25. keguguran?

497 7 0
                                        

Setelah satu Minggu dirawat di rumah sakit, adel diperbolehkan pulang, sebenarnya suruh boleh pulang dari dua hari yang lalu tapi kevin melamarnya ia ingin adel sembuh total.

Seperti pagi ini mereka sedang sarapan di ruang makan, hari ini adel masuk kuliah. "Handphone baru kamu" ucap kevin menyerahkan handphone baru adel. Sebagai ganti handphone lamanya dibuang, gara-gara menganggu fokusnya yang sedang menyetir mobil waktu adel masuk rumah sakit.

Adel tak mengambil ia menelungkupkan wajahnya di meja "ko aku pusing banget, ya" lirihnya.

Kevin yang mendengar lirihan istrinya langsung mendongak khawatir "enggak usah kuliah, kalau kamu masih sakit" khawatirnya.

Adel menggeleng "aku mau kul---huekk" adel Menutup mulutnya menggunakan tangannya "ko aku...huekk" adel berlari ke kamar mandi bawah.

Sedangkan kevin ia tersenyum miring melihat adel yang muntah-muntah seperti itu "adel-adel, sudah saya bilang kamu milik saya, kamu tidak akan pergi ninggalin saya" lirihnya. Ia langsung menghampiri istrinya yang sedang muntah-muntah.

"Huekk...huekk"

Kevin membalikkan tubuh istrinya "kamu kenapa sayang?" Tanya kevin khawatir. Walaupun sudah tau penyebab adel muntah-muntah.

Adel menggeleng lemas "aku enggak ta....huekk" adel kembali muntah-muntah. Duduk di lantai ia memijit kepalanya yang sedikit pening "kenapa aku muntah-muntah gini, padahal aku enggak makan apa-apa" lirihnya.

Kevin ikut duduk ia menatap adel "kamu hamil, kayanya" jawabnya.

DEG.

Tubuh Adel membeku ia menggeleng keras "enggak mungkin, aku enggak mau, enak aja kalau ngomong" kesal adel mendorong tubuh kevin. "Sana pergi, bikin takut aja" kesalnya.

"Coba kamu, tes" kevin mengeluarkan benda persegi panjang dari laci, yang sudah ia siapkan dari awal rencananya"nih, coba kamu tes kalau tidak percaya" adel menerima benda persegi panjang itu tangannya bergetar hebat.

Adel masuk kedalam ia langsung tes apakah ia benar-benar hamil, atau tidak, semoga tidak. Seketika tubuhnya membeku melihat dua garis merah, air matanya mengalir deras.

"Enggak, aku enggak mau hamil" teriak adel dari kamar mandi. "Aku enggak mau punya anak, dari pria yang tidak aku cintai" teriaknya.

Ia keluar dari kamar mandi menatap tajam kevin, yang sedang senyum-senyum sendiri "KENAPA KAMU TEGA LAKUIN INI SEMUA, KAK, KENAPA KAMU. ARGHHH, AKU ENGGAK MAU HAMIL SEKARANG" teriaknya frustasi.

"Kenapa kamu takut gitu?, Saya suami kamu, dan itu anak saya--"

"AKU BELUM SIAP HAMIL, KEVIN APRILIO, AKU ENGGAK MAU PUNYA ANAK DARI KAMU" bentaknya tepat didepan wajah kevin. "Aku belum siap hamil, aku enggak mau, hiks" isaknya.

Kevin memegang kedua pundak adel "jangan takut, ada say--"

"SAYA BUKAN TAKUT HAMIL, SAYA TAKUT DYLAN KECEWA SAMA SAYA, DAN DIA NINGGALIN SAYA" potong adel.

Kevin mencengkeram erat pipi adel, sampai kuku-kukunya menggores ke pipi adel "JANGAN PERNAH BAWA-BAWA NAMA DIA, SAYA TIDAK SUKA, DAN SAYA TIDAK SUDIH" bentaknya, melepaskan cengkeramannya.

Adel terduduk lemas ia memukul perutnya kencang "saya mau gugurkan kandungan ini, Ya, saya mau gugurkan kandungan ini, dan saya beb--"

"JANGAN GILA, DIA ANAK KITA, ADEL, DIA TIDAK BERSALAH, BERANI KAU MENGUGURKAN KANDUNGAN KAMU, AKAN SAYA PASTIKAN KAMU AKAN MENYESAL" bentaknya.

"MENYESAL?, TIDAK AKAN PERNAH, KEVIN APRILIO"

"Silahkan gugurkan kandungan kamu" ucap Kevin menunjukkan pintu keluar dari dapur "kalau kamu tidak mau menyesal" lanjutnya.

Adel mengangguk ia berlari keluar dapur, karena ia tau kalau ia berjalan pasti Kevin akan melanjutkan ucapannya dan membuat dirinya batal kabur.

Kevin melotot ia kira adel akan takut ternyata tidak, malah kabur "TANGKAP DIA" teriak kevin pada penjaga rumah. "TANGKAP BODOH" marah Kevin melihat istrinya sudah kabur melewati mereka yang masih kaget.

"ADEL BERHENTI KAMU" teriak Kevin. Ia masuk kedalam mobil menyusul adel yang entah kemana, kenapa adel begitu cepat berlari.

Adel memberhentikan taksi ia langsung masuk kedalam taksi itu napasnya memburu. "Nanti saya tunjukkan, cepat jalan dulu" suruh adel takut Kevin akan menyusul.

"Stop disana" adel langsung bayar ia keluar taksi masuk kesebuah klub. Yang sering ia kunjungi, tanpa sepengetahuan dylan. Adel saat ini menggunakan hodi hitam celana pendek. Ia menarik kupluk hodinya menutupi kepalanya.

"Wine 3 botol" ucapnya pada pelayan itu. Ia langsung minum. Sambil menepuk-nepuk perutnya supaya janinnya lemah. Dari kejauhan ia melihat rio, dan rudi. "Kenapa ada dia sih" kesalnya, takut mereka lihat.

"Del" sapa seorang menepuk pundak adel.

Adel menoleh kaget ia menatap kesal temannya "kaget, apaan sih" kesal adel. Ia terus mengawasi kedua sahabatnya yang sedang asik bercanda.

"Selow, lo ngapain kesini?" Tanya Monik heran.

"Ngamen, ya, minumlah" sinisnya.

"Hehe, selow dong, duduk yuk" ajak Monik menarik tangan adel ke sebuah sofa. Adel tak menolak ia terus minum sambil mengawasi mereka berdua.

Adel bangun "gue pulang dulu" pamitnya pada mobil yang kembali menariknya "apa lagi sih? Monik" kesalnya.

"Pantat lo merah, lo kayanya datang bulan" bisik monik.

Seketika mata adel membulat sempurna, tidak lama ia tersenyum manis "yess, berhasil" bahagianya.

Kevin masuk ia melihat sekeliling yang ramai, menatap jijik mereka yang sedang berciuman. "Menjijikkan sekali mereka, dimana kamu adel" kesalnya. Matanya membulat sempurna melihat adel sedang minum "sial! Berani sekali dia" marahnya.

Kevin membopong tubuh istrinya yang terus berontak ia melihat pantat adel berdarah, rasa khawatirnya semakin bertambah. "Kenapa kamu lakuin itu, adel?" Bentak kevin menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia langsung turun membukakan pintu untuk adel. Membopong tubuh adel.

"Dokter periksa dia" suruhnya. Dokter mengangguk.

Sedangkan adel ia tampil biasa saja, tiba-tiba perutnya mulas "aduh, kenapa perut aku sakit gini" lirihnya. "AWHHH, SAKIT" teriak adel kesakitan.

Reflek kevin menghampiri istrinya "kamu kenapa sayang?" Tanya kevin khawatir.

"Sakit, hiks" isaknya.

"Non adel, lagi datang bulan" ucap dokter setelah memeriksa adel.

Adel maupun kevin melotot kaget, tidak lama adel tersenyum manis "saya datang bulan dok?, Bukan hamil?" Tanya adel senang.

Dokter mengangguk "bukan, non adel mentruasi bukan keguguran" jelasnya.

"Tapi udah di tes hasilnya positif hamil ko, coba periksa ulang" suruh kevin kesal.

Dokter mengangguk ia memeriksa ulang adel "sama, hasilnya memang non adel tidak hamil, dia datang bulan makanya dia kesakitan, itu sudah hal biasa, tidak usah khawatir" ucap dokter tersenyum tipis.

"Tadi saya tes dok, garis dua ko" ucap adel penasaran.

"Kadang tespect tidak benar, mungkin sudah kadaluarsa, kalau gitu saya permisi keluar dulu" pamitnya langsung berlalu dari sana.

Kevin menatap datar adel "Pasti kamu bohong, kan?" Curiga kevin

Adel mengerutkan dahinya "bohong dari mana, orang kamu yang bawa aku ke sini, gimana sih, aneh banget jadi orang" sewot adel.

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang