Setelah mandi berdua adel memasang muka kesalnya, sudah dipaksa mandi berdua, dan melakukannya lagi. Adel menatap sinis kevin yang memasang wajah seperti tidak terjadi apa-apa.
Adel menyisir rambut panjangnya dengan kesal.
Sedangkan kevin ia memakai baju dihadapan adel dengan santai tanpa rasa malu, sedangkan adel ia langsung memalingkan wajahnya sembarang arah. Kenapa ia jadi yang malu. Kevin yang melihat itu menahan tawa mati-matian.
"Disuruh nginep di rumah mamah 3 hari kangen katanya" beritahu kevin.
Adel menoleh ia mengangguk kecil "hm" gumam adel masih kesal.
Kevin merangkul adel yang sedang bercermin, kevin menatap adel di pantulan cermin memperlihatkan dirinya dengan istirnya. "Harusnya saya yang marah, kenapa kamu yang marah sama saya" heran kevin.
Adel enggan menjawab ia sok sibuk dengan kegiatannya menyisir rambut. Kevin yang gemas ia mencium pipi adel berkali-kali sampai adel kesal. Menoleh menatap kevin "diam!, Enggak lihat apa aku sedang sibuk" kesal adel mendorong wajah kevin.
Kevin cemberut ia duduk dilantai menatap adel dari bawah "ck! Marah mulu bumil ini, jangan marah-marah nanti makin cantik" goda kevin.
Adel tidak menjawab ia mengelus perut yang sedikit buncit "jangan tiru papah kamu ya, dia suka mesum" ucap adel mengajak bicara anaknya masih didalam perut.
Kevin ikut mengelus perut adel "jangan tiru sikap mamah kamu, dia suka selingkuh, kalau aja papah enggak cinta sama mamah kamu, mungkin papah udah cari istri lain" ucap kevin tak mau kalah.
Adel melotot ia menepis tangan kevin "mamah selingkuh demi kebaikan ko, bukan semata-mata mamah selingkuh" elak adel.
Kevin kembali mengelus perut adel "tidak ada kebaikan, yang mengorbankan kebaikan juga" ucap kevin menaik turunkan alisnya, melihat adel yang hanya diam cemberut kesal.
Adel menatap sinis kevin "kak, aku kangen sama bang alek" lirih adel merindukan abangnya "udah lama aku enggak ketemu dia" cicitnya.
Kevin mengangguk paham "kalau gitu kita kesana, menginap satu malam" ajak kevin.
Adel menatap kevin dengan wajah bahagianya "seriusan?, Tapi, mamah vina gimana?" Tanya adel tidak enak.
"Mamah pasti paham, yaudah siap-siap aku keluar dulu mau manasin mobil dulu" kevin langsung keluar setelah mengecup dua kali adel, membuat pemilik wajah berteriak marah.
***
Adel manja-manjaan dengan alek, membuat Kevin cemburu melihat adel yang manja dengan abangnya. "Abang, sering-sering main ke rumah, biar adel enggak kangen gini" pinta adel memeluk lengan alek.
Alek terkekeh kecil "sengaja, biar kamu kesini, terus manja-manja sama abang" melirik adik iparnya yang mendengus kesal "supaya suami kamu cemburu gitu, haha" kekeh alek melihat wajah mesem kevin.
Adel melirik suaminya yang menatapnya sinis "udah biasa kaya gitu, bawaan lahir kayanya" ucap adel.
Sandi menepuk pundak menantunya "sabar, mereka kalau ketemu kaya gitu" ucap sandi prihatin dengan menantunya.
Kevin mengangguk lemah "udah biasa adel kaya gitu" cicit kevin.
Alea datang membawa empat cangkir teh "diminum tehnya mumpung masih anget" ucap alea sambil duduk di samping suaminya.
"Terimakasih kakak ipar ku" ucap adel tersenyum manis.
"Sama-sama, adik ipar ku yang paling cantik" puji alea.
Adel yang dipuji cantik ia tersenyum manis sambil mengibaskan rambutnya, sampai mengenai wajah abangnya "jelas dong, tidak perlu dijelaskan lagi" ucap adel pede.
Mereka tertawa renyah, ada-ada saja adel "saking cantiknya sampai badan kamu gendut" celetuk wina.
Mata adel membulat sempurna "WHAT! AKU GENDUT?" teriak adel kaget ia memegang kedua pipinya, dan menatap tubuhnya.
Alea mengangguk "iya, badan kamu gemuk, enggak kaya dulu" imbah alea mengerjai adik iparnya.
Adel kembali kaget ia menatap semua orang termasuk kevin. "Gara-gara kak Kevin, aku jadi gendut" pekik adel melempar bantal sofa kearah kevin.
Kevin yang sedari tadi diam ia menatap adel heran "kenapa jadi saya---"
"HWAAA AKU GENDUT SEPERTI BADUT" tangis adel pecah.
"HAHAHAHHA"
Mereka tertawa lepas melihat adel yang menangis, termasuk kevin yang sudah tidak kuat menahan tawanya "bercanda, dek, kamu enggak gendut, kamu masih sama seperti dulu" ucap alek kasihan melihat adiknya yang menangis kencang.
Adel menatap alek dengan tatapan berbinar-binar "beneran?" Tanya adel dengan tatapan polosnya. Alek mengangguk "makasih abang ku" adel memeluk alek erat, menatap mereka dengan tatapan sinis "WLEK, aku enggak gendut wlek" ledek adel menatap mamah, papah, dan suaminya.
Mereka kembali tertawa "mau aja dibohongi" ucap wina terkekeh gemas.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Teen FictionBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)