Nyatanya dylan dan adel sama-sama saling cinta, dan mereka tidak bisa jauh-jauh, seperti sekarang ini mereka sedang duduk santai di danau yang sangat indah, ditemani burung-burung yang berkicau sebagai musik mengiring mereka berdua.
Setelah perdebatan kecil yang berakhir baikan tadi, mereka langsung berjalan-jalan ketempat yang dulu mereka kunjungi, tempat yang sangat menangkan hati mereka berdua, saksi cinta mereka berdua.
Dylan sesekali melirik adel yang tersenyum manis menatap burung yang saling berkicau, ia tidak menyangka kalau ia akan kembali pada adel, sejujurnya ini pertama kalinya mereka marahan sangat lama.
Dylan sangat mencintai adel, ia tidak bisa jauh-jauh dari adel, baginya adel sumber kebahagiaan dirinya. Ia juga menjelaskan kenapa akhir-akhir ini sangat sibuk, sampai mengabaikan dirinya, karena ia berpura-pura mengabaikan adel, supaya mamah papahnya percaya kalau dirinya sudah benar-benar melupakannya.
Setiap hari mamah papahnya menanyakan hubungannya dengan adel, setiap hari hardi menanyakan pacar baru dylan, agar mereka yakin kalau dylan sudah melupakan adel, begitupun sebaliknya.
Dylan tentu kesal pada kedua orangtuanya, baginya mereka tidak adil, mereka lebih mementingkan kebahagiaan kevin ketimbang dirinya. Padahal Kevin sudah dewasa melebihi dirinya yang masih anak kuliahan, ia juga bertengkar hebat dengan hardi sepulang adel yang marah besar gara-gara diabaikan.
Adel yang merasa diperhatikan ia menoleh, tepat wajahnya didepan wajah dylan. "Kenapa liatin aku gitu?, Ada yang aneh, ya?" Tanya adel panik.
Dylan mengangguk pelan menyandarkan kepalanya di pundak adel, merangkul pinggang ramping adel. "Ya, aneh banget, kenapa aku makin hari makin cinta sama kamu malahan bertambah berjuta-juta kali lipat" gombal dylan.
Pipi adel bersemu merah ia mencubit lengan dylan. "Gombal, nanti aku makin cinta sama kamu gimana coba?" rengek adel.
Dylan terkekeh kecil ia mencium dahi adel berkali-kali. "Bagus dong, makin hari makin bertambah, haha" kekeh dylan.
Adel menatap dylan. "Dylan---"
"Ah, jangan panggil nama, harus pakai sayang" rengek dylan.
Adel tersenyum tipis. "Ayang, seandainya kak kevin itu kamu, aku nikah sama pria yang aku cintai yaitu kamu, pasti aku bahagia banget aku bisa berduaan sama kamu, bisa tidur berdua sama kamu, bisa jalan-jalan tanpa sembunyi, rasanya aku ingin merasakan itu" lirihnya.
Hati dylan ikut sedih, ia mengelus perut adel. "Gimana kalau kita nikah siri aja, supaya kita bisa hidup berdua" ajak dylan serius.
Adel melotot ia menggeleng cepat. "Enggak gitu juga, sayang, maksud aku---"
"Aku ngerti maksud kamu, aku paham banget, makanya aku ajak kamu nikah siri supaya kita bisa berduaan seperti yang dulu kita rencanakan waktu ini belum terjadi"
Adel tetap menggeleng ia memegang pundak dylan. "Kita jalani aja seperti ini, sampai kita ketemu cara yang tidak menyakiti keluarga kita, aku enggak mau bikin orangtuaku dan orangtuamu kecewa karena kelakuan kita yang salah" ucap adel lembut.
Dylan mengangguk kecewa. "Udah sore, kita ke apartemen aku aja yuk, aku punya sesuatu untuk kamu" ajak dylan.
Adel menggeleng "kayanya aku pulang aja deh, nanti takut kak kevin cariin aku bisa-bisa dia ngamuk" tolak adel halus.
Dylan cemberut ia menggeser duduknya menjauh dari adel. "Ko kamu lebih menginginkan kak kevin sih, padahal aku pacar kamu lho" cemburu dylan.
Adel terkekeh geli melihat dylan cemburu. "Sayang, kalau kakak kamu tau kalau kita ketemuan bisa-bisa dia kurung aku, bisa-bisa dia marah besar dan jauhkan aku dari kamu, aku enggak mau itu terjadi"
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Ficção AdolescenteBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)