48. baikan

349 4 0
                                        

Sudah satu Minggu adel dirawat di rumah sakit, walaupun keadaanya sudah cukup baik bahkan sudah diperbolehkan pulang, tapi dylan, dan Kevin ngotot untuk merawat adel lebih lama lagi. "Aku mau pulang, aku enggak betah" teriak adel kesal.

"Nurut, apa susahnya sih" kesal kevin.

Adel melipat kedua tangannya "saya nakal nurut asalkan ijinkan dylan untuk tinggal di Indonesia, saya--"

"Jangan pakai saya, aku kamu, adel" kesal kevin.

Adel menatap dingin kevin "pokonya ijinkan dylan tinggal disini, aku janji bakal jaga jarak sama dylan, enggak sedekat dulu...kalau enggak khilaf" cicitnya.

Kevin mengangguk kecil "asalkan kamu maafkan aku, dan kamu mau kembali kerumah, baru aku izinkan dylan tinggal di Indonesia, dan aku bakal biayain dylan sampai lulus kedokteran, itung-itung sebagai tanda terimakasih aku sama dia, udah bantu aku" ucapnya.

Adel mengangguk cepat "iya aku maafkan, tapi kamu janji akan berubah, dan enggak kurung aku lagi" lirih adel masih trauma.

Kevin tersenyum ia mengangguk "iya, aku janji, aku bakal kontrol emosi aku, aku bakal lebih sayang sama kamu" ucapnya bahagia.

Ceklek.

Adel dan kevin menoleh menatap dylan yang berjalan masuk "aku bawakan bubur, makan terus minum obat, aku akan segera pulang ke Australia untuk meneruskan kuliah aku, supaya aku bisa cepat-cepat kembali kesini" lirih dylan sedih.

Kevin tersenyum tipis "lo tidak usah kembali Australia, lo bisa kuliah disini lagi" ucap kevin.

Dylan menoleh kaget menatap kakaknya "beneran?, Gue boleh kembali kesini?" Tanya dylan tidak percaya.

Kevin mengangguk "dengan syarat lo jangan terlalu dekat-dekat istri gue, lo noleh dekat-dekat dia tapi lo harus tau posisi lo" ucapnya.

Dylan mengangguk "maaf kak, aku enggak bisa janji, karena adel sumber kebahagiaan aku, mungkin aku bisa sedikit menjaga jarak dari Adel, itupun kalau enggak lupa" jawabnya dalam hati.

"Pelukan dong" suruh adel.

Mereka saling berpelukan "lo jangan bahagia dulu, dylan, gue lakuin ini demi adel, gue bakal pantau lo, untuk tidak dekat-dekat istri gue, camkan itu" bisiknya tajam.

Dylan mengangguk kecil setidaknya ia bisa melihat adel setiap hari "gue juga enggak bakal diam, gue bakal ambil adel dari lo" bisiknya. Lalau melepaskan pelukannya. Kevin mengepalkan tangannya mendengar bisikan dylan.

"Ciyeee, suka lihat kalian damai kaya gini" goda adel.

Kevin dan dylan berusaha tersenyum manis.

***

Adel berjalan masuk kedalam rumah kakinya bergerak takut, kevin yang menyadari ketakutan istrinya ia menggenggam tangan Adel, ia tau adel masih takut pada dirinya.

"Sebentar" kevin melepaskan genggamannya ia menghampiri anak buahnya mengambil sesuatu. "Kamu pegang ini, kalau saya lakukan hal yang buat kamu takut kaya dulu, kamu bisa bunuh saya"

Adel melotot kaget melihat pistol yang dipaksa dipegang oleh kevin "enggak, aku enggak mau" takut adel.

Kevin menatap adel "pegang aja, kalau saya kaya dulu lagi kamu bisa bunuh dama pistol kesayangan saya" ucapnya menggenggam tangan adel berbarengan dengan pistol.

Adel menggeleng "aku percaya sama kakak, tapi kakak janji sama saya kalau kakak enggak akan kaya gitu lagi" ucapnya tersenyum tipis.

Kevin mengangguk "pasti, Saya akan berubah enggak kasar lagi, tapi kamu jangan buat saya cemburu" rengek kevin.

"Iya-iya" jawab adel ogah-ogahan ia masuk kedalam rumah duduk di sofa ruang tengah "kamu udah matikan AC kamar?" Tanya adel.

Kevin mengangguk "udah, saya sudah ganti semua barang-barang kamar kita, dari mulai kasur sampai jendela kamar, supaya kamu tidak takut lagi" ucapnya santai.

Adel geleng-geleng kepala ia mengambil keripik singkong, kevin yang melihat itu ia menggeleng tegas. "Kenapa?" Tanya adel heran.

"Enggak boleh, kamu baru sembuh" ucap kevin.

"Aku cuman mau mak--"

Cup.

"Jangan bawel, saya enggak suka, ini juga demi kebaikan kamu" ucap kevin mencium singkat bibir adel.

Adel melotot kaget "main nyosor-nyosor aja" kesal adel memukul kevin dengan bantal "dasar berondong" teriak adel kesal.

Kevin terkekeh kecil menahan tangan adel "saya sudah lama enggak cium kamu, arghhh, saya enggak kuat" teriak kevin ia langsung mencium bibir adel melumatnya.

Adel berusaha melepaskan ciumannya suaminya yang malah semakin dalam. "L-lepas" ucap adel disela-sela ucapannya.

Kevin melepaskannya ia memejamkan matanya "maaf, kamu enggak papa kan?" Tanya kevin khawatir adel marah.

"Nyebelin, aku baru pulang dari rumah sakit, tau" kesal adel menjengut rambut kevin karena kesal, kevin tidak melepaskan jengutan istirnya, tidak juga ia menghindari adel "nyebelin, dasar berondong" teriak adel.

Tidak ada balasan adel melepaskan jengutanya "m-maaf, aku enggak sengaja" ucapnya gugup takut kevin marah besar dan menghukumnya.

Kevin mengangguk ia tersenyum tipis "enggak, kamu enggak salah, aku enggak marah juga sama kamu" ucapnya mengelus rambut adel.

***

Adel merebahkan tubuhnya di samping kevin yang sudah tertidur pulas, rasanya Kamarnya yang dulu sangat beda, dari kamarnya yang sekarang. "Kau enggak betah" lirihnya

Kevin membuka matanya menatap istrinya "kenapa? Kamu perlu sesuatu? Biar saya ambilkan" ucap kevin khas suara bangun tidur.

"Mau peluk" ucapnya bohong, semoga daja dengan dipeluk dirinya bisa lebih nyaman. "Sambil dielus-elus rambutnya" lirihnya mengarahkan tangan kevin ke rambutnya.

"Saya suka kamu manja gini, saya juga suka kamu tergantung sama saya" lirih kevin.

Adel tidak menjawab ia tidur sambil terus memeluk kevin, menghirup aroma tubuh kevin. "Aku bekum tidak, lho, tangannya jangan kemana-mana" ucap adel merasakan tangan kevin yang mulai meraba-raba tubuhnya.

"Pengen lebih boleh?" Tanya kevin penuh harap.

Adel melepaskan pelukannya menatap kebin yang menatapnya memohon "kalau aku enggak mau? Kamu mau paksa aku?" Tanya adel.

Kevin menggeleng cepat "enggak, aku bakal tunggu kamu siap, aku enggak bakal paksa kamu" ucap kevin takut adel marah.

Adle tersenyum tipis mengangguk kecil, ia melepaskan kancing bajunya "saya mau, dengan syarat saya belum siap untuk hamil" ucapnya.

Kevin diam "saya enggak bisa pastikan, karena saya bukan tuhan" lirihnya sedih.

"Iya-iya saya tau" ucap adel sedikit kesal.

Dan mereka melakukannya dalam keadaan sadar, kali ini tidak ada lagi paksaan dari kevin, kali ini adel yang mengijinkannya dengan sadar.

"Udah kak" tahan adel.

Kevin mengangguk, turun dari tubuh adel "makasih, dan selamat tidur" ucap Kevin mencium bibir adel singkat. Sedangkan adel sudah tidur pulas. "Kau milikku adel Chyntia Sari" batin kevin mengelus perut rata adel.

***

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang