35. bali

245 4 0
                                        

Mega, adel, sela sekarang ini sedang didapur untuk membuat sarapan pagi, Ya. Tadi malam mereka menginap termasuk dylan, walaupun harus menerima sindiran keras dari kakaknya, dan harus melihat langsung kemesraan kevin pada adel.
Tapi sebisa mungkin dylan menahan semua itu.

"Del hangout yu, udah lama kita enggak hangout bareng, semenjak lo nikah" ajak mega sedih.

Adel mengangguk "gue juga pengen, tapi harus ijin sama si berondong dulu, tau sendiri si berondong kalau marah, pasti yang kena semua orang" jelas adel sambil menaruh nasi goreng di meja makan. "Gue sih pengen banget, semenjak nikah gue jadi lebih banyak diam dirumah" lirihnya sedih.

Mega mengangguk "coba lo ijin dulu, gue bantu deh" tawar mega.

Adel mengangguk, mereka langsung berkumpul di ruang makan, adel melirik dylan yang juga sedang meliriknya, dylan mengedipkan sebelah matanya, adel melotot kaget, lalu ia menutup wajahnya, salah tingkah.

"Kenapa mukanya merah gitu?, Pasti kepanasan di dapur, ya" khawatir kevin menarik istrinya duduk di kursi sampingnya.

Adel menggeleng ribu "enggak, kak aku mau ijin sama kakak, aku mau hangout sama teman-teman ak--"

"Enggak, aku enggak kasih ijin" potong kevin tegas.

Adel mendengus sebal "semenjak aku nikah, aku enggak pernah jalan-jalan sama teman-teman aku, kak, aku sedih, masa aku dirumah terus, dulu aku jalan-jalan terus setiap pulang kuliah, semenjak nikah sama kakak, aku enggak kemana-mana" lirihnya dramatis.

Kevin tetap menggeleng "enggak, kecuali aku ikut, baru boleh" ucap kevin tegas.

Adel menggeleng "jangan, aku enggak mau kakak ikut--"

"Adel Chyntia Sari, nurut" bentak kevin menatap tajam adel "kamu bukan lagi gadis, yang bisa keluar seenaknya, kamu istri saya, jadi kalau kamu mau kemana-mana harus ijin dari saya" tegasnya.

"ini yang aku tidak suka dari kakak, selalu egois, aku juga butuh---"

"Saya memfasilitasi kamu, menurut kemauan kamu, dan kamu harus nurut sama saya" bentak kevin.

Adel terkekeh hambar "SEJAK KAPAN ANDA MENURUTI KEMAUAN SAYA?, BAHKAN ANDA TIDAK PERNAH MENGERTI PERASAAN SAYA, YANG ANDA INGINKAN CUMAN SAYA NURUT SAMA ANDA, SEDANGKAN ANDA SENDIRI TIDAK MAU MENURUTI KEMAUAN SAYA" bentak adel kesal.

"Del, sabar del--"

"Udah cukup, meg, gue sabar sama sikap dia, sekarang ini gue mau bebas, gue mau melakukan apapun tanpa seijin dia" ucap adel.

"Silahkan lakukan kemauan kamu, saya tidak akan lagi peduli sama kamu, mau kamu kemanapun terserah, termasuk berdua dengan dylan, saya bebaskan kamu" bentak kevin tersulut emosi.

"Kak sabar kak" tahan rio dan Rudi.

"Del jangan gitu, dia suami kamu" tegur dylan.

Kevin terkekeh sinis "jangan pura-pura baik kamu, dylan" ucap kevin "pengkhianat" ucapnya yang tidak dihiraukan dylan.

"Kita berangkat sekarang" ajak adel yakin.

Mereka menggeleng "jangan, lo enggak dikasih ijin sama suami lo, jangan gila" ucap rudi diangguki yang lain termasuk dylan.

Adel melirik kevin "udahlah, enggak penting dapat ijin dari dia atau enggak, yang penting kita happy kaya dulu"

Adel menarik teman-temannya keluar rumah meninggalkan kevin yang mengepalkan tangannya kuat. Dylan keluar dengan perasaan campur aduk. "Lo yakin mau pergi dari sini, del?" Tanya rudi.

Adel mengangguk "iya, bodoamat capek ngikutin perkataan kak kevin, maunya menang sendiri" mega mengangguk pasrah, adel kalau sudah mengambil keputusan ia tidak akan merubahnya. Itulah sikap adel dari dulu. Berhubung rudi membawa mobil mereka langsung masuk mobil rudi, termasuk dylan, yang meninggalkan adiknya dirumah kevin.

"Mau kemana kita?" Tanya rio.

"Mantai, aja yuk, Bali, deh" saran adel. Rio dan yang lain mengangguk, sudah lama mereka tidak ke pantai.

Kevin mengeram kesal ia mendudukkan dirinya di kursi kesal "oke, kalau itu kemauan kamu, adel Chyntia Sari, saya ikuti kemauan kamu, tapi kamu jangan menyesal, jika suatu saat nanti ada seseorang yang menjadi korban" lirih kevin.

"Kak, susul kak adel, mereka pasti belum jauh" suruh sela. Kevin menggeleng ia sedang menyusun rencana supaya adel menuruti semua perintahnya tanpa terkecuali.

***

Mereka saat ini berada di bali, lebih tepatnya pantai Bali mereka sedang berenang bersama, adel merangkul Dylan, bahagianya, untuk saat ini adel ingin melupakan statusnya yang sudah menjadi suami dari kakak kekasihnya.

"Seru banget" ucap adel merangkul dylan "kamu suka enggak?" Tanya adel. Pada dylan yang hanya tersenyum tipis.

"Aku udah bilang sama kamu, di manapun aku berada kalau ada kamu, aku selalu bahagia" sahut dylan mencium singkat bibir adel.

Adel tersenyum tipis ia kembali menautkan bibirnya dengan bibir dylan "sayang kamu banyak-banyak" ucap adel tersenyum tipis. dylan mengangguk kecil. "udahan yuk, aku udah nangis" ajak adel. Dylan mengangguk.

Rio, rudi, mega, dylan, dan adel berada di ruang tengah villa "woi, gue takut kak kevin marah besar" ucap rudi.

"Udah sih jangan bahas kak kevin, aku mau habisin waktu aku sama Dylan, sama kalian bertiga" ucap adel kesal.

"Del--"

"Rio, udah, jangan bahas dia" potong adel kesal.

"Kita masuk kamar masing-masing" suruh mega, mereka mengangguk, sedangkan dylan dan adel masih duduk santai disana.

"Sayang, aku pengen banget kaya gini terus sama kamu" ucap adel duduk dipangkuan dylan "seandainya kamu jodoh aku, mungkin aku sangat bahagia sama kamu" lanjut adel.

Dylan mengangguk kecil "udah malam, enggak ngantuk?" Tanya dylan mengalihkan pembicaraan, kalau ingat kata-kata mereka dulu, rencana mereka dulu, membuat hati dylan sakit, dan kecewa.

Adel membalikan badannya menghadap dylan, duduk dipangkuan dylan, melingkarkan tangannya di leher dylan "I love you" lirih adel.

"I love you too baby" ucap dylan mencium bibir adel lembut. Menikmati keindahan bali dengan sang kekasih.

Dua hari di Bali mereka pulang liburan dua hari di bali membuat mereka menjadi semangat untuk menjalankan hari-harinya.
Kali ini dylan yang mengendarai mobilnya, disampingnya ada adel, belakang ada rudi, rio, dan mega.

"Mau kemana lagi?" Tanya dylan melirik teman-temannya lewat kaca mobil.

"Pulang aja, capek gue" ucap mega kelelahan. "Lagian besok kita harus kuliah, eh ya, del lo mau tidur dimana?, Rumah gue aja" ajak Mega.

Adel melirik dylan "enggak deh, gue mau tinggal di apartement dylan aja" tolak adel.

"Del, enggak baik, gue takut kal--"

"Gue enggak bakal sentuh adel lebih, kalian enggak usah khawatir, kalau gue mau rusak adel udah dari dulu" potong dylan yang tau pikiran mereka.

Rio mengangguk kecil "semoga lo enggak kebablasan" ucap rio.

Adel masuk kedalam apartment dylan, bukan pertama kalinya adel kesini, ia sangat sering kesini, sebelum menikah, tempat yang masih sama. "Kangen tempat ini" lirihnya

***

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang