113. jemput sekolah pertama

189 6 1
                                        

Adel mengerjapkan matanya menyesuaikan matahari yang menerobos masuk kedalam kamarnya. Ia diam menatap langit-langit kamarnya mengumpulkan nyawanya yang belum sepenuhnya kumpul. Adel menoleh kesamping melihat suaminya yang sedang mengetik laptop.

Adel melotot sempurna saat dirinya menyadari kalau ia bukan di kamar anaknya. Menoleh menatap noval yang sudah selesai mengetik dan berjalan kearahnya. "Kak. Kenapa kakak bawa aku pulang kesini, aku masih mau di Indonesia aku mau jelaskan sama anak-anak aku kalau aku sangat menyayangi mereka" teriak adel marah.

Noval duduk di kasur menatap adel. "Bukannya kamu sudah menjelaskan pada mereka, hanya saja mereka tidak merespon baik tentang kamu. Malahan merek menghina kamu, aku tau kamu sedih makannya aku bawa pulang ke kesini" ucap noval.

"HARUSNYA KAKAK MAKLUMIN UCAPAN DAVID. ENGGAK GINI CARANYA, AKU MASIH INGIN JELASIN SEMUANYA, HIKS. TAPI KAKAK MALAH BAWA AKU PULANG" bentak adel marah.

Noval menatap dingin adel. "Aku bawa kamu pulang karena aku takut kevin hasut kamu dan kamu terhasut sama dia, dan kamu kembali sama kevin aku tidak mau itu terjadi. Aku cinta sama kamu, del"

Adel menyekat air matanya kasar. "Aku mau balik lagi ke Indonesia, aku mau temuin anak-anak aku disana aku mau urus anak-anak aku" ucap adel menggambil tas Selempang nya.

Noval melotot sempurna ia menarik adel. "Jangan gila. Kamu istri aku kamu harus disini" ucap noval.

Adel menepis tangan noval. "Aku tau itu. Tapi aku mau urus anak-anak aku, kak. Aku mau tebus kesalahan aku yang kedua kalinya"

Noval menganggam tangan adel. "Aku janji satu bulan sekali kita jenguk david dan aina, tapi kamu tidak boleh tinggal di Indonesia" ucap noval khawatir adel kembali dengan kevin.

Adel menggeleng cepat. "Aku tidak mau, aku mau tinggal di Indonesia bersama anak-anak aku" ucal adel kekuh.

Noval meraup wajahnya kasar. "Baiklah kalau itu keputusan kamu, tapi aku ikut bersama kamu" ucap noval pasrah.

Adel mengangguk cepat.

Mereka langsung pergi menuju bendara. Noval terus berdoa semoga yang ia takuti tidak akan terjadi.

"Aku mau tinggal dekat rumah kak kevin, supaya aku bisa setiap hari sama anak-anak aku" ucap adel tiba-tiba.

"Kalau itu tidak bisa, aku sudah membeli apartemen untuk kita berdua" tolak noval.

"Tap---"

"Aku mohon sama kamu setuju sama ucapan aku, del. Aku sudah menuruti kemauan kamu untuk tinggal di sini" potong noval.

Adel mengangguk pasrah. Setelah beberapa jam mereka sampai di bandara Indonesia. Mereka langsung turun dan langsung masuk mobil yang sudah menunggu mereka. Adel terus tersenyum akhirnya ia bisa kembali ke Indonesia dan mengurus anak-anaknya.

Mereka sampai di apartemen yang sangat mewah, Mereka masuk kedalam apartemen yang akan mereka tinggalin selama di Indonesia. "Mewah banget pasti mahal" ucap adel.

"Apa sih yang enggak buat istri" sahut noval melingkarkan tangannya di perut adel. Kembalikan tubuh adel menghadapnya. "Janji sama aku kalau kamu akan setia sama aku, dan kamu tidak akan kembali sama kevin ataupun dylan" ucap noval serius.

Adel tersenyum tipis mengalungkan tangannya di leher noval. "Udah aku bilang kalau aku akan setia, selama satu tahun lebih kita pacaran aku enggak pernah tuh selingkuh dari kamu" ucap adel.

"Ya enggak selingkuh, tapi tiap hari marahan mulu, ngambek" ucap noval mencubit pipi adel gemes.

"Ya karena kamu nyebelin" sahut adel tidak mau kalah.

"Masa?" Tanya noval tersenyum manis.

"Ya. Aku boleh jemput sekolah david tidak? Jam segini sekolah dasar baru pulang" izin adel penuh harap.

Noval mengangguk. "Aku ikut" ucap noval yang langsung diangguki adel. Mereka kembali keluar apartemen menuju sekolah tempat belajar david.

"Aku enggak sabar lihat reaksi david pas lihat mamahnya jemput" ucap adel bahagia.

Noval hanya mengangguk.

"Sayang, kalau kamu ketemu kak kevin jangan berantem, ya" ucap adel khawatir.

"Hm" jawab noval malas.

Sesampainya di sekolah mereka langsung turun, noval mengikuti istrinya dari belakang. Melirik kevin yang sedang mengajak david mengobrol ia bisa melihat david anak tirinya sedang menangis.

"David" teriak adel tersenyum lebar.

David menoleh menatap syok adel. Menghapus air matanya kasar. "M-mamah" cicit david.

"A-adel" kaget kevin.

Adel berlari ia langsung memeluk david yang hanya diam mematung. "Sayang, mamah kangen banget sama kamu." Ucap adel mencium puncak kepala david.

David mendorong adel sekuat tenaga. "Kau mau ngapain kesini?" Tanya david sedikit berteriak.

Adel duduk menyamakan tingginya dengan david. "Jemput anak mamah, kamu senang tidak dijemput mamah?" Tanya adel tersenyum manis.

David diam ia melirik papahnya yang terus menatap adel. "Tidak. David tidak senang kau menjemput david" jawab david sinis.

Deg

Sebisa mungkin adel tersenyum untuk menutup kesedihannya. "Hm. Padahal mamah jauh-jauh pulang ke Indonesia lagi buat jemput sekolah david, bukan cuma jemput tapi mau urus david dan aina juga. Tapi setelah dengar david tidak senang di jemput mamah, yasudah mamah tidak lagi jemput david, mamah kembali lagi ke luar negeri. Ayok sayang kita pul----"

Davin menggeleng cepat. "J-jangan." David menarik tangan adel. "Jangan kembali lagi, david tidak mau" ucap david menganggam tangan adel.

Adel tersenyum manis. "Janji tidak qkan marah lagi sama mamah?"

"David tidak bisa janji, soalnya kalau david janji terus david ingkar nanti ruhan marah david bohong" ucap david.

Deg

Rasanya ia di tampar keras dengan ucapan anaknya sendiri. Melihat adel yang hanya diam dan terlihat wajahnya sedih noval duduk di samping adel menatap david. "Jagoan om. Kenapa tadi menangis?" Tanya noval mengalihkan pembicaraan.

David menatap sinis noval. "David di ledek tidak memiliki mamah" jawab david.

"Ini mamah kamu" ucap kevin tersenyum manis menatap adel.

Noval memutar bola matanya malas. "Kita pulang" ajak noval tersenyum tipis.

"Kalian tinggal dimana?. Kalau belum mendapatkan tempat tinggal kalian boleh tinggal di rumah say----"

"Tidak usah. Kami tinggal di apartemen, kami tidak ingin merepotkan lo. Terimakasih tawarannya" potong noval menatap sinis kevin. "Dasar caper" batin noval.

Kevin melirik noval. Ia langsung menatap adel yang mengelus pipi david. "Lebih baik tinggal di rumah saya saja, supaya adel lebih sering ketemu anak-anaknya. Dan adel juga bisa fokus mengurus aina dan david, kasihan selama dua tahun mereka berdua tidak diurus mamahnya. Mereka juga pasti ingin merasakan bagaimana rasanya dirawat mamahnya sendiri" ucap kevin panjang lebar.

Adel menggeleng pelan. "Aku tidak bisa tinggal satu rumah sama kalian, tapi aku setiap hari akan ke rumah kakak, buat rawat aina dan david" tolak adel lembut.

Noval tersenyum menang menatap kevin yang kecewa karena adel menolaknya. "Mampus, kevin-kevin. Kau tidak akan bisa mendapatkan adel kembali, selagi saya maish hidup" batin noval.

***

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang