan pelukan kevin secara paksa "kenapa mereka--"
"Enggak usah dibahas, kita masuk kamar" Kevin menarik adel masuk kedalam lift, memeluk adel erat. "Kak, jangan kaya gini" tolak Adel takut.
Kevin menendang pintu kasar adel bergidik ngeri "abis dari mana kamu?, Dan sama siapa?, Kenapa kamu kabur gitu saja?" Tanya kevin berturut-turut.
"Aku abis dari pantai" bohongnya, mana mungkin ia berkata jujur dalam seperti ini.
"Sama siapa?" Tanya kevin.
"Monik, teman kelas baru aku" sahutnya, sambil berjalan menuju kulkas kecil yang tersedia dikamar mereka. Sengaja kevin menyediakan kulkas kecil dikamar mereka, takut-takut adel haus dan tidak berani untuk turun. Sangat perhatian.
Kevin membuang minuman soda yang adel minum "jangan minum soda" marahnya.
Adel mengerutkan dahinya "kenapa?, Biasanya juga aku minum sod---kak, mau ngapain" panik adel.
Kevin maju mendekati adel yang mundur takut, sampai adel terjatuh ke kasur "kenapa kamu begitu nakal?, Kenapa kamu main keluar gitu aja?" Tanya kevin sambil melepas baju kaosnya.
Adel keringat dingin "kak, jangan macam-macam, aku enggak mau, mundur, aku teriak nih" ancam adel.
Kevin terkekeh kecil "silahkan, saya tidak peduli, kamu milik saya, adel" ucapnya langsung mencium bibir adel. "K-kamu milik saya" lirihnya disela-sela ciumannya.
Adel memukul-mukul dada besar suaminya, sampai Kevin melepaskannya "jangan gila, saya enggak mau, turun" teriak adel takut.
"Saya menginginkan kamu" ucap kevin lirih.
Adel menggeleng "j-jangan, saya enggak mau, tolong" teriak adel air matanya mengalir deras. "Kak tolong, jangan lakukan lagi, saya enggak mau" isaknya. Matanya melotot sempurna saat kevin hendak merobek bajunya.
"Jangan, aku mohon" adel menahan tangan kevin "jangan robek baju ini, aku mohon" lirihnya.
"Kenapa?, Ada apa dengan baju ini?, Masih banyak baju kamu di lemari" heran kevin.
Adel menggeleng "ini baju pemberian bang alek" bohongnya "ini baju kesukaan aku" lanjutnya.
Padahal baju yang ia kenakan pemberian dari dylan, baju kesayangan adel, baju yang setiap kali ia gunakan berasa dylan memeluknya, dan berada disisinya.
Kevin mengangguk paham. "Lepas secara sendiri atau saya bantu?" Tanya kevin.
Adel menggeleng "saya enggak mau, saya enggak mau melakukan itu lagi, sudah cukup, saya mohon" teriak adel.
"Secara paksa ber---"
"Jangan, saya buka sendiri" putus adel, kevin membantunya agar lebih cepat "kak tolong jangan lakukan lagi, saya enggak mau" mohon adel.
"Setiap kesalahan pasti akan mendapatkan hukuman" ucap kevin.
Kevin langsung melakukannya dengan lembut, tapi tidak dengan adel, ia berteriak kesakitan. Baru setengah jam adel sudah lemas. Kevin mencium pipi adel.
"Kak badan aku p-panas dingin" lirihnya. Bahkan yang tadinya ia tidak memeluk kevin Sekarang malah ia memeluk kevin erat "badan aku menggigit" lirihnya.
Kevin diam ia menyentuh dahi adel yang panas "astaga! Kamu demam, kenapa kamu bisa demam gini" Kevin langsung turun memakai pakaiannya cepat.
Adel menarik selimut menutupi tubuh polosnya "ma-matikan AC kamar" pintanya.
Kevin langsung mematikan AC kamarnya "sayang kamu kenapa?, Kenapa badan kamu jadi demam gini?" Panik kevin.
Adel tak menyahut ia mengambil pakaiannya yang tergelak di lantai, memakainya didepan kevin, masabodo soal pikiran kevin yang kemana-mana, yang penting ia menggunakan pakaiannya. Selesai memakai ia kembali masuk kedalam selimut.
"Kita kerumah sakit" ajak kevin.
Adel menggeleng "enggak mau, aku cuman demam biasa doang ko"lirihnya.
Kevin yang khawatir ia tidak mendengar ucapan istrinya, ia menggendong paksa adel yang lemas, adel tidak berontak ia sudah tidak sadarkan diri. Kevin semakin khawatir ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"DOKTER" teriak kevin membopong tubuh istrinya yang semakin demam.
"Bawa kesini" dokter menunjukkan ruangan UGD. Kevin merebahkan tubuh adel di ranjang rumah sakit.
"Silahkan kelu---"
"ENGGAK, JANGAN USIR SAYA" bentak kevin khawatir "saya enggak akan ganggu, cepat lakukan sesuatu" suruhnya mendorong suster yang tadi menyuruhnya untuk keluar.
Karena takut suster itu mengangguk, mereka langsung memeriksa adel yang semakin demam. Kevin mundur-mundur ia takut terjadi sesuatu pada istrinya. Setelah beberapa menit akhirnya dokter selesai memeriksa adel.
"Gimana kondisi istri saya?" Tanya kevin cepat.
"Non adel, terkena gigitan nyamuk DBD" sahutnya.
"Dbd?" Cicit kevin.
Dokter mengangguk "sudah saya kasih obat, non adel masih lemas nanti beberapa menit lagi sadar, kalau gitu saya permisi dulu
***
Kevin terus menjaga adel walaupun adel sudah sadar tapi kevin ngotot mau menjaga adel sampai pagi.
Sikap posesifnya membuat adel kesal.
"Udah sih sana, aku mau tidur" kesal adel mendorong kevin.
"Enggak, saya mau jaga kamu" kekeuh kevin.
"Tau ah. ngeselin" kesalnya, ia memejamkan matanya berdebat dengan kevin membuat dirinya pusing, dan akan tambah sakit. "Kak, handphone aku mana?" Tanya adel.
"Enggak tau, saya buang tadi di jalan" jawabnya kelewat santai.
Adel melotot kaget "APA?, ko dibuang sih?" Kagetnya.
"Abisnya Handphone kamu bunyi terus, jadi saya buang"
"AEGHHHH DASAR BERONDONG, ITU HANDPHONE BARU, BERONDONG, KENAPA KAMU BUANG" teriak adel kesal. Bahkan kakinya menendang-nendang kasur.
Kevin menutup kedua telinganya "astaga, jangan teriak-teriak, saya belum tuli" ucapnya.
"BODOAMAT! KESAL LAMA-LAMA SAMA KAMU, SEHARI AJA ENGGAK BUAT MASALAH, KAYANYA ENGGAK BISA"
Kevin menatap datar adel "harusnya saya yang ngomong gitu, bukan kamu" ucapnya.
"Bodoamat Kevin Aprilio" kesalnya.
"Dasar wanita, maunya menang terus" cicitnya yang masih didenger jelas adel.
"Dasar pria---"
"Apa?" Tanya kevin.
"HWAAAAA, BANG ALEK, KAK KEVIN JAHAT SAMA AKU, DIA BENTAK-BENTAK AKU" teriaknya.
Kevin mengernyit heran "kapan saya bentak kamu?, Orang kamu yang bentak-bentak saya, aneh banget" heran kevin.
"Bodoamat! Berondong" kesal adel.
**
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Fiksyen RemajaBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)