65. cemburunya adel

267 2 0
                                        

Kevin dan adel sedang berkunjung ke rumah, mamah vina, bukan kemauan mereka berdua, melainkan kemauan vina. semalam vina terus menelpon kevin supaya segera datang kerumahnya. Ia merindukan menantunya, yang sebentar lagi akan lahiran, dan ia akan menjadi seorang omah.

Dylan pulang wajahnya terlihat capek, matanya tidak sengaja bertubrukan dengan mata indah, adel, yang menatapnya lembut, seketika rasa capek. Yang tadi ia rasakan hilang begitu saja.

"Dylan baru pulang kamu?" Tanya hardi. Akhir-akhir ini dylan jarang pulang, ia tau dylan tinggal di apartemen, tapi biasanya setiap tiga hari sekali dylan pulang ke rumah, tapi akhir-akhir ini dylan tidak sempat pulang, walaupun satu Minggu sekali.

Dylan duduk terlebih dahulu. sebelum menjawab pertanyaan papahnya "iya, banyak tugas, dan praktek, jadi dylan sibuk banget" sahut dylan.

"Say...dylan udah makan?" Tanya adel. Hampir saja ia memanggil dylan sebutan 'sayang'

Dylan menoleh ia tersenyum tipis "udah tadi sama, Sisil" jawab dylan.

Yang awalnya adel tersenyum manis, seketika senyumnya berubah. Adel mengangguk kecil "syukur, kalau udah" ucap adel. Memalingkan wajahnya enggan menatap adel.

"Pasti cemburu si, bumil. Arghhh gemas banget" teriak dylan dalam hati.

"Nyebelin banget, bawa-bawa nama cewek lagi, mana makan siang bareng. Kayanya dylan benar-benar udah enggak cinta lagi, sama gue, secara sekarang gue gendut gini. Sedangkan sisil langsing, cantik. Cowok mana coba yang enggak terpikat sama dia" batin adel sedih.

Vina menatap kevin dan adel "usia kandungan Adel sudah memasuki 9 bulan, kalian untuk sementara tinggal di sini dulu, ya" pinta vina.

Kevin mengerutkan keningnya "kenapa emangnya, kalau di rumah kevin sama Adel?" Tanya kevin.

"Memangnya kamu enggak khawatir kalau adel, mau melahirkan, dan kamu sedang tidak sama dia" ucap hardi.

Kevin mengangguk kecil, walaupun ia cuti kerja, tetap saja ia memantau kantornya lewat CCTV. "Yaudah, terserah adel aja" ucap Kevin meminta persetujuan adel.

Adel enggan menatap wajah mereka ia menunduk, menyembunyikan air mata yang hendak keluar. "Gimana baiknya aja...adel ke kamar dulu" adel langsung naik ke lantai atas, tanpa menunggu persetujuan mereka.

Adel mengunci pintu kamar ia menangis sejadi-jadinya, meluapkan rasa sesak di hatinya, dari dulu dylan tidak pernah membawa nama perempuan lain di pembicaraan mereka. Tapi sekarang dylan membawa nama perempuan lain di pembicaraan singkat tadi. Ditambah ia makan siang bersama perempuan.

"Hiks. Dugaan aku benar, kalau dylan bakal ninggalin aku, dia bakal cari cewek lain. yang lebih seksi, cantik. Enggak kaya aku gendut, hiks, aku benci" teriak adel.

Untungnya kamar kevin kedap suara, jadi tidak ada yang mendengar teriakannya. Ia melempar semua bantal "DYLAN, KENAPA KAMU KAYA GINI, KENAPA KAMU NINGGALIN AKU" teriaknya mengacak-acak rambut. Adel terus berteriak keras meluapkan emosi. Semenjak hamil ia gampang emosi, dan gampang menangis, walaupun hal sekecil apapun itu.

***

Adel makan malam malas. Selera makannya tidak enak, nama perempuan yang tadi siang dylan sebut terus berputar di kepalanya.
"Adel udah kenyang, adel mau ke kamar dulu" pamit adel. Belum beranjak dari sana sudah ditahan kevin. "Apa?, Aku baik-baik aja" ucap adel menepis pelan tangan kevin.

"Cerita sama saya, adel, kamu itu ist--"

"AKU BAIK-BAIK AJA, KAK, JANGAN PAKSA AKU DALAM SEGALA HAL" bentak adel. Nafasnya memburu dadanya naik turun.

Mereka semua kaget termasuk dylan yang sedang makan. Kevin menatap Adel dengan tatapan yang sulit diartikan "kenapa kamu bentak aku? Sayang, aku cuman tanya doang" heran kevin.

Adel tidak menjawab. ia menutup wajahnya menggunakan telapak tangan, rasa sesaknya membuat ia tidak bisa menahan air mata. "Hiks, aku enggak papa, aku cuman pengen nangis, marah-marah, aja" bohong adel. Mana mungkin ia jawab yang sebenernya. Kalau ia sedang cemburu.

Kevin yang paham mood ibu hamil. Ia langsung memeluk adel. "Kamu boleh, pukul, dan marah-marah sepuasnya, sampai kamu lega" lirih Kevin.

"Adel pasti kepikiran, ucapan gue tadi sore, astaga! Sayang!, Semua itu enggak seperti yang kamu pikirkan" batin dylan.

Setelah makan malam selesai mereka langsung kumpul. diruang tengah sambil menonton siaran langsung sepakbola. Adel enggan menatap dylan yang terus menatapnya, tanpa sepengetahuan Kevin.

"Selamat malam, om, tante" ucap seorang wanita cantik menghampiri mereka.

Mereka semua menoleh kaget menatap wanita yang tidak mereka kenal, kecuali dylan. Menatap syok wanita yang tersenyum manis kearahnya.

"S-sisil. Lo ngapain kesini?" Tanya dylan kaget, menatap teman kelasnya. Lebih tepatnya kelompoknya.

Sisil mengalami tangan vina dan hardi lebih dulu. "Kenalin nama aku, sisil, teman kelas dylan, om, tante" ucap sisil sopan.

Mereka mengangguk tersenyum tipis "silahkan duduk" ucap hardi dan vina.

Sedangkan adel masih kaget Menatap sisil. Nafasnya memburu, ia mencengkram erat baju tidurnya. Meluapkan emosinya. "Jadi dia yang namanya sisil" batin adel.

"Om, Tante, aku bawain kue" ucap sisil mengeluarkan kue di paper bag.

"Terimakasih, kamu baik sekali" ucap vina.

Sisil tersenyum manis "dylan kue kesukaan lo, nih, gue beli jauh-jauh buat lo tau" ucap sisil menyodorkan kue kehadapan dylan.

Dylan diam ia tidak mengambil kue itu. Melirik adel yang menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. "Gue ken....eh" kaget dylan.

Dengan santainya sisil menyuapinya.
"Makan, masa lo tega sih, gue beli jauh-jauh lo tolak gitu aja" ucap sisil.

Nafas adel memburu ia semakin mencengkram erat baju tidurnya, sampai kusut. Dadanya naik turun.
Berusaha mengontrol emosi, ia memalingkan wajahnya.

Dylan melirik kesal sisil "lo ngapain sih ke sini?" Tanya dylan kesal. Ia tidak mau adel salah paham.

Sisil menatap dylan lekat "mau main aja, pelit banget" sinis sisil.

"Tap---"

"Kak, aku mau tidur dulu" pamit adel melirik suaminya.

Dylan menatap adel yang sudah naik ke lantai atas diikuti kevin. "Sial! Adel pasti cemburu" batin dylan.

Kevin mengunci kamarnya, ia ikut merebahkan tubuhnya di samping adel. Kevin tau adel sedang cemberut, tapi ia tidak mau marah-marah untuk kali ini. Padahal dirinya juga sedang cemberut. "Nangis aja, jangan ditahan" ucap kevin.

Adel menatap kevin, tanpa ba-bi-bu ia langsung memeluk erat tubuh kevin. Menangis sejadi-jadinya. "Hiks, aku mau nangis" ucap adel sambil nangis.

Kevin terkekeh kecil "mau nangis, tapi udah nangis duluan" ucap kevin gemas.

Adel mengigit dada kevin kesal "jangan nyebelin, kak kevin" kesal adel.

"Iya-iya" pasrah kevin.

Adel terus menangis sesekali ia memukul Kevin, meluapkan emosi yang membuat ia sesak. Lama menangis adel tertidur.

Kevin mencium dahi Adel "selamat tidur, sayang, aku cinta banget sama kamu" ucap kevin. Menyusul adel ke alam mimpi.

***

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang