69. kesal

175 4 0
                                        

Mereka sedang bermain dengan David, sedangkan adel ia sibuk menonton televisi sambil makan kripik singkong. Sesekali ia menoleh keheranan, menurutnya untuk apa mengajak ngobrol bayi, yang tidak paham apa yang kita bicarakan.

Sedangkan dylan ia sibuk dengan laptopnya, adel berasa lagi diselingkuhin terang-terangan. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, ia senang dylan lebih giat belajar. Menoleh mendengus sebal, adel rasanya ingin menghancurkan laptop dylan, berani-beraninya dia membuat dylan terus menatapnya.

Kevin, vina, hardi dan sela. Terkekeh kecil melihat David yang matanya berkaca-kaca, mau menangis karena kesal. "Haha, anak papah kenapa nangis, hmm?" Tanya kevin mengangkat tubuh mungil anaknya.

"Oekkk oekkk"

David tambah nangis. Kevin bangun mengayun-ayunkan david pelan, supaya berhenti menangis. "Haus kayanya" ucap sela di anggukki yang lain.

Kevin melirik istrinya yang sedang asyik menonton televisi. "Sayang, david ma---"

"Urus sendiri, aku mau tidur" potong Adel ia melirik sinis kevin, dan dylan yang menatapnya aneh. "Apa lihat-lihat?, Ada yang lucu?" Sentak adel sebelum meninggalkan ruang tengah.

Mereka saling berpandangan satu sama lain. Kevin mengambil stok ASI di kulkas. ia masih keheranan kenapa adel marah. "Mah, kenapa adel?" Tanya kevin pada mamahnya.

Vina menggeleng "enggak tau, kayanya dia kesal banget" ucap vina.

"Mungkin dia lagi kesal aja, nanti juga enggak" ucap hardi. Yang memang tau kekesalan adel ditunjukan, untuk dylan.

Kevin menatap mamahnya "mah jagain david dulu, aku mau susul adel" ucap Kevin. Memberikan david pada mamahnya. Ia langsung menyusul adel ke kamar.

"Sayang kamu kenapa?" Tanya kevin lembut.

Adel menoleh ia melirik sinis kevin "enggak papa. Mana anak kamu?' tanya adel. Tidak mendapati david di gendongan suaminya.

"Anak kita, bukan anak aku doang" koreksi Kevin sedikit kesal.

Adel manggut-manggut "malam ini aku enggak mau tidur ada suara bayi, kamu sam david tidur di kamar lain aja, ya" pinta adel.

Kevin menatap datar adel. "Enak aja, enggak boleh gitu dong, david anak kita ber---"

"Cik! Iya-iya, enggak usah ceramah, sana keluar" usir adel malas.

Bukanya pergi dari sana kevin malah semakin mendekati adel. Menarik adel sampai membentur tubuhnya. "Gimana kalau kita bermain sebentar, hm?" Ajak kevin.

Adel melotot ia menggeleng tegas "enak aja, aku enggak mau. Ingat, ya, aku baru melahirkan anak kam---"

Kevin langsung mencium bibir adel lembut, mengelus dada adel. Membuat sang empu mengereng kecil, Kevin tersenyum miring. "Udah, aku mau lihat david dulu" ucapnya melepaskan tautanya.

Adel melotot "sial! Gue dikerjain" umpat adel melihat punggung suaminya sudah menghilang.

***

Adel mengendong david yang untungnya tidak rewel, sambil menunggu suaminya yang sedang mengobrol dengan papahnya.

Melirik dylan yang sibuk dengan laptopnya, rasanya setiap melihat Dylan pasti sibuk dengan laptopnya.

"Ehem" dehem adel.

Dylan melirik adel "minum" ucap dylan kembali fokus dengan laptopnya.

Adel melotot, astaga! Kenapa dylan tidak peka sih. "Kamu bosen sama aku?, Karena aku udah punya anak?, Karena aku enggak cantik kaya dulu lagi?" Tanya adel. Matanya berkaca-kaca.

Dylan mengerutkan keningnya "maksud kamu apa?, Aku enggak paham" tanya dylan heran.

"Kalau kamu mau putus bilang aja, Dylan, aku enggak suka didiemin gitu" ucap adel.

Dylan semakin heran. Menatap lekat adel. "aku lagi ban---"

"Kita putus" potong adel. Ia langsung beranjak dari sana bersama anaknya. Air matanya mengalir, sampai mengenai wajah polos david.

Masuk kedalam kamar menatap suaminya yang sibuk dengan laptopnya. "Kak, aku mau pulang aja, kita pulang ke rumah kita" pinta adel.

Kevin mendongak menatap istrinya. "Kenapa?, Katanya mau lam---"

"Aku mau pulang kak" teriak adel.

Kevin menghela nafas panjang "iya, kita pulang sekarang, kita pamit dulu sama mamah papah" ajak kevin. Adel mengangguk ia mengikuti Suaminya dari belakang.

Kevin menghampiri mamah dan papahnya. "Mah, pah, kita pamit pulang dulu, ya" pamit kevin.

"Ko cepat banget, katanya mau lama disini?" Tanya hardi.

"Adel pengen pulang" ucap kevin melirik istrinya.

"Yaudah, nanti mamah sama papah sering-sering kesana, deh" ucap vina.

Adel menyerahkan david ke vina. Yang membuat mertuanya heran, dan tidak paham "adel titip david, mah" ucap adel. Membuat mertua, dan suaminya kaget. "Adel enggak bisa rawat bayi, mah, adel takut" cicit adel.

"Sayang, kamu apa-apa sih, kenapa david dititipin di sini" kesal kevin.

Adel menatap kevin "aku masih kuliah, sedangkan kakak, kerja, aku enggak bisa urus david, repot---"

"ENGGAK GITU MAKSUDNYA ADEL, KAMU KENAPA SIH TEGA BANGET SAMA ANAK KAMU SENDIRI, DIA ENGGAK SALAH APA-APA, KAMU BILANG KALAU KAMU UDAH TERIMA DAVID, TAPI KENAPA KAMU TITIPIN KE MAMAH GITU" bentak kevin kesal.

"Aku belum siap kak, aku enggak bisa urus david, aku mas----"

"Udah-udah. Enggak papa, david sama mamah aja, adel fokus kuliah, kamu fokus cari uang. Kalau kamu punya waktu luang, kamu datang kesini" lerai vina. Tidak mau anak dan menantunya bertengkar.

"Keterlaluan kamu, del" kesal kevin.

***

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang